ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 38


__ADS_3

Marsha, aku ingin bertanya padamu. Benarkah saat itu Alyra yang sudah menyerang mu ?" Tanya Daniel.


"Apa....?!!" Tanya Marsha terkejut, karena pembicaraan Daniel ternyata jauh dari ekspektasi. Dan Agam , pria itu juga kini tengah menatapnya dengan tajam.


"Oh tidak...." firasat buruk nampaknya kali ini sepertinya hari ini tidak akan berjalan dengan baik-baik saja pikir Marsha.


"Katakan yang sejujurnya....?" Tanya Daniel lagi, sedangkan Agam, ia hanya diam menunggu reaksi Marsha. Apa ia akan mengatakan yang sebenarnya atau tidak.


"Kenapa kau bertanya sesuatu yang sudah lewat ?" Marsha malah menjawab dengan pertanyaan dengan pertanyaan. Sungguh konyol.


"Jadi kau berbohong padaku ?" Tanya Daniel dengan penuh penekanan. Namun Marsha hanya diam saja. Sikap Marsha sudah membuktikan jika ia memang telah berbohong pada Daniel. Astaga....


Daniel kesal bukan main hingga ia membanting benda yang berada didekatnya.


Praaangg.......


Marsha dibuat terkejut oleh sikap Daniel, ternyata jika marah pria tampan ini sangat menyeramkan.


"Kenapa kau melakukannya, kenapa kau membohongiku...!!!" Tunjuk Daniel pada Marsha. Marsha pun mengangkat kepalanya dan menatap Daniel dengan tajam.


"Kau tanya kenapa aku melakukannya, kau benar-benar memang tidak bisa memahami isi hatiku selama ini " ucapnya dengan berderai air mata, namun sayangnya air mata itu sama sekali tidak menyentuh hati Agam maupun Daniel. Kedua pria itu terlanjur kecewa dengan sikap Marsha yang mempunyai sifat licik dan juga berani berbohong agar orang lain terlihat salah.


"Apapun alasannya kau tetap tidak boleh melakukan hal yang tidak baik, Marsha " ucap Daniel.


"Termasuk mencintaimu....?" semakin deras saja air matanya yang keluar.


"Apa....!!!" Daniel merasa terkejut, begitu pun dengan Agam. Ternyata Daniel adalah pria yang dicintai oleh Marsha. Namun untuk saat ini Agam tidak perduli, karena ia hanya akan fokus pada Alyra saja.

__ADS_1


"Marsha, jangan pernah salah paham dengan kebaikanku padamu. Karena itu tidak lebih dari perhatian dari seorang kakak kepada adiknya..." jelas Daniel yang memang tidak mempunyai perasaan lebih pada Marsha. Hati Marsha dibuat sakit oleh Daniel, kenapa Daniel setega itu padanya.


"Kenapa, kenapa kau tidak bisa membuka hatimu padaku Daniel. Aku sangat mencintaimu, bahkan aku menolak perasaan Agam padaku demi kau..."


"Aku tidak pernah memintamu untuk mencintaiku Marsha , di hatiku sudah tertambat nama gadis lain. Aku sudah menyimpan nama itu sejak pertama kali aku melihatnya. Bahkan sejak saat itu, namanya selalu tersimpan di tempat terindah di lubuk hatiku" jujur Daniel


Deg...


Hati Marsha hancur lagi mendengar kejujuran Daniel, ia tahu siapa gadis itu. Tapi kenapa harus dia pikir Marsha, bahkan ia merasa jauh lebih baik dari gadis itu.


"Jangan bilang dia...."


"Alyra....."


Deg....


"Hei kenapa kau menyebut nama istriku....!!!" Agam yang sedari tadi diam saja, mulai membuka suara saat sumber kebahagiaannya disebut oleh pria lain.


"Aku rasa pendengaranmu masih berfungsi dengan baik," jawab Daniel menatap Agam dengan pandangan dingin.


"Maksudmu, ka mencintai istriku....!!! Apa kau kehabisan wanita lain di dunia ini, sampai kau mencintai istriku....!!" Asuhan ulat sutra mulai mengeluarkan taring dan tanduknya pada Daniel.


"Perasaan itu tidak bisa dipaksakan, namanya sudah tertambat di hatiku di saat pertama kali aku melihatnya " jawab Daniel santai.


"Otakmu itu memang sudah rusak...!!!"


"Bukankah kau tidak mencintainya, berikan dia padaku maka aku akan membahagiakannya dengan seluruh cintaku..." ucap Daniel mantap. Habis sudah kesabaran Agam, tangannya terasa gatal ingin mendaratkan bogem mentah pada Daniel yang tidak tahu malu itu.

__ADS_1


Bughh.....


Satu pukulan pun mendarat di rahang Daniel, Marsha terkejut melihat Agam begitu marah saat Daniel mengatakan jika ia mencintai Alyra.


"Lakukan apa yang kau inginkan, dan aku pun akan melakukan hal yang seharusnya aku lakukan dari dulu. Yaitu merebutnya dari tanganmu...!!!" Sentak Daniel.


"Sial... kenapa gadis itu yang diperjuangkan oleh Agam dan juga Daniel. Seharusnya Agam membelaku, bukankah Agam sangat mencintaiku. Tapi kenapa ia marah saat Daniel mengatakan jika ia mencintainya" gumam Marsha.


Agam dan Daniel saling m e m u k u l, mereka sama-sama mengeluarkan amarah mereka. Hingga ruangan Agam kini berantakan.


Marsha pun akhirnya meminta bantuan security untuk memisahkan Agam dan juga Daniel yang saling menyerang hingga keduanya terluka.


Alana yang baru tiba di kantor Kakak nya bersama dengan Alan dan Keysa pun kini harus melihat keadaan Agam yang sangat kacau. Wajahnya babak belur begitu pun juga dengan Daniel. Niat mereka datang untuk memberi kejutan untuk Agam tapi malah mereka yang dibuat terkejut.


"Ya ampun, Kakak...." pekik Alana yang terkejut melihat kakaknya terluka dan sedang di pisahkan oleh security. Alan pun membantu menarik putranya agar berhenti saling menyerang dengan Daniel.


"Agam...." panggil Keysa, Agam pun langsung berhenti saat mendengar suara Mommy kesayangannya.


"Astaga ada apa ini....!!!" teriak Alan sambil menatap tajam pada ketiga orang yang ada di sana.


"Hei....anak beruang kenapa kau dan pengasuhmu membuat masalah di sini...!!!" Alana menatap tajam pada Daniel dan Marsha.


*


*


*

__ADS_1


Aduhh kenapa jadi kacau 😌😌😌


__ADS_2