Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang

Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang
chapter 74


__ADS_3

kakanya Anton membuka map yang dibawanya rencana menjebak Delon baru dimulai, kakanya Anton merencanakan balas dendam karena Delon adiknya di penjara dan enggak bisa dibebaskan dengan jaminan apapun


" enggak masalah Delon itu salah dia, oh yah maksud saya kesini mau ajak kamu kerjasama" ucap kakanya Anton pura pura


" kerjasama apa yah ka" ucap Delon firasat nya jadi enggak enak entah kenapa perasaan nya jadi gelisah


" saya mau barang barang dagangan kamu masuk kedalam perusahaan saya AC, TV, kulkas,dan lemari. kamu masukkan kedalam perusahaan saya kita bagi hasil bagaimana" lanjut kakanya Anton memberikan map biru yang dipegangnya ke Delon


" boleh juga sih ka saya setuju kapan mau dibawanya dan mau berapa banyak" ucap Delon santai merasa beruntung karena barang dagangannya bisa punya cabang


" di kertas itu sudah ditulis berapa banyak nya kalo mau kita ke perusahaan saya yang di Makassar besok bagaimana" lanjut kakanya Anton sengaja membuat mendadak


" mendadak sekali ka, tapi boleh juga saya minta orang gudang menyiapkan barang barangnya" lanjut Delon enggak sia siakan waktu

__ADS_1


" saya mau kasih kado pernikahan kalian ke istri kamu bolehkan sekalian kenalan" lanjut kakanya Anton


" boleh saja ka yuk sekalian saya mau makan siang di rumah" lanjut Delon merapikan meja kerjanya


dilain sisi, para pelayan dan koki dibuat repot sama Nabila buat masakan cukup banyak dan ribet, pelayan merasa lelah membuat koreket Nabila yang mendengarnya cuman bisa geleng geleng kepala saja


" maafkan kami nona protes dari tadi" ucap pelayan takut majikan nya marah


" santai saja saya enggak marah kok, tapi kalo Delon doyan saya bisa selalu bikin kalo Delon request makanan ini lagi" ucap Nabila santai sambil terkekeh


Nabila terkekeh melihat karyawan nya ngeluh Mulu, Nabila memasukan bakwa kedalam penggorengan koki cuman lihatin majikan nya membuat bakwan, awalnya Nabila nolak koki yang melanjutkan tapi melihat bahan masih banyak jadi membiarkan koki yang masak


" jangan sampai gosong yah bakwannya" perintah Nabila sambil memberikan adonan ke koki

__ADS_1


" baik nona" ucap koki kesel


Nabila langsung memotong tempe lebih tipis lagi karena potongan pelayan terlalu tebal membuat Nabila membantunya


" ukuran nya bener tapi terlalu tebal enggak akan enak tempenya" protes Nabila memotong tempe lebih tipis


" baik nona maafkan saya" ucap pelayan lemes dan lihatin majikan nya motong tempe


" enggak masalah enggak usah minta maaf orang baru bisa masak pasti melakukan kesalahan kok, badan saya lemes mungkin kelelahan saya istirahat yah" lanjut Nabila meletakkan tempe potongan nya keatas meja


" baik nona biar kita yang lanjutkan nona istirahat saja" lanjut pelayan langsung memotong tempenya lagi


Nabila melihat adonan keroket, bakwan,dan tempe mendoan sudah sesuai olahan nya tadi pelayan dan koki tinggal melanjutkan menggoreng dan gulung keroket dengan baik dan di goreng, Nabila lega hasil dirinya sudah matang karena Nabila ingin suaminya makan buatannya sendiri diri, Nabila langsung jalan menuju kamar

__ADS_1


dilain sisi, Delon dan kakanya Anton selama perjalanan ngobrol dengan santai, Alex yang melihat kakanya Anton merasa curiga dengan mudahnya ajak kerjasama, Alex kwartir ada niat jahat dibalik kerjasama yang ditawarkan ke Delon


__ADS_2