ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 56


__ADS_3

Mereka berempat terus mengobrol dan juga bercanda seperti biasa, tidak ada perasaan lain selain hanya sebatas sahabat rasa saudara. Padahal dulu orang tua mereka sering berselisih paham, bahkan teh celup papa kesayangannya Alyra pernah terkena tendangan anak ayam gara-gara orang tua Alana dan Alyra sering mengganggu ketentraman hidup mereka.


(Cerita orang tua mereka ada di buku TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI)


"Hei Alana kau belum menjawab pertanyaan ku siapa pria tidak beruntung itu ?" Tanya Zayan yang masih penasaran, pria yang selalu merasa jadi pria paling tampan di kampusnya walaupun sebenarnya itu memang kenyataan. Wajah tampan dan gagahnya menurun dari Rayan sayangnya sifatnya sangat mirip dengan ibunya si Tweety, sangat menyebalkan dan juga sangat narsis.


"Sudahlah jangan membahasnya..." ucap Alana yang memang tidak mau membahas tentang pernikahannya dengan Daniel.


"Aku tahu dia pasti sangat jelek , " ucap Rafasya si mulut lemes.


"Dia tidak jelek dia sangat tampan, " ucap Alyra.


"Ketampanannya pasti di bawah rata-rata " sambung Zayan.


"Enak saja, dia sangat tampan tahu aku akui itu hanya saja sikapnya sangat menyebalkan dan kau tahu Alyra anak beruang itu sekarang masih mendekati beruang kebun " ucap Alana.


"Jelas saja dia kan pengasuhnya..." Jawab Alyra santai.


"Kalian sedang membicarakan apa, aku tidak mengerti ?" Tanya Rafa.


"Sudahlah kau ini pria mana mengerti urusan wanita" ketus Alana.


"Ahh aku harap suami mu tidak terkena serangan ginjal karena mempunyai istri galak seperti mu " ucap Rafa membuat Alana mendelik kesal.


'Apa aku harus bersikap manis ya' gumam Alana dalam hati. Karena hampir semua orang mengatakan jika ia gadis galak.


*

__ADS_1


*


*


Pulang kuliah Alyra memutuskan untuk pergi ke kantor Agam, ia ingin memberi kejutan sambil memantau apa anak beruang itu masih mendekati suaminya atau tidak. Jika Marsha masih berani mendekati Agam makan Alyra tidak akan segan-segan menendang gadis gatal itu.


Dengan santai ia masuk datang ke kantor Agam dan berjalan menuju ruangan Agam. Sebelum sampai ke ruangan Agam terlihat jika Marsha sedang bekerja di mejanya. Alyra ingin langsung masuk ke ruangan Agam tanpa menyapa Marsha.


Alyra masih kesal jika melihat Marsha, ia tidak munafik ia memang tidak menyukai wanita itu. Hingga Alyra masuk ke dalam ruangan Agam dan melewati Marsha begitu saja. Marsha yang melihat kedatangan Marsha hanya menarik napas pelan dan mengumpat dalam hati karena ia juga memang tidak pernah menyukai Alyra.


Ceklek


"Kak Agam..." panggilnya dengan riang, Agam yang sedang memandang layar laptopnya pun langsung melihat ke arah suara wanita yang setiap waktu ia rindukan.


"Kau kesini ?" Tanya Agam yang menahan senyum karena istrinya terlihat sangat lucu menggunakan jaket Hoodie, Alyra terlihat menggemaskan di mata Agam. Ingin sekali Agam menambah tanda cintanya lagi pada Alyra.


"Aku juga sangat merindukanmu " ucap Agam


"Kita sangat romantis nya" Agam tertawa mendengar ucapan istrinya itu. Iya Alyra memang benar mereka berdua sangat romantis karena mereka baru saja mengecap Indahnya cinta.


"Kak apa kau lapar ?" Tanya Alyra sambil menuntun Agam untuk duduk di sofa si ruangan itu.


"Iya, aku sangat lapar " jawab Agam sambil terus memandang Alyra.


"Ya sudah, ayo kita pesan makanan. Kau mau makan apa Kak ?" Tanya Alyra.


"Memakanmu..."

__ADS_1


"Ahhh.... kau membuatku terharu Kak..." ucap Alyra, Agam sudah tidak bisa lagi menahan tawanya hingga ia terbahak melihat kelakuan istrinya. Sejak menyadari perasaannya terhadap Alyra. Agam menjadi sering tertawa.


*


*


*


Alana pulang kuliah ke apartement Daniel karena memang di sana tempat tinggalnya sekarang. Tadinya ia ingin menemui Mommy nya tapi katanya Mommy nya sedang pergi bersama temannya siapa lagi kalau bukan dengan 3N Nara Nayla dan juga Naura. Untuk itu Alana memutuskan untuk pulang saja dan tidur karena ia merasa sangat lelah dan juga sangat mengantuk.


Saat sudah sampai Alana langsung saja tidur di kamarnya karena merasa sangat lelah, hingga waktu tak terasa sore pun tiba dan sudah saatnya Daniel untuk pulang.


Daniel pulang ke apartemennya dan melihat suasana sangat sepi. "Kemana dia apa dia belum pulang ?" pikir Daniel. Daniel pun mencoba masuk ke dalam kamar Alana untuk mengeceknya apa dia ada di kamarnya atau tidak. Karena sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga adik kesayangannya Agam itu.


Tanpa mengetuk pintu Daniel pun langsung masuk ke kamar Alana.


Ceklek...


Pintu perlahan terbuka dan tanpa sengaja Daniel melihat pemandangan indah di sana dimana Alana sedang menggunakan handuk sebatas paha dan sedang mengeringkan rambutnya tanpa mengetahui Daniel sedang melihatnya karena ia membuka pintu dengan perlahan.


'Astaga...." batin Daniel meronta melihat pemandangan indah di depannya. Gagang sapu yang selalu tidur tampan itu pun mendadak bangun dan menunjuk-nunjuk Alana. Hingga tanpa sadar Daniel pun memegang gagang sapunya dan mundur perlahan, karena sudah dipastikan jika ulat galak itu melihatnya maka ia akan di tendang dari apartemennya sendiri.


"Selamat kan dulu diri mu Daniel, sebelum ulat piranha itu menggigit mu" gumam Daniel sambil pergi dari depan kamar Alana.


*


*

__ADS_1


Ya ampun babang Daniel, takut di gigit titisan ulat sutra 😆😆😆


__ADS_2