Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang

Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang
chapter 29


__ADS_3

Anton diam diam memasukkan obat tidur kedalam minuman Nabila, dan jalan kearah Nabila yang sudah duduk manis di kursinya


" minuman manis buat wanita manis' puji Anton yang melihat Nabila sambil tersenyum


" terimakasih, apa sebaiknya kita ke tempat lain saja maaf saya enggak nyaman disini" ucap Nabila yang enggak nyaman di caffe seperti ini


" sekali kali enggak masalah, hayu diminum jusnya mumpung masih dingin" lanjut Anton yang enggak sabar menantikan permainan ranjang perdana bareng Nabila


Nabila langsung minum jus pemberian Anton, beberapa menit kemudian Nabila merasa pusing di kepala nya membuat Nabila hampir jatuh


Anton yang melihat reaksi obat nya berjalan, langsung membawa Nabila masuk kedalam kamar yang sudah dipesannya


dikesadaran yang masih tersisa Nabila bisa melihat dirinya dibawa seenaknya kedalam kamar dan melihat Anton buka baju dengan senyum menggoda


" kamu mau ngapain, kenapa bawa saya kesini, aduh kepala saya pusing" protes Nabila sambil mundur berusaha membuka pintu


" jangan munafik Nabila jadilah teman ranjang saya juga, saya akan memberikan apapun yang kamu mau asal bisa membuat saya puas" ucap Anton yang berjalan mendekati Nabila


" jangan lakukan saya mohon jangan paksa saya jadi teman ranjang kamu lepaskan saya" lanjut Nabila nangis karena merasa takut

__ADS_1


" disini semuanya sama jadi kalo kamu teriak mereka enggak peduli" lanjut Anton yang kini memegang tangan Nabila dengan keras


" dasar laki laki gila" teriak Nabila yang menendang rudalnya Anton membuat Anton kesakitan


" sialan gadis kampung" teriak Anton yang langsung pegang rudalnya karena ditendang Nabila sungguh kuat tenaga Nabila membuatnya lemas


Nabila langsung membuka pintu dan langsung lari sekuat tenaga meninggalkan caffe, sampai depan caffe tiba tiba Nabila jatuh dan enggak sadarkan diri.


dunia terasa gelap, Nabila masih merasakan badannya diangkat banyak orang, begitu banyak nya suara suara panik.


dilain sisi, Alex jalan pelan pelan menghampiri tempat Delon dirawat, selang infus terpasang di badannya Delon membuat Alex merasa bersalah


Alex langsung mengambil handphone nya menghubungi manajer perkebunan ingin tahu perkembangan disana


manajer: disini sudah dilakukan pembersihan pak dan bagaimana jenazah kedua orangtuanya Nabila apa langsung kita kubur saja


Alex: yah langsung dikubur saja


manajer: baik tuan

__ADS_1


Alex: selidiki penyebab kebakaran karena sebelum saya pulang kondisi perkebunan masih baik baik saja ini aneh sekali


manajer: baik tuan


Alex mematikan telefon nya dan memasukkan handphone nya kedalam kantong, enggak beberapa lama kepala pelayan menelepon Alex dan Alex langsung mengangkat telefon nya


" ada apa" tanya Alex yang masih setia temani Delon


" maaf tuan mengganggu anda, tapi nona Nabila belum pulang tuan maafkan saya" ucap kepala pelayan dari seberang sana


" kok bisa nona belum pulang memangnya dia kemana" tanya Alex panik dan bingung


" maaf tadi nona jam lima pergi ke apotek buat beli tespek tapi sudah jam tujuh nona belum pulang tuan" lanjut kepala pelayan lemas


" bodoh membiarkan nona pergi sendirian, yah sudah saya bantu cari kemana nona pergi" bentak Alex yang kesal


perasaan Alex jadi kacau karena dalam sehari banyak masalah yang datang tiba tiba kebun kebakaran, tiba tiba kecelakaan dan Sekarang nona menghilang entah kemana


Alex mau atau enggak langsung mencari keberadaan Nabila sebelum Delon sadar, sebelum pergi Alex menitipkan Delon ke suster selamat dirinya pergi

__ADS_1


dilain sisi, Anton langsung ngamuk karena rencananya gagal main panjat pinang bareng Nabila, semua rencana nya gagal total, sudah bayar mahal mahal supaya Delon lama pulang tapi rencananya sia sia


" sialan gadis kampung itu awas saja" maki Anton yang kesal


__ADS_2