ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 51


__ADS_3

Siang ini seorang pria tampan sedang diliputi kegelisahan yang tak berujung, masalah yang sebenarnya sudah selesai namun ia kurang puas, dengan cara penyelesaian masalah yang sebenarnya ia pun tidak tahu masalah apa yang terjadi. Hingga ia harus melakukan pernikahan mendadak dengan seorang gadis kecil yang baru setengah matang di matanya.


Ya pria itu adalah Daniel, ia kini sedang berada di kantornya dan sedang merenung dengan kejadian tadi pagi. Sudah wajahnya babak belur, tubuhnya juga sakit semua dan kini fi hadapkan dengan pekerjaan yang sangat banyak. Dan juga ia khawatir jika istri dadakannya membuat masalah di apartmentnya.


"Oh astaga, aku tidak bisa berpikir saat ini " ucap Daniel mengacak rambutnya frustasi. "Seharusnya aku tidak menikah dengan bocah itu, aku mencintai Alyra tapi aku malah menikah dengan Alana " gumamnya dan menghembuskan napas kasar dan membayangkan gadis cantik yang tidak mungkin bisa ia miliki.


"Aku berharap menjadi suaminya, tapi kenapa aku malah menjadi adik iparnya, astaga sudah judes galak pula Istriku ini. Padahal semalam aku tidak mimpi di gigit ikan piranha tapi kenapa pagi-pagi aku malah menikah dengan ulat piranha yang galak. Bisa habis di kunyah aku olehnya. " ucap Daniel lagi, kasihan sekali bahkan ia tidak punya teman bercerita hingga ia hanya bisa bicara sendiri.


Karena Daniel adalah seorang anak yang mandiri, orang tuanya sudah tiada sejak lama. Dan kerabatnya juga, ia bahkan sudah tidak pernah lagi melakukan kontak dengannya. Bahkan mungkin mereka lupa pada Daniel yang hanya sebatang kara.


Untung saja perusahaan yang orangtuanya wariskan mampu menopang hidupnya selama ini.


*


*


*


Setelah puas bicara dengan Alana, kini Alyra melakukan panggilan video pada suaminya karena ia sangat merindukan suami tampannya itu siapa lagi kalau bukan makhluk es krim manis, Agam.


(Hallo....suamiku yang tampan )


"Ada apa ? Apa kau merindukanku?" Tanya Agam sambil tersenyum manis.


(Iya aku sangat merindukanmu, ya ampun Kak jangan tersenyum seperti itu aku aku takut terkena diabetes karena senyum-mu itu terlalu manis ) ucap Alyra sambil menutup matanya dan tertawa. Sangat menggemaskan, andai saja Agam berada di rumah sudah pasti istrinya itu akan Agam buat lagi kelelahan.


"Jangan menggodaku, pekerjaanku sangat banyak hari ini" ucap Agam.


(Iya, sama seperti cintaku padamu Kak, sangat banyaaakk )gombalnya lagi.

__ADS_1


"Astaga kau benar-benar menguji imanku Alyra" ucap Agam


(Dan kau juga menguji kesabaran ku karena aku harus menunggumu pulang untuk bisa memeluk dan mencium-mu). keduanya kini tertawa bahagia. Saat ini Agam merasa sangat bahagia, tak hentinya ia bersyukur karena memiliki Alyra sebagai istrinya. Gadis kecil baik hati dan juga selalu tersenyum dalam keadaan apapun. Selalu menghiburnya di saat lelah dan juga Alyra telah mengisi hatinya yang kosong dengan cinta yang tidak terkira.


*


*


Karena tidak bisa bekerja dengan benar karena konsentrasinya pecah, akhirnya Daniel memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang ia membeli dulu makanan untuknya dan juga istrinya Alana. Mengingat kata istri Daniel menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.


"Sudahlah, semuanya sudah terjadi bagaimana pun juga ulat nakal itu kini sudah menjadi tanggung jawabku. Aku harus menerimanya dengan hati yang lapang agar pikiranku menjadi tenang" ucapnya sambil mengendarai mobilnya.


Tak lama setelah itu Daniel pun kembali ke apartemennya, saat ia masuk terlihat gadis kurang matang itu sedang tertidur di ruang tengah dengan televisi menyala. "Ya ampun, kenapa anak ini malah tidur disini bukankah aku sudah menyediakan kamar untuknya" ucap Daniel.


Daniel pun kemudian mengambil selimut karena Alana hanya menggunakan hot pant yang membuat paha mulusnya terekspos, bagaimana pun juga Daniel adalah laki-laki normal. Bohong jika ia tidak tergoda.


Karena lapar ia pun langsung menata makanan di atas meja makan, hingga aroma makanan itu mengusik indra penciuman Alana dan membuatnya terbangun.


"Iya, aku tidak bisa bekerja dengan benar makanya aku pulang saja. Wajah dan tubuhku juga sakit karena di p u k u l oleh kakak-mu" ucap Daniel hingga membuat Alana merasa bersalah, karena kebungkamannya sudah membuat orang di depannya ini terluka. Padahal Daniel sudah sangat baik menolongnya. Alana pun menghampiri Daniel yang sedang membuka makanan yang ia bawa barusan


"Sini aku bantu " ucap Alana.


"Ambilkan piring dan sendok saja, kita makan dulu " ucap Daniel.


"Baiklah...." Jawab Alana sambil pergi ke dapur untuk mengambil piring dan juga sendok.


"Pelan-pelan...!" Teriak Daniel.


"Ya ampun, ingin sekali aku kunyah barang-barang yang ada di sini menyebalkan " gumam Alana. Setelah itu Alana pun kembali membawa piring yang Daniel minta.

__ADS_1


"Kau beli apa ?" Tanya Alana.


"Ayam bakar " Alana langsung tersenyum senang mendengarnya.


"Wuoaahh itu makanan kesukaanku " ucap Alana senang.


"Benarkah ?" Tanya Daniel, dan Alana pun mengangguk sambil tersenyum senang karena saat dia bangun tidur dan perutnya terasa lapar, kini sudah terhidang di depannya makanan kesukaannya Alana.


"Tahu begitu aku tadi membeli kodok goreng " ucap Daniel.


"Aihhh, kau ini memang suami kejam " ucap Alana mengerucutkan bibirnya. Daniel tersenyum ternyata membuat gadis ini kesal membuat mood nya berubah. Dan entah kenapa ia merasa suasana apartment nya menghangat karena ada Alana. Dan ia suka Alana menyukai makanan yang ia bawa.


"Wuoaahh, lalapannya banyak aku suka....aku suka" ucapnya lagi dengan senang. Alana pun mengambil lalapannya dan langsung memakannya karena ia memang suka lalapan terasa segar di mulut nya. Alana makan bahkan tanpa merasa sungkan pada Daniel. Hingga Daniel pun jadi tidak merasa canggung.


"Tidak salah aku menyebutmu dengan ulat, karena kau suka sekali makan daun " ucap Daniel.


"Ini lalapan bukan daun, dasar beruang kebun " jawab Alana dengan kesal.


"Sama saja " jawab Daniel sambil menyuapkan daun selada segar ke mulutnya.


"Iya sama saja dengan mu , aku baru tahu kalau beruang juga suka makan daun " ucap Alana.


Ngik....


' Astaga, seharusnya kau diam Daniel sudah tahu mulutnya itu tajam kau malah terus mengasahnya ' batin Daniel


*


*

__ADS_1


*


Maafkan terlambat up ya , karena di sibukan dengan kenyataan 😌😌, like nya dong 😚😚😚


__ADS_2