ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 59


__ADS_3

"Tunggu saja, aku akan mencetak cucu untukmu Pah. Kak Agam kita harus semangat mengadon cucu untuk Papa supaya dia percaya jika kau mencintaiku !" ucap Alyra dengan semangat.


"Baiklah, aku akan segera memberimu cucu makhluk Teh m-maksudku Pah " ucap Agam dengan semangat.


"Aiihhh....."


' Bibirku gatal ' batin Agam


"Apa kau bilang mencetak cucu ? Astaga Naura ! Ambilkan aku cermin !" Ucap Rio panik meminta istrinya mengambil cermin .


"Untuk apa cermin, kau sedang makan kenapa harus mengambil cermin. Ada-ada saja teh celup ini " Naura tidak mempedulikan ucapan suaminya dia malah meneruskan makannya dengan sangat lahap daripada mendengarkan ucapan Rio.


"Naura, kau memang istri tidak peka. Aku ingin melihat wajahku di cermin ! Aku ingin memastikan kalau wajah aku masih muda dan terlihat sangat tampan" jawab Rio


"Kau sedang makan nanti saja bercerminnya "jawab Naura.


"Aku tidak bisa tenang jika belum melihat wajahku, aku takut jika aku sudah terlihat tua karena anakku akan membuat anak katanya " Rio menghela napas berat. Sedangkan Alyra malah tertawa melihat Papa nya sangat panik.


"Astaga, Kenapa aku mempunyai mertua seperti itu" gumam Agam.


"Kau masih sangat tampan sayang, aku bahkan sangat terpesona setiap melihatmu. Kau sangat keren, kau adalah suamiku yang paling tampan " puji Naura agar suaminya ini merasa tenang, lagi pula yang diucapkannya memang kenyataan. Rio masih sangat tampan dan juga gagah di usianya sekarang.


"Tentu saja aku ini suamimu yang paling tampan, memangnya kau punya suami berapa " jawaban yang diucapkan Rio adalah jawaban yang sangat hebat hingga membuat Naura ingin mengunyah suaminya sekarang juga.


'Ya Tuhan, pantas saja anaknya aneh karena ia lahir dari bibit yang aneh ' Agam membatin melihat interaksi istri dan orang tuanya. Namun keluarga mereka terlihat sangat harmonis dan sangat akrab satu sama lain.

__ADS_1


*


*


*


Setelah makan malam dan perbincangan unfaedah selesai Rio dan Naura memutuskan untuk pulang. Karena mereka juga mempunyai kegiatan yang sama dengan anak menantunya, yaitu bercocok tanam.


Paginya seperti biasa Agam pergi bekerja dan Alyra pergi ke kampus, dan bukan hal yang aneh jika sebelum berangkat ke kampus maka Agam akan memberikan ceramah panjang kali lebar pada Alyra. Agam selalu mewanti-wanti istrinya agar tidak genit kepada pria lain ataupun mengagumi pria lain cukup Agam yang paling tampan yang ada di hati dan pikiran Alyra.


Es krim ini masih belum sadar rupanya jika selama ini Alyra selalu menutup hati kepada pria manapun karena sedari kecil hanya dirinya saja yang ia suka. Namun Alyra hanya mendengarkannya saja dengan senang karena akhirnya suaminya ini bisa mencintainya. Dan Alyra sangat menyukai sifat posesif Agam yang menurutnya sangat manis.


Ceramah pun selesai setelah Alyra sampai di kampusnya, Agam melihat Zayan dan Rafasya baru keluar dari mobilnya. Agam pun turun sejenak untuk bertegur sapa dengan kedua pria tampan yang sudah seperti adiknya itu.


"Zayan, Rafa kapan kalian pulang ?" Tanya Agam sambil memeluk mereka sebentar karena tubuhnya di tarik Alyra dan tidak boleh memeluk siapa pun kecuali dirinya.


"Biar saja, biar semua orang tahu kalau kak Agam yang tampan ini hanya milik Alyra saja ! " Jawab Alyra sambil menggandeng tangan Agam dan bermanja di sana.


"Menyebalkan, " ejek Zayan.


"Jomblo mana paham, " balas Alyra hingga Agam tertawa jika saja tidak ada Agam di sana ingin sekali Zayan menjiitak kepala Alyra.


"Sudahlah, aku pergi dulu. Zayan, Rafa tolong jaga Alyra dan Alana aku titip mereka padamu " ucap Agam.


"Jangan menitipkan aku pada mereka jika Kak Agam tidak ada mereka selalu menjitak kepalaku tahu !" Adunya.

__ADS_1


"Makanya jangan menyebalkan " ucap Agam mengacak-acak rambut Alyra.


" Baiklah, hati-hati Kak " ucap Zayan, Agam pun mengangguk dan pergi meninggalkan mereka bertiga. Tadinya Agam ingin menunggu adiknya itu tapi rupanya dia belum datang. Jadi Agam memutuskan untuk menemuinya siang nanti sambil menjemput Alyra untuk mengajak mereka berdua makan siang.


Tak lama setelah Agam pergi Alana pun datang diantarkan oleh Daniel, mereka masih terlihat canggung karena kejadian semalam. Setiap melihat Daniel pikiran Alana menjadi bertraveling, apalagi saat melihat bibir Daniel, dia ingin rasanya bibir itu menempel lagi di bibirnya. Astaga kenapa pikiran Alana menjadi mesum seperti ini.


"Aku masuk dulu Kak, " pamit Alana dan Daniel hanya mengangguk saja. Alana masih belum membuka pintu mobilnya, dan berharap jika Daniel akan menciumnya, ehh.


Namun yang diharapkan malah tidak terjadi dan itu membuat Alana menjadi sedih, " Aihhh... kenapa aku menjadi sedih seperti ini. Alana bodoh sekali kau, suamimu itu pasti masih mencintai Alyra." gumamnya dalam hati.


"Ada apa ?" Tanya Daniel karena ia melihat Alana masih duduk betah di sana.


"Ehh, tidak apa-apa " jawab Alana kemudian ia langsung membuka pintu mobilnya dan keluar. Baru saja keluar, Rafasya datang dan merangkulnya.


"Hallo gadis galak ku, kenapa kau baru datang " ucap Rafasya seperti biasa dia memang selalu seperti itu.


"Cerewet kau...."


"Semakin galak kau semakin cantik..." ucap Rafa sambil tertawa.


Melihat interaksi antara Alana dengan pria yang tidak ia kenal itu membuat seperti hal jantung Daniel menjadi memanas, ia tidak rela istri yang semalam ia cium kini dirangkul oleh pria lain.


"Siapa dia.... Berani sekali menyentuh ulat nakal ku " gumam Daniel.


****

__ADS_1


Ututututu.....beruang kebun cemburu sama anak kuda poni 😚😚😚😚


likenya dongg biar Mimin semangat up nya 💃💃


__ADS_2