
Setelah bertemu dengan Daniel, Alyra dan Alana memutuskan untuk pulang saja. Mereka berdua merasa tidak nyaman dan juga takut jika Daniel mengikuti mereka lagi. Padahal setelah ketahuan, Daniel juga memutuskan untuk pulang karena ia merasa malu pada Alyra dan kesal pada Alana.
Sepanjang perjalanan pulang Alana terus berpikir jika terus dibiarkan maka Daniel akan terus mengganggu hubungan kakak dan juga kakak iparnya. "Ini tidak bisa si biarkan, aku harus mencari cara agar beruang kebun itu berhenti mengganggu Alyra " gumamnya dalam hati
"Alana, kenapa kau terlihat melamun terus ?" Tanya Alyra yang sedari tadi melihat temannya itu terus diam dengan pandangan kosong.
"Aku tidak melamun tapi aku sedang memikirkan sesuatu," jawabnya.
"Memikirkan apa ?" Tanyanya lagi.
"Aku sedang memikirkan beruang kebun itu," jawab Alana dengan menghela napas kasar.
" Oh astaga, apa kau menyukainya ayo mengakulah, !" ujar Alyra merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Jika Alana ternyata menyukai Daniel.
"Jangan bodoh ! aku tidak menyukainya, yang benar saja masa aku menyukai beruang kebun itu. Alyra dengarkan aku, beruang itu menyukaimu. Dia itu ingin mengganggu hubunganmu dengan Kak Agam. Aku tidak rela jika makhluk bodoh itu ingin merusak kebahagiaan Kakak-ku. " Alana berkata dengan menggebu-gebu.
"Benarkah, ?" Tanya Alyra.
"Iya, makanya aku sedang berpikir bagaimana cara menjauhkannya darimu. Begitu maksudku " ucapnya lagi. Alyra terlihat berpikir, lalu kemudian ia melihat lagi ke arah Alana.
"Bagaimana, apa kau punya ide, ?" Tanya Alyra.
"Aku punya ide, dan ide ku itu sangat bagus."
"Apa ?" Tanya Alana penasaran.
"Kau menikah dengannya dan hubungan ku dengan Kak Agam akan aman dan nyaman" ucap Alyra sambil terbahak-bahak.
__ADS_1
"Apa ! dasar teh manis, ide mu itu memang tidak pernah ada benar , !" Ingin sekali Alana menoyor kepala kakak iparnya ini. Bisa-bisanya ia berpikir untuk menikahkannya dengan beruang kebun itu.
"Astaga, "
*
*
*
Alyra pun baru sampai ke rumahnya, ia terus berjalan ke kamarnya untuk beristirahat karena hari ini ia merasa lelah. Setelah membersihkan dirinya, Alyra segera berganti pakaian dan dengan segera ia merebahkan tubuhnya karena merasa sangat lelah.
Karena merasa lelah tak lama Alyra pun langsung terlelap, namun dalam tidurnya ia merasa ada yang menyentuhnya. Sangat terasa sekali ada yang menciumi wajahnya, bibirnya hingga ke lehernya. Namun saat terasa ada tangan dan bibir yang memainkan buah mangganya, Alyra langsung membuka matanya dengan terkejut. Namun sedetik kemudian ia tersenyum karena ternyata Agam lah yang melakukan semua itu padanya.
"Kak...." panggilnya, namun Agam masih betah dengan kegiatannya, ia terlihat seperti bayi yang sangat kehausan saat ini. Akhirnya Alyra hanya diam dan pasrah saja dengan apa yang suaminya lakukan.
Setelah puas ia langsung memeluk Alyra dan mencium bibirnya.
"Iya, karena aku sangat lelah " jawabnya
"Aku tahu bagaimana cara menghilangkan rasa lelah," ujarnya dengan tersenyum penuh arti.
"Bagaimana ?"
"Dengan begini," ucap Agam dan langsung mencium bibir Alyra dan mencoba melepaskan apa yang ia kenakan saat ini.
"Kak,..." Alyra merasa sangat malu kini si hadapan Agam.
__ADS_1
"Diam saja biar aku yang menghilangkan rasa lelahmu" bisik Agam dan menggigit leher jenjang Alyra. Dan terjadi lah acara bercocok tanam sore itu.
*
*
*
Malam ini Alan dan Keysa ada urusan ke luar kota, dan Alana di rumah sendirian. Alan sudah meminta Alana untuk pergi ke rumah kakaknya. Namun Alana menolak, ia tidak ingin melihat pengantin baru itu bermesraan di hadapannya karena itu akan membuatnya merasa jengah.
Untuk menghilangkan rasa bosannya ia pergi ke sebuah toko buku, untuk membeli beberapa buku bacaan seperti novel dan yang lainnya, agar ia tidak merasa bosan.
Alana terlalu asik berada di sana hingga ia berada di toko itu sampai malam. Namun ia terkejut saat hendak pulang tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Ia ingin pulang dan dengan segera menelepon supirnya. Namun sialnya sang supir terjebak banjir kemacetan disana, karena hujan yang turun tiba-tiba sangat derasnya.
Ia hendak masuk ke dalam toko lagi, namun sayang tokonya sudah mau tutup. Alana menghela napas kasar karena kini ia akan sendirian di sana. Dalam keadaan hujan dan juga sendirian, lengkap sudah semuanya ia melihat jalanan juga sangat sepi karena semua toko yang berada di sana sudah tutup.
"Ya ampun, apa aku minta tolong Kak Agam saja ya" gumamnya, Alana pun kemudian mencoba mengambil ponselnya untuk menghubungi Agam. Namun tiba-tiba seseorang merebut ponselnya. Alana terkejut dan melihat siapa yang merampas ponselnya. Ia terkejut karena ia melihat beberapa pria dengan penampilan seperti preman sedang berada di dekatnya.
"Siapa kalian, kembalikan ponselku " ucap Alana dengan tubuh bergetar karena ia merasa takut.
"Ponsel ini untuk kami, dan bonusnya adalah dirimu gadis cantik " ucap salah satu dari mereka yang sedang menatapnya dengan tatapan liar, hingga Alana semakin dibuat ketakutan olehnya.
"Oh tidak, Kak Agam tolong aku" gumamnya.
*
*
__ADS_1
*
Siapa aja tolongin Alana, mimin takut Alana Kenapa-napa 😣😣😣