
Setiap pagi Alyra membuka matanya dengan penuh bahagia, karena ia selalu terbangun dalam pelukan Agam yang menghangatkan hati dan juga tubuhnya. Alyra menengadahkan kepalanya untuk melihat Agam apa ia sudah terbangun atau belum. Namun ternyata Agam masih bangun, hingga Alyra tersenyum dan bisa mencium wajah Agam sampai puas seperti biasanya.
Namun hari ini terasa berbeda karena saat Alyra mencium Agam, tubuh Agam terasa panas. Alyra langsung memegang keningnya Agam dan memang terasa sangat panas. Berarti Agam demam, oh ya ampun Alyra khawatir suaminya terkena demam. Ia pun segera bangun dan menelepon Papanya.
Rio baru saja mau sarapan, tapi saat melihat panggilan dari Alyra ia langsung tidak jadi memasukan makanan ke mulutnya. Ia takut jika anaknya meminta tolong karena ia ketakutan akan dibuat sarapan oleh menantunya.
"Hallo sayang ada apa ? Apa pria tua melakukan sesuatu padamu katakan pada Papa ?" Tanya Rio dengan raut sangat cemas. Namun berbeda dengan Naura yang memutar bola mata malas, masalahnya ia sudah tahu jika ayah dan anak itu jika bicara selalu di luar nalar manusia normal.
"Aihh dia tidak melakukan apa-apa padaku, padahal aku sangat mengharapkannya " jawab Alyra.
"Oh astaga Nak.... jangan membuat Papa terkena serangan ginjal pagi-pagi begini sayang " jawab Rio.
"Sudahlah itu tidak penting, yang penting sekarang adalah Kak Agam sakit " ucap Alyra.
"Dia sakit ? Lalu kenapa kau menelepon Papa, Papa tidak bisa mengobati orang sakit. Jika membuat adik untukmu Papa akan usahakan " jawaban Rio sungguh sangat tidak membantu. Naura ingin sekali mengahantam kepala suaminya itu agar pikirannya kembali ke jalan yang seharusnya.
"Kemarikan....." Naura merebut ponsel yang dipegang oleh Rio karena gemas mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh Rio.
"Hei sayang, putrimu sedang meminta adik barusan " ucap Rio, sambil melihat ke arah Naura yang baru saja merebut ponsel dari tangannya.
__ADS_1
"Diamlah, nanti kita bahas tentang adik Alyra....." kesal Naura yang ingin menjitak suaminya yang tampan itu.
"Hallo sayang Agam kenapa ?" Tanya Naura
"Kak Agam sakit Mah, dia demam badannya sangat panas" ucap Alyra. Naura mengerti kepanikan putrinya itu.
"Mama akan menelepon dokter, dan memintanya datang ke rumahmu ya..." ucapan Naura membuat Alyra setidaknya merasa tenang.
"Baiklah aku akan menunggunya...." jawab Alyra dan kemudian menutup panggilannya.
"Apa katanya, apa dia setuju punya adik lagi ?" Tanya Rio.
"Alyra bilang tidak mau punya adik, tapi dia ingin punya anak " jawab Naura
"Apa....!!!" Rio terjingkat kaget dan terkena serangan ginjal lagi. Namun kali ini itu gara-gara ucapan istrinya yang mengatakan jika anaknya ingin punya anak, astaga....
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya dokter yang di minta Naura datang juga. Sebelum dokter datang Alyra memang mengompres Agam untuk menurunkan demamnya.
Dokter pun langsung memeriksa Agam, dan mengatakan jika Agam mengalami kelelahan dan juga karena kurangnya istirahat membuat kondisi Agam menjadi drop.
__ADS_1
"Saya akan menuliskan resep obat untuk Tuan Nona, " ucap Dokter itu,
"Baiklah, " jawab Alyra, kemudian dokter pun memberikan secarik kertas yang bertuliskan resep obat untuk Agam. Alyra pun mengambilnya dan melihat tulisan dokter yang menurutnya sangat tidak jelas itu. Anehnya para apoteker mengerti apa yang ada dalam tulisan itu.
Alyra pun meminta asitent rumah tangganya untuk membelikan obat yang ada dalam resep itu. Setelah sebelumnya ia membuat bubur untuk Agam atas permintaan Alyra.
Alyra pun kembali ke kamarnya dan melihat Agam yang sedang duduk sambil memijat kepalanya.
" Kak Agam apa kau sudah baik-baik saja ?" Tanya Alyra.
"Kepalaku masih sakit " jawab Agam, kemarilah aku akan memijat kepalamu " ucap Alyra, kepala Agam terasa berdenyut sakit, tubuhnya juga terasa sangat lemas. Jadi ingin menolaknya pun rasanya tidak mampu.
Aira mengambil tangan tangan Agam dan juga menggantikan tangan Agam untuk memijatnya. "Kalau Kak Agam pusing, Kak Agam tiduran saja " ucap Alyra sambil menidurkan Agam . Agam pun hanya menurut saja.
Agam melihat wajah Alyra dari dekat, dan terus melihatnya dengan seksama. Semakin di lihat wajahnya terlihat semakin cantik saja. Tanpa Agam sadari gagang sapu yang baru saja tertidur bangun lagi.
"Kenapa dia sangat cantik, aku jadi ingin menciumya'' gumam Agam entah ia sadar atau tidak, pandangan Agam kemudian menuju ke arah leher jenjang Alyra yang terekspos jelas karena rambut Alyra kini di cepol asal namun terlihat sangat cantik.
"Aku juga jadi ingin bermain - main di sana " gumam Agam, namun Alyra tidak tahu jika Agam memperhatikannya dengan intens dan memandangnya seperti buaya lapar.
__ADS_1
Aihhh awas Alyra, babang Agam mulai mau belajar nackal rupanya 🙄
Mampir juga di ceritanya Abian sama Aira ya judulnya NIKAH DADAKAN, gaka kalah seru ceritanya 🤗