ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 58


__ADS_3

Alana mencengkram bahu polos Daniel, hingga Daniel dibuat meremang olehnya dengan perasaan campur aduk Daniel terus menyelami bibir mungil dan manis itu. Karena terasa sangat nikmat untuk dinikmati. Hingga suara seseorang menyadarkan keduanya.


"Daniel....!!!" panggilnya dengan sorot mata yang yang sulit di jelaskan karena melihat adegan live di depan matanya.


Daniel dan Alana pun melepaskan pagutan mereka, terlihat Marsha sedang berdiri di sana dan melihat adegan live mereka berdua yang membuatnya semakin terbakar. Dadanya terasa panas dan nyeri melihat pria yang ia cintai namun tidak mencintainya itu kini sedang bercumbu dengan perempuan yang sangat tidak ia sukai.


Terpukul, itulah perasaannya saat ini. Ia terlihat konyol dan sangat bodoh melihat adegan panas itu dihadapannya. Ia ingin pergi meninggalkan apartement Daniel tapi satu sisi hatinya ingin mengganggu kebahagiaan mereka berdua. Maka dari itu ia memutuskan untuk memanggil Daniel.


"Marsha sedang apa kau di situ ?" Tanya Daniel, namun Marsha malah memalingkan wajahnya dengan air mata menetes di pipinya. Sungguh hatinya terasa sangat sakit saat ini.


"Kak Daniel, " panggil Alana. Daniel yang masih berada di atas tubuh Alana pun langsung terbangun. Astaga bahkan untuk menyingkirkan tubuhnya dari tubuh Alana pun Daniel sampai lupa. Entah lupa atau nyaman yang Daniel lakukan itu. Dasar beruang kebun memang.


Daniel pun bangun dari tubuh Alana dan duduk di kasurnya Alana tanpa mau menghampiri Marsha, namun sebuah selimut tebal di selimutkan di tubuh Daniel oleh Alana. Ia tidak rela tubuh suaminya yang seksi di lihat oleh anak beruang gatal itu.


"Daniel aku..."


"Marsha pulanglah " tiba-tiba ucapan Daniel seperti garam yang ditaburkan di atas lukanya yang menganga. Marsha benar - benar tidak percaya Daniel melakukan hal itu, sakit perih yang ia rasakan saat ini.


"Daniel...."


"Aku sudah menikah Marsha, tolong jaga sikapmu apalagi masuk ke dalam kamar orang yang sudah berpasangan, seharusnya itu tidak kau lakukan. " Ucap Daniel lagi.


Mendengar Daniel bicara Alana pun hanya terdiam, ia juga bingung harus mengatakan apa karena yang dikatakan oleh Daniel memang benar. Seharusnya Marsha memang mengetuk pintu dulu dan jangan dulu masuk ke apartemennya dan juga masuk ke kamar tanpa permisi lalu memanggil seorang suami yang sedang mencumbu istrinya. Bukankah itu memang tidak sopan bahkan Alana pun memikirkan hal yang sama.


Tanpa bicara lagi Marsha pun langsung pergi meninggalkan apartement Daniel, Daniel pun keluar dari kamar Alana dan pergi ke kamarnya.

__ADS_1


"Oh astaga apa yang aku lakukan dengannya" gumam Alana sambil memegang bibirnya.


"Ya ampun, baru saja aku berciuman dengan beruang kebun itu. Astaga aku malu....aku malu, !" Alana berguling-guling di atas kasurnya. Namun sejenak kemudian ia duduk kembali dan melihat ke arah luar kamar. Perut laparnya terasa lagi, tapi ia malu untuk keluar kamar.


"Aku lapar tapi aku malu, apa yang harus aku lakukan, aaaaarkhhhh aku bingung " Alana menyandarkan kepalanya di ranjang tidurnya sambil menutup wajahnya dengan bantal.


*


*


*


Malam ini Alyra kedatangan tamu spesial si rumahnya karena Papa kesayangannya dan juga mamah nya datang ke rumah untuk makan malam bersama.


Karena tahu jika putrinya tidak akan memasak untuk itu Rio dan Naura membawa makanan yabg sudah siap si hidangkan di sana. Agam dan Alyra sangat senang melihatnya, apalagi mereka baru saja selesai bertempur. Karena Tadi saat sore pulang bekerja Agam mengajaknya bermain kikuk-kikuk.


"Al, siap kan dulu untuk suamimu sayang " ucap Naura.


"Menantumu itu bukan anak kecil dia bisa mengambilnya sendiri" ucap Rio.


"Kalau begitu kau juga harus mengambil makananmu sendiri, karena kau juga sudah tua " jawab Naura santai. Ingin sekali Agam menjawab ucapan mertua tak berakhlaknya ini, karena ia merasa sangat kesal melihatnya, namun ia tahan karena ada Alyra di sana jika tidak habislah sudah mertua durjananya itu.


"Papa, Papa tidak boleh mengajarkan putrimu yang cantik ini menjadi istri durhaka, " ucap Alyra sambil memberikan nasi beserta lauknya pada Agam.


"Terima kasih sayang " ucap Agam.

__ADS_1


"Sama-sama cintaku..." jawab Alyra.


"Kalian sangat romantis Mamah senang melihatnya" ucap Naura.


"Mantan bocah bongsor itu pura-pura " ucap Rio asal, memang benar-benar mertua durjana teh celup itu. Jika bicara selalu seperti buang angin saja, asal bunyi dan menyebalkan.


"Enak saja, Kak Agam itu tidak pura-pura mencintaiku dia memang mencintai ku " ucap Alyra tidak terima dengan ucapan teh celup durjana.


"Jangan dengarkan Papa Mu Al, kau seperti tidak tahu saja dia seperti apa " sambung Naura.


"Aku bicara kenyataan, memangnya kau punya bukti jika suamimu ini sangat mencintaimu ?" Tanya Rio.


"Astaga, ingin sekali aku buang mertuaku ini dan memberikannya untuk makanan buaya ' gumam Agam dalam hati.


"Akan aku beri bukti " jawab Alyra.


"Memangnya apa buktinya ?" Tanya Rio pada Alyra.


"Tunggu saja, aku akan mencetak cucu untukmu Pah. Kak Agam kita harus semangat mengadon cucu untuk Papa supaya dia percaya jika kau mencintaiku !" ucap Alyra dengan semangat.


"Baiklah, aku akan segera memberimu cucu makhluk Teh m-maksudku Pah " ucap Agam dengan semangat.


"Aiihhh....."


' Bibirku gatal ' batin Agam

__ADS_1


****


Babang Agam semangat banget mau ngadon cucu.buat teh celup 😆😆😆


__ADS_2