Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang

Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang
chapter 108


__ADS_3

Asih mengikuti Alex ke pentri kantor dan menyuruh para OB buat keluar dari pentri karena Asih ingin membuatkan susu ibu hamil walaupun para OB bingung melihat asisten CEO masuk ke dalam pentri sedangkan Asih cuma menunduk karena malu


" Asih saya enggak suka susu" ucap Alex melihat Asih sibuk nasak air panas


" jelas enggak suka pak ini kan susu ibu hamil mana boleh di minum sembarangan" ucap Asih santai enggak faham arah pembicaraan Alex


" saya tahu itu bahkan susu di jual bebas saya juga enggak suka enggak enak rasanya" lanjut Alex melihat gunung kembarnya Asih dengan senyum licik


" kalo semua susu enggak enak susu apa yang anda suka pak aneh aneh saja" lanjut Asih menuangkan susu kedalam gelas


" yang saya suka susu gantung hahaha" lanjut Alex yang matanya masih melihat melihat gunung kembarnya Asih dengan menelan saliva nya


" astaga anda mesum sekali pak pantes anda dari tadi melihat saya seperti itu anda bener bener lagian susu itu buat bayi pak mana boleh selain bayi minum pak" protes Asih dengan malu dan membalikan badannya


" tapi yah memang itu yang saya doyan bisa berlama-lama saya **** pucuk gunung kembarnya sampai kenyang hahahaha" lanjut Alex langsung memeluk asih dari belakang dan mencium leher bagian belakangnya Asih


" lepasin pak geli ini di pentri dan susunya sudah jadi" lanjut Asih melepaskan pelukannya Alex

__ADS_1


" buat yuk" goda Alex


" ogah" protes Asih langsung jalan


Alex yang melihat Asih langsung jalan langsung terkekeh senengnya bikin Asih kesel ke arah arah memuaskan hasratnya, Alex langsung nyusul Asih.


dilain sisi, Delon mengelus perutnya Nabila yang anaknya terus terusan nendak membuat Delon mencium perutnya Nabila dengan gemes merasakan gerakan bayinya


" sayang apa tadi kamu sakit perut karena tendangan keras anak kita" ucap Delon yang masih mengelus perut buncitnya Nabila


" yah enggak masalah sayang aku enggak marah kok" lanjut Delon tangannya memainkan area sensitifnya Nabila


" disuruh kesini liat kalian bermesraan berengsek kamu Delon" protes Alex saat masuk kedalam ruangannya Delon


" kalian kelamaan suruh siapa coba" protes Delon yang merapihkan bajunya Nabila


" maafkan saya bu" ucap Asih nunduk karena malu dan rasa bersalah

__ADS_1


" enggak apa apa Asih yang nakal kan pak Alex enggak ada bosannya ganggu kamu" protes Nabila melihat Alex sinis


" jadi candu bu bermesraan sama Asih yah seperti kalian saja lah cuman kita enggak sampai panjat pinang bu habisnya Asih masih malu bu" lanjut Alex terkekeh tanpa memperdulikan pelototan dari Asih dan Nabila


dilain sisi, kondisi Anton sudah mulai membaik walaupun Anton sudah boleh pulang tapi kondisinya masih belum stabil dan enggak boleh tidur di dalam sel, Anton mendapatkan tempat istirahat di rumah Kapolda yang sahabatnya Delon dan Anton mendapatkan perawatan intensif dan dokter setiap minggunya datang memeriksakan kondisi Anton dan memberikan obat, Anton melaksanakan ronsen akhir untuk mengecek kondisi kesehatannya selama lima bulan di rawat di rumah sakit, Anton merasa beruntung selama sakit dirinya mendapatkan perlakuan yang baik walaupun dalam pengawasan yang ketat dan mendapatkan makanan yang lebih dari cukup, mungkin tahanan banyak yang merasa iri atas fasilitas dan dispensasi yang diberikan ke Anton


" bulan depan kamu akan kembali ke sel melanjutkan masa hukuman kamu" ucap Kapolda melihat Anton makan buah dengan santai


" boleh enggak saya melihat perusahaan kaka saya di temenin deh sama kamu atau sama polisi" ucap Anton melihat sahabatnya


" enggak bisa Anton kamu sudah mendapatkan dispensasi seperti ini tahanan lain mana ada yang diberikan kemewahan seperti ini saat sakit" tegas Kapolda sambil menikmati apel dan jeruk


" baik lah saya ikuti aturan saja tapi terimakasih yah sudah memberikan saya fasilitas seperti ini selama saya sakit" lanjut Anton membogem pelan bahu Kapolda


" karena kamu teman masa kecil saya dan Delon jadi ada rasa kasihan kalo bukan kamu tetap di dalam sel dengan kondisi tubuh yang lemah" lanjut Kapolda


Anton merasa beruntung sahabatnya bener bener memperlakukan baik dirinya selama sakit bahkan selama didalam penjara Anton dan kakaknya selalu menerima makanan enak dan dibagikan ke para tahanan lainnya juga

__ADS_1


__ADS_2