
Setelah Alyra diperiksa Rio dan juga Naura belum pulang dari kediaman Agam karena mereka masih mengkhawatirkan putrinya yang dinyatakan tengah hamil muda.
Dokter sudah pulang dari tadi begitu pun dengan Alana karena tadi ya dihubungi oleh Daniel untuk mengajaknya makan siang bersama. Sepertinya hubungan mereka saat ini mulai dekat meskipun Alana masih menunjukkan sikap ketus kepada Daniel namun sebenarnya ia merasa malu kepada suami yaitu.
Kembali ke kediaman Agam
Kini Rio tengah menatap tajam menantunya itu, ia ingin sekali mencekik menantunya sekarang juga. Bagaimana bisa dia menghamili putrinya yang masih muda. Rio bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika nanti putrinya mengalami kesusahan saat kehamilannya mulai membesar, dan mengalami kesakitan saat melahirkan nanti.
Rio benar-benar tidak bisa membayangkannya ia tidak tega melihat anaknya kesakitan ataupun kesusahan, dan semua ketakutannya ini disebabkan oleh kelakuan dari gagang sapu menantunya yang tidak sopan.
"Bocah bongsor apa kau tidak bisa menundanya, apa gagang sapumu itu tidak bisa kau tahan sebentar lagi saja sampai putriku lulus kuliah, !" Ucap Rio dengan kesal.
"Maaf Pah, aku tidak bisa menahannya aku ini laki-laki normal. Lagi pula Alyra itu istriku, sudah sewajarnya jika aku menyentuhnya tidak ada dalam aturan jika aku tidak boleh menyentuh istriku," jawab Agam tidak mau kalah.
"Setidaknya pakailah pengaman," ucap Rio dengan sinis.
"Rasanya pasti tidak enak," jawab Agam datar.
"Astaga, memangnya kau pernah mencobanya ?" Tanya Rio
"Tidak pernah dan juga tidak mau," masih dengan wajah datarnya Agam menanggapi mertuanya yang sedang mengomel.
"Sudahlah sayang, seharusnya kau senang akan mendapatkan cucu bukannya marah-marah," Naura mencoba menenangkan suaminya
"Aku senang tapi kasihan putriku, tubuh kecil itu sedang mengandung bayi bocah ini, " Agam hanya menghela napas kasar melihat kelakuan mertuanya ini.
"Kalau kau senang sekarang diamlah, seharusnya sebagai sesama pria kau bisa mengerti apa yang dirasakan oleh menantumu itu. Kau saja yang sudah berumur dan sudah mempunyai putri yang sudah dewasa, tapi gagang sapumu itu masih tidak bisa dikontrol dan selalu berbuat semaunya. Apalagi Agam yang masih muda dan mempunyai keinginan yang tinggi, bagaimana mungkin kau dengan tega memintanya untuk menahan burung pipitnya berdiam diri di dalam sana. Jangan jadi mertua yang kejam berbuat baiklah sedikit, sedikit berbuat baik kepada menantumu tidak akan melunturkan ketampananmu." ucap Naura
"Baiklah, baiklah. Demi ketampananku yang harus aku jaga aku memaafkanmu, " Rio pun mulai bernapas dengan normal dan duduk di samping Naura setelah tadi berdiri dan bertolak pinggang memarahi menantunya. Namun yang dimarahi seolah tidak peduli, ia malah memikirkan istrinya yang hamil dan ia sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah ia tidak peduli mertuanya akan mengatakan apapun padanya yang penting baginya adalah ia sangat mencintai istri dan juga calon anaknya.
"Ya ampun, Agam maafkan suamiku ya..." ucap Naura
__ADS_1
"Tidak masalah Mah, aku mengerti" jawab Agam tersenyum ke arah Naura.
"Jangan tersenyum pada istriku..." ketusnya
"Astaga, jika saja dia bukan mertuaku sudah aku cekik dari tadi. mendengar ia bicara membuatku kepala ku sangat sakit." gumam Agam.
*
*
*
Disebuah restoran Daniel sedang menunggu istrinya datang, mulai saat ini Daniel sudah memantapkan hatinya untuk Alana, sudah tidak ada lagi nama Alyra di hatinya. Dan kini hanya nama Alana lah yang ada di dalam hati dan juga pikirannya.
Ia sudah menunggu kedatangan Alana dari tadi dan orang yang sedang ia tunggu pun kini sudah tampak hadir di depan matanya terlihat sangat cantik seperti biasa.
"Kak Daniel kau sudah lama menungguku,?" Tanya Alana.
"Kau mau pesan apa,?" Tanyanya pada Alana.
"Samakan saja denganmu, Kak ?"
"Baiklah, " jawab Daniel, kemudian ia pun memesan makanan kepada pelayan restoran itu.
"Kau darimana ?"Tanya Daniel.
"Aku dari rumah Alyra, kau tahu kak Alyra hamil" ucap Alana dengan antusias.
"Benarkah,?"
"Iya, itu artinya kita akan punya keponakan Kak" masih dengan senyum riangnya Alana berbicara.
__ADS_1
"Sepertinya kau senang sekali ?"
"Tentu saja, siapa yang tidak senang jika akan mempunyai keponakan"
"Kau suka anak kecil,?" Tanya Danil
*Sangat, aku sangat suka karena mereka sangat lucu. Makanya aku ingin menjadi guru sekolah Taman kanak-kanak "
"Kalau kau suka anak-anak Kenapa kita tidak membuatnya saja" bisik Daniel di dekat telinga Alana hingga bulu kuduk Alana meremang.
"Issshh...Kak Daniel bukankah semalam sudah" ucap Alana dengan wajah memerah karena ia merasa malu pada Daniel.
"Hei tidak cukup satu kali tapi harus berkali-kali, kita akan mencobanya nanti malam," ucap Daniel tersenyum mesum.
"Kak..." rengek Alana.
"Baiklah setelah makan kita akan pulang dan mencobanya lagi," bisik Daniel.
"Dasar beruang mesum,"
"I love you ulat nakal ku"
Alana hanya bisa menundukan wajahnya karena merasa malu dengan ucapan Daniel. Tingkah ulat galak ini sungguh benar-benar memuat Daniel sangat gemas hingga ia ingin mempercepat makan siangnya dan mengajak Alana pulang ke apartemen
***
Alhamdulillah ekstar part kedua mudah-mudahan kalian gak bosen ya 🤗🤗
Mampir di cerita anak bebek lucu Rania di GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
I Love you 😘 😘😘
__ADS_1