ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 43


__ADS_3

Gadis bar-bar itu memang sangat menyebalkan, ingin sekali aku culik dan melemparkannya untuk menjadi makanan kudaniel eh, "gumam pria itu.


Sejak tadi Daniel memang mengikuti Alyra dari kampus hingga jalan-jalan sampai taman. Pria tampan itu sangat merindukan Alyra, dulu meskipun ia tidak memeluk ataupun melakukan hal lain pada Alyra, karena itu juga tidak mungkin ia lakukan karena ia sangat menghormati Alyra. Tapi ia masih bisa bertemu dan juga mengajaknya jalan-jalan, bersama dan selalu melihat wajah cantik itu tertawa saat bersamanya. Sungguh Daniel merasa sangat menyesal karena sudah mempercayai Marsha, yang telah mengatakan jika ia sudah dilukai gadis yang ia cintai itu.


Seharusnya Daniel sudah bisa membaca watak Alyra, meskipun ia terlihat cerewet dan blak-blakan tapi Alyra tidak pernah menyakiti orang lain. Bahkan ia selalu tersenyum saat orang lain berusaha untuk menyinggung perasaannya.


"Alyra memang sangat manis, kasihan sekali dia menjadi korban ulat bar-bar itu. Aku ingin sekali mencekik gadis itu" ucap Daniel.


"Siapa yang ingin kau cekik heeh...." Daniel terlonjak kaget saat mendengar suara cempreng yang akhir-akhir ini selalu mengganggu hidupnya.


"Kau, aku ingin sekali mencekik-mu gadis nakal " ucap Daniel pada Alana yang entah sejak kapan ia berada di sana. Karena tadi ia sempat melamun jadi ia hilang fokus dan tidak menyadari jika Alyra sudah tidak berada di sana.


"Oh ya ampun aku takut sekali dicekik oleh beruang, " Alana bertingkah seolah ia sedang ketakutan, namun nyatanya ia sama sekali tidak takut pada beruang kebun itu.


"Dimana Alyra, ?" Tanya Daniel ketus.


"Maksudmu istri kakak-ku begitu ?" Alana sengaja menekan kata istri agar pria di depannya ini tahu diri, jika wanita yang ia cintai itu adalah wanita bersuami. Mendengar itu Daniel langsung memalingkan wajahnya, ia sangat tidak suka dan merasa cemburu saat mengingat jika Alyra adalah istri sahabatnya, entahlah mungkin mantan sahabatnya karena sejak kejadian kemarin ia belum bertegur sapa lagi dengan Agam.


"Aku tahu, tidak perlu kau perjelas dasar ulat kecil pengganggu, " ucap dengan sebal.


"Alana kau kemana saja dari tadi aku mencarimu, " Alyra terlihat menghampiri . Melihat wanita pujaannya mendekat wajah Daniel mendadak berbinar. Dan Alana dengan jelas melihat wajah itu dengan sebal.

__ADS_1


"Dasar beruang mata keranjang, " ucap Alana terang-terangan pada Daniel.


"Kak Daniel, sedang apa kau disini ?" Tanya Alyra


"Aku....."


"Dia sedang mengintipmu, !!!" ucap Alana dengan sengaja.


"Apa !!! Oh ya ampun Ka Daniel, aku tidak menyangka kalau kau adalah pria mata keranjang " Alyra menatap Daniel tidak percaya. Hancurlah sudah harga diri Daniel, ia disebut pria mata keranjang oleh wanita pujaannya. Dan itu semua gara-gara ulat kecil yang selalu membuatnya gatal ini.


"Tidak, aku tidak begitu. Aku tidak mengintip " bantah Daniel tidak terima ia disebut tukang ngintip.


"Kalau begitu kau adalah penguntit, " ucap Alana.


"Kak Daniel, kau tidak boleh seperti itu, itu bukan perbuatan baik. Apa Kak Daniel tahu akibat dari orang yang suka mengintip dan menguntit orang ?" Tanya Alyra, ia terlihat sangat bijak saat bicara beda sekali dengan Alana yang langsung menyerangnya. Ya, memang selalu begitu jika mencintai seseorang. Karena apapun yang ia lakukan akan terlihat cantik dan indah di matanya.


Diberi tahu seperti itu, Daniel hanya menggelengkan kepalanya seperti orang bodoh. Karena ia benar-benar merasa malu saat ini, dianggap sebagai seorang pengintip dan penguntit oleh wanita yang ia cintai.


"Mungkin ditangkap polisi " jawab Daniel lesu.


"Lebih parah dari itu Kak, jika kau terus melakukan hal seperti itu maka kau akan bintitan, " ucap Alyra dengan serius.

__ADS_1


Gubrak.....


Alana dan Daniel merasa aneh dengan ucapan Alyra, mereka pikir akan jadi bagaimana ternyata hanya bintitan. Ternyata akibat dari perbuatan Daniel itu sangatlah konyol. Dan kini Daniel jadi membayangkan jika wajah tampannya dihiasi bintitan, sudah pasti wajahnya jadi terlihat jelek dan konyol. Astaga itu tidak boleh terjadi,


"Alyra apa kau serius ?" Tanya Daniel.


"Iya, papaku bilang begitu " Jawabnya mantap.


"Oh ya ampun, " gumam Alana menepuk keningnya. Daniel tidak sengaja melihat adik mantan sahabatnya itu dan langsung saja Alana memberikan tatapan maut padanya.


"Apa kau lihat-lihat, apa sekarang kau takut bintitan?" Tanya Alana asal.


"Iya," jawab Daniel.


"Haahh....! Astaga beruang bodoh ini percaya saja dengan ucapan konyol kakak iparku" gumam Alana.


*


*


*

__ADS_1


Udah 2 bab nihhh, kalo likenya nambah up nya juga nambah 😚😚😚💃💃💃


__ADS_2