ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 24


__ADS_3

Marsha benar-benar kesal dengan sikap Agam hari ini yang menurutnya sangat berlebihan padanya. Agam sekolah ingin menunjukkan padanya. Jika ia dan Alyra memang sudah lama saling kenal bahkan lebih dari itu mereka sudah saling tahu lebih dari apa yang Marsha ketahui selama ini.


Mobil sudah mulai melaju lagi, Agam dan Marsha mulai melanjutkan perjalanannya. Karena kini mereka sudah melewati jalanan macet yang mereka lalui tadi


Sejak Agam membentaknya Marsha menjadi diam, hingga Agam menghela nafas kasar. Agam tahu Agam salah, ia juga tidak tahu kenapa ia merasa sangat emosi hingga membentak Marsha.


.


"Maafkan aku...." ucap Agam tulus sambil melihat ke arah Marsha. Namun Marsha malah memalingkan wajahnya karena ia masih kesal pada Agam.


"Aku tidak bermaksud marah padamu..." ucap Agam


"Tapi kau melakukannya ...." ucap Marsha.


"Aku tahu, makanya aku meminta maaf "


"Kau meminta maaf untuk menyakiti ku lagi di kemudian hari..." jawabnya sambil terisak.


"Tidak...."


Setelah itu Marsha tidak mengatakan apapun lagi pada Agam, dan Agam pun tidak bertanya lagi pada Marsha. Pikiran mereka disibukan oleh pikiran masing-masing yang sedari tadi mengganggu mereka.


*


*

__ADS_1


*


"Alyra...." panggil Daniel


"Ya...." jawabnya sambil menyuapkan makanannya kedalam mulutnya yang kecil itu.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Tanya Daniel serius.


"Tentu saja, memangnya Kak Daniel mau mengatakan apa ?" Tanya Alyra. Daniel berdehem untuk menetralkan suaranya untuk mengeluarkan pertanyaan yang ada di dalam hatinya.


"Sebenarnya apa hubunganmu dengan Agam ?" Tanya Daniel serius.


"Oh...Kak Agam itu suami aku " jawab Alyra santai.


"Apa....!!!" Daniel sangat terkejut mendengarnya untung saja posisi jantung dan ginjalnya tidak berpindah tempat saking kagetnya. Berbanding dengan Daniel Alyra sangat santai mengatakan hal yang sebenarnya.


"Jadi kau dan Agam itu suami istri ?" Tanya Daniel dengan wajah tegang, seolah ia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Iya kami dinikahkan secara paksa waktu pagi-pagi..." jawabnya terbahak, seolah tidak ada beban. Astaga ucapan teh manis ini membuat Daniel terkena serangan ginjal untuk yang kedua kalinya.


"Dinikahkan paksa....?"Tanya Daniel lagi sambil menyeka keringatnya yang tiba-tiba keluar dari dahinya. Apalah Daniel ini bertanya pada Alyra sampai mengelurakan keringat dingin, seolah sedang menghadapi ketegangan yang luar biasa.


"Iya....lebih tepatnya Kak Agam yang terpaksa karena aku sangat senang bisa menikah dengannya" ucap Alyra.


"B-bagaimana kau bisa menikah dengan Agam ?" Tanya Daniel, kini Daniel menyiapkan mentalnya dengan kuat untuk mendengarkan penjelasan dari Alyra yang yang selalu jujur ini. Tapi terkadang kejujuran Alyra selalu membuat sebagian orang takut. Alyra terlihat berpikir dengan membolak-balikan matanya sambil menggigit sendok yang ia pegang, seolah ia sedang mengingat sesuatu.

__ADS_1


Namun sesuatu yang Alyra ingat itu, kini malah jadi membuat wajahnya merah karena malu.


"Emmmm..... aku tidak mau bilang aku malu " jawab Alyra, Daniel menghela nafas kasar. Kini tubuhnya terasa lemas karena sudah mendengar sesuatu yang seharusnya ia tahu dari awal.


"Baiklah aku mengerti...." ucap Daniel langsung menunduk, karena ia mengerti tidak mungkin jika Alyra menceritakan tentang ehem-ehem nya dengan Agam. Itulah yang ada dalam pikiran Daniel saat ini. Memangnya apalagi yang membuat seorang laki-laki dan perempuan yang dipaksa menikah jika bukan karena melakukan sesuatu yang berbau aye-aye.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, jika Agam dipaksa menikah dengan Alyra hanya karena minum susu saja. Ya ampun Agam baru tahu jika minum susu malam-malam sambil mabuk itu mempunyai efek samping yang luar biasa. Karena bonusnya saat pagi ia harus menikahi seorang gadis.


" Tapi Papa bilang, jika kak Agam belum mencintaiku maka resepsi pernikahan tidak boleh dilakukan " ucap Alyra mengatakan yang sebenarnya.


"Jadi pernikahan kalian itu bagaimana ?" Tanya Daniel yang mulai penasaran dengan pernikahan antara Agam dan Alyra


"Pernikahan kami itu sah dimata hukum dan agama, hanya saja memang belum resepsi saja " ucap Alyra santai.


Daniel mulai berpikir kembali jika mungkin saja pernikahan ini bukanlah keinginan Agam. Karena yang Daniel tahu jika Agam sangat mencintai Marsha. Maka dari itu, saat Daniel mendengar Agam dan Alyra menikah ia merasa sangat terkejut. Bukankah selama ini Agam sangat mencintai Marsha, lalu kenapa Agam bisa menikah dengan Alyra.


Baiklah sekarang Daniel mulai bisa mencerna semuanya jika pernikahan mereka berdua tanpa di dasari cinta . Rio juga tidak mau melakukan resepsi pernikahan dengan cepat karena Daniel yakin ia menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya bercerai.


Daniel mulai merasa jika kesempatan untuk mendapatkan hati Alyra sangatlah besar, dimana Daniel tahu jika Agam tidak mempunyai perasaan pada gadis pujaannya ini. Keringat dingin Daniel langsung menghilang karena kenyataan yang baru ia ketahui, dan ia juga masih mempunyai kesempatan yang besar untuk mendapatkan hati Alyra.


"Aku akan merebut hatimu Alyra....." gumam Daniel tersenyum melihat ke arah Alyra.


*


*

__ADS_1


*


Likenya tambah dong sama giftnya hadiah buat Mimin yang udah rajin 💃💃💃💃😘😘😘


__ADS_2