ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 55


__ADS_3

Pagi itu di rumahnya Alyra terus menggerutu, ia kesal pada suaminya yang sudah membuatnya serba salah memakai pakaian. Karena perbuatannya membuat tubuh Alyra menjadi banyak warna.


"Semua ini gara-gara kau Kak, kau yang sudah membuatku jadi begini !" ketus Alyra yang masih menggunakan handuk saja sambil bercermin, Agam baru selesai menggunakan pakaian kerja nya lalu melihat ke arah istrinya yang terlihat seksi mendadak gagang sapu yang sedang tidur tampan pun menjadi celingukan.


"Alyra ada apa, kenapa dari tadi kau tidak berhenti bicara ?" Tanya Agam sambil mencoba menahan sesuatu yang ingin ia salurkan.


"Lihatlah tubuh ku jadi seperti ini gara-gara kau Kak, aku jadi terlihat seperti nyai loreng " ucap Alyra dengan sebal.


"Memangnya kenapa dengan tanda cintaku, apa masih kurang ayo kemarilah biar aku tambah" ucap Agam, membuat Alyra mendelik kesal padanya.


"Aihhh, awas saja jangan macam-macam"


"Aku hanya minta satu macam saja sayang "


"Permintaan satu macam mu itu bisa menghabiskan waktu sampai berjam-jam tahu...!!!"


"Benarkah, tapi kau suka kan ?" Tanya Agam sambil memeluk tubuh Alyra dan menciumnya.


"Aku suka, tapi jangan membuat tubuhku menjadi berwarna seperti ini " ucapnya merajuk hingga Agam ingin melakukan adegan semalam dengannya, namun sayang meeting penting sedang menunggunya saat ini.


"Jangan menggodaku, aku sedang terburu-buru" ucap Agam sambil menempelkan hidungnya dengan hidung Aira.


"Kalau begitu aku akan menggodamu " ucap Alyra sambil mencium bibir Agam, dan ciuman Alyra langsung di sambut dengan suka cita oleh Agam.


*


*

__ADS_1


*


Setelah melakukan drama pagi dengan Daniel, Alana merasa sangat senang. Bagaimana tidak, jika ia melihat anak beruang itu kebakaran hatinya, bahkan mungkin hatinya kini sudah sangat hangus karena melihat Alana dan Daniel yang terlihat sangat dekat.


Sekitar tiga puluh menit menunggu Alana di kampus akhirnya sahabat yang berstatus kakak ipar nya pun baru sampai di kampus. Alana mengernyit heran dengan pakaian yang di gunakan oleh Alyra karena mantan gadis itu memakai Hoodie dengan topinya yang ia pakai dan di talikan ke lehernya.


"Alana, !" Panggil Alyra dan menghampiri sahabatnya yang sedang duduk sendiri di taman.


"Hei apa yang kau gunakan itu. Kau terlihat seperti orang yang sedang masuk angin " ucap Alana sambil memindai pakaian yang dipakai oleh Alyra.


"Jangan tanyakan hal itu, semua ini gara-gara keganasan Kakak mu tahu " jawab Alyra kemudian ia duduk di samping Alana.


"Memangnya apa yang kau lakukan dengan Kakak-ku ?" Tanya Alana.


"Apalagi, yang aku lakukan dengannya sama dengan yang kau lakukan dengan Kak Daniel " bisiknya .


"Memangnya apa yang kami lakukan, kami hanya makan dan tidur itu saja " jawab Alana sambil geleng-geleng kepala.


"Kau pikir kami ini apa , kenapa kami harus saling memakan"


"Sudahlah bicara dengan anak kecil mana mengerti " ucap Alyra sambil tersenyum.


"Siapa yang anak kecil ?!"


"Kau, kau yang masih kecil dan juga masih junior kau belum paham dengan yang aku katakan " ejek Alyra


"Isshh....aku mengerti bahkan sangat mengerti. Tapi aku dengan beruang kebun itu tidak melakukan hal yang kau dan Kakak ku lakukan tahu...!!!"

__ADS_1


"Berarti kalian tidak normal "


"Isshh, aku kunyah saja dirimu itu kenapa kau sangat menyebalkan sihh " kesal Alana, namun Alyra hanya tertawa.


"Alana....Alana " panggil seorang pria tampan yang menghampirinya.


"Ada apa kenapa kau berteriak ?!" Ketus Alana, mungkin nada bicara titisan ulat sutra ini memang ketus dan terkesan jutek tapi percayalah dia adalah gadis yang sangat baik.


"Benarkah kau sudah menikah ?" Tanyanya.


"Sudah, memangnya Kenapa?" jawabnya masih dengan nada ketus..


"Aahhhh kau membuatku patah hati " ucapnya sambil berguling di rumput hijau itu, hingga Alana memutar bola mata malas melihat drama yang dilakukannya.


"Rafasya, berhentilah melakukan drama kau itu sangat menggelikan..." ucap seorang pria yang sangat tampan dengan kharisma nya yang mampu membuat semua gadis tergoda kecuali Alana dan Alyra yang terbiasa melihat mereka.


"Ahhh kau tidak seru Zayan, gadis galak ku ternyata sudah menikah" jawab Rafa sambil duduk di samping Alana.


"Siapa yang kau maksud gadismu itu, dasar anak kuda poni" ucap Alana hingga Alyra terbahak mendengarnya.


Ya kedua pria tampan itu adalah Zayan dan juga Rafasya putra dari Rayan dan juga Reyhan, mereka berempat sudah sangat dekat sedari kecil hingga sudah seperti saudara. Namun dua bulan terakhir ini mereka berdua memang menghabiskan waktu di luar negeri bersama dengan kakek dan nenek nya yaitu Tuan Sanjaya dan Nyonya Delia.


"Tentu saja kau, memangnya siapa lagi. Ternyata ada pria yang mau menikah dengan gadis galak sepertimu " ucap Rafa.


"Siapa pria yang tidak beruntung itu ?" Tanya Zayan yang kemudian duduk bersama mereka.


"Suaminya itu beruang kebun, kudaniel " jawab Alyra sambil terbahak.

__ADS_1


"Apa !! Jadi kau ibu tiriku ?" Tanya Rafasya terkejut karena memang sang Daddy yang mempunyai julukan kudaniel.


"Astaga orang gila bertambah satu lagi " gumam Alana.


__ADS_2