
Setelah mendengar suaminya terluka Alyra pun bergegas pergi ke kantor Agam, apalagi Agam tadi mengirimkan fotonya yang babak belur akibat perbuatan dari pengasuh beruang. Itu membuat Alyra semakin geram saja kepada pengasuh dan juga anak asuhnya itu.
"Awas saja jika nanti aku bertemu dengan pengasuh beruang itu, akan aku buat dia menjadi sate dan gulai beruang. Enak saja suami tampanku dibuat seperti ayam geprek, kasihan sekali kan Kak Agamku sayang." Aira terus menggerutu sepanjang jalan menuju ruangan Agam.
Sayangnya sepanjang perjalanan ia tidak melihat pengasuh dan anak beruang beruang itu. Itu karena Daniel sudah pulang sedangkan Marsha sedang mengerjakan pekerjaan di luar. Alan sengaja menyuruh anak beruang itu mengerjakan tugas lapangan dulu, karena ia tahu jika Agam menghubungi Alyra. Alan tidak mau ada lagi kekacauan di kantor, apalagi anak teh celup itu jika marah mirip dengan anak banteng. Alan sudah membayangkan keributan apa yang akan terjadi nanti. Dan ia tidak mau pusing menghadapinya.
*
*
Alyra sampai di kantor saat Alan beserta yang lainnya sudah pulang, Agam sengaja meminta mereka untuk pulang agar tidak menggangu acara mesra-mesra nya bersama dengan Alyra. Dan tentu saja Agam sudah membayangkan hal yang tidak-tidak dengan Alyra. Hingga ia tertawa sendiri karena merasa geli membayangkan kejadian yang bahkan belum ia rasakan. Dasar memang, . Es krim itu kini mengalami kekurangan kewarasan karena virus teh manis sudah menyebar kedalam pikirannya.
Terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru dan Agam yakin jika itu adalah suara Alyra, ia yang sedang tersenyum malu-malu kambing pun langsung pura-pura tiduran dan merintih kesakitan. Agar istrinya itu merasa khawatir padanya.
"Kak Agam !!! " Teriak Alyra, ia langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Agam. Alyra shock melihat suami tampannya tidak berdaya, ia melihat Agam sedang terbaring di sofa meringis sambil memegang wajahnya yang lebam.
"Oh tidak, Kak Agamku sayang apa yang terjadi, kenapa kau menjadi seperti ayam penyet seperti ini, " ucap Alyra memegang wajah Agam yang lebam dengan perlahan. Sentuhan Alyra memang sangat lembut sangat berbeda dengan adiknya yang main tekan wajahnya yang terluka.
"Aaarhhh.... ini sakit Al " ucap Agam sambil melihat wajah cantik istrinya dari dekat.
__ADS_1
"Ahh...iya maaf-maaf, aku obati ya mana dimana kotak obatnya ?" Tanya Alyra, yang hendak berdiri untuk mencari kotak obat namun tangannya ditarik oleh Agam hingga Alyra terduduk lagi. Agam pun mencoba bangun dan duduk di samping Alyra. Agam menarik pinggang kecil itu dan mendekatkan tubuhnya pada Alyra. Ia lalu menyandarkan kepalanya di bahu Alyra.
"Jangan kemana-mana, cukup peluk aku saja seperti ini itu akan menyembuhkanku " ucap Agam kemudian ia memeluk tubuh kecil itu dan menelusupkan wajahnya di ceruk leher Alyra. Alyra tersenyum melihat tingkah Agam yang manja kepadanya.
"Ternyata aku memang tidak salah menyebutmu seperti Es Krim, " ucap Alyra sambil membelai rambut Agam.
"Aku tahu, karena aku sangat enak iya kan ?" ucap Agam tersenyum.
"Iya, tapi selain enak kau juga sangat manis. Ya ampun Kak aku semakin mencintaimu saja " Alyra berkata dengan sangat senang, Agam pun semakin senang mendengarnya. Rasa sakit yang ia rasakan seolah menguap begitu saja.
"Aku juga mencintaimu Alyra..." ucap Agam, ia mengangkat wajahnya dan melihat wajah cantik Alyra dari dekat. Kemudian Agam mengusap bibir pink yang terlihat sangat menggoda itu, membukanya sedikit dan kemudian membenamkan bibirnya di sana. Bibir kecil itu kini sudah menjadi candu untuknya. Agam seolah tak pernah puas dengan apa yang ia lakukan pada Aira.
*
*
*
"Dad, kenapa tadi Daddy tidak menghukum anak beruang dan beruang kebun itu ?" Tanya Alana, kini mereka sudah ada kantor Alan.
__ADS_1
"Setiap orang mempunyai kesempatan kedua, bukan begitu Mom,?" Tanya Alan karena ia juga dulu sempat melakukan hal yang sama dengan Marsha.
"Benar, suatu saat nanti ia pasti akan berubah. Ia hanya belum menyadari dimana letak kesalahannya, tapi suatu saat nanti ia akan merenung dan ia akan mengetahui bahwa selama ini yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan bahkan Itu adalah sebuah kesalahan besar" ucap Keysa.
"Bagaimana kalau ia tidak berubah, dan malah semakin menjadi lebih parahnya mungkin ia bisa saja mengganggu rumah tangga Kakak dan juga Alyra" Alana terlihat sangat kesal.
"Setiap orang membutuhkan kesempatan kedua sayang," ucap Alan.
"Baiklah, tapi jika sampai mereka mengganggu Kakak dan juga Alyra aku sendiri yang akan menghukum mereka !" Tegas Alana.
"Baiklah, Daddy tidak akan melarangmu jika itu sampai terjadi" ucap Alan.
*
*
Maafkan telat up , karena kehidupan dunia nyata memang sangat menyita waktu 😌
Like nya dong 😚😚😚💃💃💃
__ADS_1