
Melihat interaksi Daniel yang sangat lembut pada Alyra, membuat hati Agam terasa panas. Kenapa, kenapa ia tidak suka jika Daniel bersikap lembut pada Alyra. Seharusnya Daniel tidak begitu pada Alyra, seharusnya Daniel memperlakukan Alyra seperti ia memperlakukan Marsha. Bukan seperti seperti sekarang ini.
Astaga....bahkan pandangan Daniel pada Alyra pun terlihat berbeda. Sangat hangat dan penuh damba, Agam sangat sadar dengan tatapan itu. Karena ia dulu memandang Marsha dengan tatapan seperti itu.
Tidak, ini salah....
Agam tidak boleh membiarkan Alyra terlalu dalam melakukan kesalahan, bukan Alyra tidak bersalah pikiran Goblin ini selalu datar dan selalu positif pada semua orang. Di sini Daniel lah yang harus diberi teguran, karena sudah mengajak istri sahabatnya sendiri pergi keluar.
Tapi bukankah Daniel memang tidak tahu jika Alyra dan Agam sudah menikah. Jadi maksudnya mereka tidak bersalah begitu, lalu siapa yang salah apakah dirinya pikir Agam.
Kepalanya terasa sangat sakit memikirkan semua itu, ya Agam berpikir jika semua ini salahnya. Karena ia yang selalu mengacuhkan Alyra dan masih memiliki rasa terhadap Marsha ditambah ia belum mengakui jika Alyra adalah istrinya. Semakin memberi peluang pada Daniel untuk mendekati Alyra.
Dan Alyra, dia adalah gadis polos dengan segala pemikiran positifnya pada orang lain, ia mungkin tidak menyadari jika saat ini Daniel mulai tertarik padanya.
Pikiran Agam sangat kacau saat ini, hingga ia tidak bisa konsentrasi dalam menyetir. Ya Agam kini sedang berada di dalam mobil karena Marsha memaksa Agam untuk kembali ke kantor. Karena ia tidak tahan melihat kedekatan antara Alyra dan juga Daniel.
Bodoh....
Ya Agam kini sedang merutuki kebodohannya yang sudah membiarkan Alyra bersama dengan Daniel. Tapi Marsha bagaimana dengannya, kenapa sampai saat ini ia belum bisa melupakan sepenuhnya gadis yang sudah beberapa tahun ini mengisi hatinya. Itu sangatlah tidak mudah, melupakan gadis yang ia cintai selama tiga tahun terakhir ini sangatlah tidak mudah.
Melihat Agam yang terlihat sangat kacau, Marsha mencoba untuk menegur Agam karena ia takut terjadi sesuatu pada mereka, karena saat ini mereka berdua masih di jalan .
"Agam... berkonsentrasi lah saat menyetir" ucap Marsha, karena sedari tadi Agam hampir menabrak beberapa kali.
"Aku tahu....jangan cerewet" jawab Agam.
__ADS_1
"Aku hanya mengingatkanmu...." jawab Marsha kesal, Marsha sangat kesal kenapa sedari tadi Agam terus mengomel padanya. Memangnya kesalahan apa yang sudah ia buat pikir Marsha.
"Duduk dan diamlah, aku tahu apa yang harus aku lakukan...!" tegas Agam, perasaan Agam kini tengah kacau. Agam juga tidak tahu jelasnya karena apa. Apa karena Alyra yang pergi bersama Daniel atau karena apa. Ahh sudahlah semakin dipikirkan semakin membuat pikiran Agam kacau saja.
*
*
Alyra dan Daniel masih berada di restoran itu untuk melanjutkan makan siang mereka. Awalnya Alyra sempat merasa canggung dengan sikap Daniel tadi padanya. Tapi kemudian ia berpikir kembali jika mungkin saja Daniel menganggapnya hanya sebagai adik saja, karena sedari tadi Daniel selalu memanggilnya dengan sebutan adik manis. Jadi kecanggungan Alyra pun menjadi hilang dan memudar begitu saja.
Bukankah Goblin ini sangat pandai mengendalikan hatinya, jadi untuk masalah seperti ini sangat mudah sekali ia atasi. Dan kini Alyra mengembalikan pikirannya yang normal seperti biasanya, yaitu tidak pernah berpikiran lain-lain terhadap orang serta pikirannya yang selalu datar dan juga positif terhadap semua orang.
Sungguh hebat titisan teh celup ini, meskipun kehidupan Rio di masa lalunya sangat runyam tetapi sebenarnya ayah dari Goblin ini adalah seorang yang sangat baik dan juga orang yang selalu berpikiran positif terhadap siapapun. Untuk itulah saat ia selalu dibohongi Kesya pun ia selalu merasa jika Keysa selama ini mencintainya. Padahal pada kenyataannya selama ini ia selalu dibohongi olehnya dan hanya dibuat sebagai alat untuk mendapatkan Rayan di masa lalunya.
Namun siapa sangka Keysa yang dulu adalah kekasihnya kini menjadi besannya di masa depan bahkan Putri kesayangan sekarang menikah dengan anak sambung dari mantan kekasihnya itu. Meskipun sebenarnya Rio tidak rela, tapi apa boleh buat karena ternyata kebahagiaan putrinya ada pada mantan bocah bongsor yang selalu ia ejek.
*
*
"Agam kau kenapa ?" Tanya Marsha
"Kepalaku sangat sakit ..." jawab Agam
"Aku sudah bilang seharusnya kau berkonsentrasi saat menyetir jangan memikirkan hal yang tidak-tidak" ucap Marsha yang malah semakin membuat Agam pusing.
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa diam....!!!" Bentak Agam, hingga Marsha terjingkat kaget.
"Apa.... kenapa kau membentakku seperti itu. Apa kau meluapkan kekesalanmu pada gadis manja itu padaku" jawab Marsha yang sudah tidak tahan lagi melihat Agam yang selalu kesal padanya sedari pagi.
"Dia bukan anak manja seperti yang kau lihat, dia bahkan sangat mandiri meskipun Papanya selalu memanjakanya, bahkan ia bisa mendapatkan atau melakukan apapun yang ia mau . Tapi dia tidak seperti itu..." geram Agam yang tidak suka jika Marsha menjelekan Alyra di depannya.
" Gadis manja itu hanya sahabat dari adikmu bagaimana kau bisa tahu bahkan sepertinya kau sangat tahu tentang hidupnya. Jangan menduga-duga bahkan yang terlihat baik pun mungkin saja itu adalah sesuatu yang buruk di matamu. Hanya saja kau tidak menyadarinya, dia terlihat baik karena dia sangat dekat dengan adikmu makanya kau berpikiran seperti itu tentangnya." jawab Marsha tidak mau kalah.
"Kau salah Marsha aku sangat mengenal Alyra bahkan jauh sebelum aku mengenalmu. Jika kau ingin tahu sedalam mana aku mengenalnya aku sudah mengenalnya saat ia masih berada dalam kandungan ibunya. Bahkan saat bayi pun aku selalu menggendongnya saat kecil aku selalu bermain dengannya. Dan saat remaja pun aku yang selalu mengajarinya, jadi jika kau bertanya tentang sedalam mana Aku mengenalnya maka aku sangat mengenalnya jauh sebelum ia dilahirkan...!!!" jawab Agam.
"Apa...." Masha sangat terkejut dengan penuturan Agam yang mengatakan jika Agam telah mengenal Alyra jauh sebelum ia dilahirkan.
"Jadi janganlah kau menduga yang lain-lain tentangnya, kau belum tahu tentang dirinya yang bahkan berpikiran buruk tentang orang lain pun dia tidak pernah" ucap Agam, namun Marsha malah tertawa sinis
"Kau bilang dia tidak pernah berpikiran buruk tentang orang lain, lalu bagaimana dengan sikapnya kepadaku yang selalu buruk dari saat ia pertama kali mengenalku" ucap Marsha.
"Alyra hanya akan bersikap tidak baik kepada orang yang tidak memperlakukannya dengan baik, jika itu terjadi padamu tanyakan pada dirimu sendiri apakah kau sudah memperlakukannya dengan baik selama kau mengenalnya ?" pertanyaan Agam membuat Marsha tercengang.
"Apa....?"
*
*
*
__ADS_1
Sebel dehh sama anak beruang, sok tahu banget tentang Alyra yang caem 😒
Like dong biar mimin up lagi 💃💃💃