
Menghukum bagaimana, kau suamiku aku tidak salah , bahkan jika kau berdebat dengan anak TK pun aku tetap tidak bersalah. Kau mengerti....!!!"
Wuoaaah ....anak teh celup ini rupanya sudah sangat berani melawan Agam. "Baiklah, bibir cerewetmu itu memang harus di hukum" ucap Agam sambil menarik Alyra dan mengungkungnya dan Agam pun langsung mendaratkan bibirnya di bibir Alyra. Hingga Alyra membulatkan matanya.
Alyra merasa dejavu, karena waktu itu Agam juga memperlakukannya seperti ini.
"Rasakan gadis nakal....." gumam Agam sambil menikmati ciumannya dengan Alyra.
Alyra terkejut dengan sikap Agam yang tiba-tiba menciumnya. Oh tidak demi kerang ajaib penghuni bikini bottom Alyra sangat senang. Karena tiba-tiba suaminya yang aneh ini mau menciumnya.
"Ini tidak boleh dibiarkan aku harus membalas ciumannya " gumam Alyra dengan sangat senang. Ia pun mengalungkan tangannya leher Agam. Merasa Alyra membalas ciumannya, Agam tersenyum senang hasrat yang ia tahan selama ini bisa sedikit ia salurkan dengan mencium Alyra.
Namun apakah Agam akan menjadikan hari ini adalah hari dimana ia pertama kali menyentuhnya, maka jawabannya adalah iya...
Ia tidak mau menahan lagi hasrat yang kian hari terus menggunung. Lagi pula Alyra adalah istrinya, gadis cerewet ini sudah menjadi haknya sekarang .Saatnya Agam memiliki Alyra yang seutuhnya.
Tangan Agam yang sedari tadi mengusap leher Alyra, kini tangan itu mulai turun ke bawah dan mencari sesuatu yang dulu ia pernah sentuh dan juga ia minum, hingga pernikahan ini terjadi.
__ADS_1
Jika dulu Agam melakukannya dengan tidak sadar, maka sekarang Agam akan melakukannya dengan penuh kesadaran. Agam akan menikmatinya, betapa senang hati Agam karena gagang sapu premiumnya sebentar lagi akan keluar dari tempat persembunyiannya yang sepi dan juga sangat gelap.
Terasa ada yang menyentuh pabriknya Alyra agak terjingkat karena terkejut. Ia ingin menolak karena masih merasa takut dan juga ragu, tapi bukankah kini Agam adalah suaminya. Agam berhak menyentuhnya, dan juga Alyra pun menginginkannya. Akhirnya Alyra pun hanya diam dan juga pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Agam padanya.
Merasa tidak ada penolakan, Agam membuka kancing piyama Alyra satu persatu, hingga sedikit demi sedikit mulai terlihat pemandangan indah dihadapannya. Meskipun tidak terlalu besar namun mampu membuat gagang sapu Agam On dengan sempurna. Sungguh luar biasa bukan pesona dari anak teh celup ini.
Tidak ingin menunggu lama Agam langsung menarik piyama yang dipakai oleh Alyra, hingga bagian atas kini terpampang dengan sempurna. "Kak...." baru saja Alyra akan menutup dengan tangannya namun ternyata gerakan Alyra kalah cepat karena bibi Agam sudah mendarat duluan di sana.
Alyra semakin merasa terkejut, benda yang selalu ia tutupi kini di obrak-abrik oleh bibir dan Agam yang ternyata sangat nakal. Hingga Alyra dibuat diam tak berkutik oleh Agam.
Merasa puas menjelajahi seluruh tub*h Alyra dari atas sampai bawah. Kini gagang sapu itu siap meluncur ke tempat yang seharusnya sejak lama ia selami. Alyra terkejut sekaligus terpesona melihat tubuh kekar Agam yang selalu ingin ia sentuh.
"Dia ingin bermain denganmu, jadi bersiaplah...." ucap Agam sambil menggigit leher Alyra hingga menyisakan tanda di sana . Gagang sapu sudah mulai mau memasuki sarangnya, namun ternyata sarangnya masih di segel dan sangat sulit untuk dibuka dan di terobos.
"Kak....." Alyra mulai merasakan perih di bawah sana karena dorongan gagang sapu milik Agam mulai menerobos. "Tahan sebentar...." ucap Agam.
"Tapi ini sakit...." ucap Alyra lagi, Agam melihat wajah Alyra yang menahan rasa sakit, Agam merasa kasian. Tapi ini tidak bisa dibiarkan. Mana mungkin perjalanan gagang sapunya hanya sampai di sini saja. Perjalanan harus dituntaskan.
__ADS_1
Agam mencium kembali bibir Alyra berharap bisa mengurangi rasa sakitnya karena Agam ingin memecah konsentrasi Alyra agar tidak fokus pada, lembahnya yang akan jebol sebentar lagi.
Melihat Alyra sudah agak rileks Agam pun memulai aksinya lagi untuk menerobos masuk ke sana. Dan dengan sekali hentakan ia langsung mampu menerobos gawang milik Alyra.
"Arrkhhhh.....Kak...." Alyra langsung mencengkram Agam dengan kuat. Ia merasakan sakit yang luar biasa di bawah sana. Sesuatu yang besar telah menerobos masuk dengan paksa hingga sangat terasa sekali robeknya. Hingga menimbulkan sensasi sakit dan juga perih di sana.
Terlihat Alyra meneteskan air matanya, gadis kecil ini terisak karena menahan rasa sakit . " Maaf....apa terasa sangat sakit ?" Tanya Agam, Alyra hanya mengangguk saja, tidak ingin berlama-lama melihat Alyra kesakitan. Agam pun mulai menggerakkan tubuhnya hingga rasa sakit yang dirasakan oleh Alyra kini berubah menjadi rasa sensasi yang sangat menyenangkan.
"Ini luar biasa, gadis kecil kau akan menjadi milikku selamanya..." gumam Agam dalam hati sambil terus menggerakkan tubuhnya. Agam merasa sangat bahagia karena akhirnya kini ia tidak merasa tersiksa lagi.
*
*
*
Kalo kurang panas kalian bisa baca sambil berjemur ya 🙄🙄
__ADS_1
Vote nya dong sumbangin biar Mimin rajin 😁