ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 45


__ADS_3

Ponsel ini untuk kami, dan bonusnya adalah dirimu gadis cantik " ucap salah satu dari mereka yang sedang menatapnya dengan tatapan liar, hingga Alana semakin dibuat ketakutan olehnya.


"Oh tidak, Kak Agam tolong aku" gumamnya.


"Kenapa kau diam saja gadis manis, apa kau sudah tidak sabar untuk bersenang-senang dengan kami " ucap salah satu preman itu.


"Ambil saja ponsel itu, dan ijin kan aku pergi" ucap Alana dengan sangat takut dan juga gemetar. Tidak masalah jika ia kehilangan ponsel karena ia bisa membelinya lagi dan juga di sana tidak ada nomor penting. Dan untuk tugas kuliah yang ada dalam ponselnya, ia merasa senang tugas jika tugas itu sampai hilang karena ia tidak perlu mengerjakannya. Ide yang bagus, tapi preman -preman ini bagaimana dengan mereka. Alana takut mereka berbuat macam-macam padanya. Astaga siapa yang tidak takut jika seorang gadis malam-malam sedang berada di tengah hujan sendirian dan kelilingi oleh orang jahat.


"Tidak bisa, ponsel saja itu tidak cukup ! Kami ingin bersenang-senang dulu denganmu anak manis "


"Tidak...aku tidak manis, aku sangat pahit. !!! " ucap Alana tanpa berpikir lagi ia langsung pergi dengan langkah seribu ia berlari sekencang mungkin dalam keadaan hujan deras itu. Dan para preman itu mengejarnya, semakin panik saja ia dibuatnya.


"Ya Tuhan tolong aku, mimpi apa aku sampai dikejar oleh orang-orang jahat seperti mereka " ucap Alana sambil berlari sekencang mungkin. Tubuhnya sudah basah kuyup, ia merasa sangat lelah karena terus berlari, bodohnya kenapa ia berlari kejalanan yang sepi.


"Sial !" Alana semakin dibuat takut saja, ia terkejut karena tubuh kecilnya berhasil ditarik hingga terjatuh.


Brukk


"Aaarrrgghhhh...." Teriak Alana.


Tubuhnya sudah jatuh tersungkur, tubuhnya terasa sakit dan juga sangat lelah, matanya berkunang-kunang kini Alana menangis karena merasa sangat ketakutan. Ia takut hidupnya hancur setelah ini, apa yang akan ia lakukan setelah ini jika itu sampai terjadi.

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa kemana-mana lagi gadis manis, ayolah kami akan memberikan sesuatu yang indah padamu, bahkan kau akan sangat menyukainya" ucap salah satu preman itu dan yang lainnya hanya tertawa terbahak-bahak melihat ke arah Alana yang sangat ketakutan.


"Tidak...." Alana menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Siapa saja tolong aku, Tuhan berilah aku penolong aku berjanji tidak akan nakal lagi dan aku akan menikahi orang yang akan menolongku jika itu seorang pria atau jika perempuan aku akan menjadikannya saudara. Aku berjanji Tuhan...!!!"


Duaarrr....


"Aaarrrgghhhh...."


Petir pun menyambar saat Alana mengucapkan hal itu, itu adalah ucapan yang tulus dari hati. Tuhan pasti mendengar kan doanya saat ini.


Demi apapun Alana merasa takut dan juga putus asa saat ini


Turunlah seorang pria tampan dan gagah dari sana, senyum mulai terbit dari wajahnya. "Tolong aku Tuan, " ucap Alana yang masih belum jelas melihat siapa yang datang untuk menolongnya.


"Lepaskan gadis itu atau kalian akan berhadapan denganku !!! " teriaknya di tengah hujan. Pria tampan itu sudah seperti super hero bagi Alana, oh tidak tapi dia seperti pangeran untuknya .


"Kami tidak takut....!!! " ucapnya sambil menghampiri pria itu dan mencoba untuk melawannya. Dan perkelahian pun terjadi. Kalah jumlah bukan masalah untuk pria itu, karena ia bisa mengalahkannya dengan mudah.


Alana merasa senang dan juga bahagia, akhirnya ada orang yang menolongnya dan lebih senang lagi jika pria yang menolongnya sepertinya pria yang tampan. Semoga saja pikirnya Alana juga tidak mau menikahi pria yang tidak tampan , Karena ketakutannya ia asal bicara dan mengucapkan hal sakral dan mungkin di dengar oleh Tuhan.

__ADS_1


Tak menunggu lama akhirnya para preman itu jatuh dan kalah, dan mereka memutuskan untuk kabur saja sebelum dibuat lebih parah lagi keadaannya oleh pria itu.


Pria itu pun mendekati Alana, dan mencoba menolongnya. Semakin dekat semakin jelas siapa pria yang menolongnya itu siapa.


Deg....


"Alana kau tidak apa-apa ?" Tanya Daniel yang melihat Alana dengan sangat berantakan dan juga terluka, dan ia juga terlihat sangat shock. Shock karena ia berjanji akan menikahi pria yang menolongnya dan pria itu adalah Daniel. Oh tidak rivalnya yang sudaha menolongnya, itu berarti Alana harus menikah dengan Daniel.


' Astaga, Tuhan kenapa kau mengirim beruang kebun ini untuk menolongku ' batin Alana menjerit.


"Alana...." panggil Daniel yang melihat Alana hanya diam saja. Daniel mencoba membantu membangunkan Alana dan memegangnya, namun karena ia merasa shock dan lemas akhirnya Alana pun pingsan.


Brukk.


"Alana....!!!" Panggil Daniel panik dan langsung menggendong Alana dan membawanya kedalam mobilnya untuk di bawa pergi, pergi kemana entahlah Daniel juga masih bingung yang penting sekarang membawa Alana pergi dulu.


*


*


*

__ADS_1


Aihhh anak ulat sutra ini kalo ngomong kenapa gak dipikir dulu, hadeuuuhhh shock sendiri kan jadinya 🙄🙄🙄


__ADS_2