
Nabila duduk lemes dipusaran kedua orang tuanya, Nabila nangis histeris membuat Delon langsung memeluk istrinya dan mencium kepalanya dengan lembut
" ikhlaskan sayang mereka sudah tenang jangan nangis terus aku janji akan selalu menjaga kamu dan membahagiakan kamu terus" ucap Delon mencium bahu istrinya
" padahal aku bahagia sekali hamil mau kasih tahu ibu harapan ibu punya mantu orang kota terpenuhi tapi mereka meninggal dunia dengan tragis seperti ini karena aku membuat Anton nafsu lihat aku" ucap Nabila menyesal dan sakit hati
" ini semua bukan salah kamu jadi aku mohon berhenti lah. menyalahkan diri sendiri karena musibah ini" lanjut Delon yang semakin benci sama Anton karena ulahnya istrinya nangis terus dan meratapi kepergian orang tuanya
" aku sekarang sebatang kara sayang sudah enggak ada yang aku punya" lanjut Nabila yang memandangi batu nisan kedua orangtuanya
" jangan sembarang bicara sayang kan ada aku dan anak kita, lebih baik sekarang kita ke dokter habis itu kita pulang langsung istirahat" ajak Delon yang kesal sama ucapan istrinya tadi
" sebentar lagi sayang, aku masih mau disini sebelum kita ke rumah" lanjut Nabila yang terus memeluk batu nisan orang tuanya
" Alex ambilkan minum di mobil sama tissue" perintah Delon yang melihat istrinya enggak minum sama sekali
__ADS_1
sepuluh menit Alex mengambil minum dimobil langsung memberikan minum dan tissue ke Delon
" ini Tuan minum dan tissue nya" ucap Alex yang langsung memberikan yang tadi diambil nya
" sayang minum lah dari tadi kamu enggak minum nanti sakit sekaligus minum vitamin ibu hamil nya" perintah Delon yang langsung membuka botolnya
Nabila menerima obat dan minuman yang diberikan Delon setelah meminumnya Nabila langsung memeluk batu nisan orang tuanya
Delon yang merasa kasihan sama istrinya langsung berusaha bikin istrinya berdiri dan langsung memeluk istrinya yang matanya semakin bengkak karena selama tiga hari selalu nangis tanpa henti
setibanya di mobil Delon menidurkan istrinya di jok belakang supaya istrinya bisa tidur istirahat sebelum sampai di rumah sakit
Delon mengelus rambut istrinya dengan lembut membuat Nabila perlahan tidur karena dirinya memang sudah lelah karena banyak nangis
" saya mau Anton dipenjara seumur hidup jangan biarkan dia dapat hukuman ringan" perintah Delon melihat Alex yang fokus menyetir
__ADS_1
" baik tuan nanti saya sampaikan ke pengacara tuan" ucap Alex yang merasa kasihan sama majikannya mendapatkan cobaan seberat ini
setibanya di rumah sakit Nabila masih tidur terlelap Saking kecapean dan rasa kantuk membuat nya susah dibangunkan, Delon pelan pelan menggendong nabila masuk kedalam rumah sakit
semua mata melihat Delon menggendong istrinya jadi prihatin ada juga yang bilang so sweet, pada enggak tahu kenyataan nya Nabila tidur pules membuat Delon enggan menurunkan Nabila dalam pelukannya
setibanya di ruang dokter kandungan Delon perlahan menurunkan istrinya di tempat tidur untuk di periksa, dokter yang melihat hanya geleng-geleng kepala karena pertama kali memeriksa ibu hamil yang tidur pules bukan karena pingsan atau koma
dokter memberikan jel di perutnya Nabila, membuat Nabila sedikit terganggu karena ada sesuatu yang di puter di perutnya dan langsung bangun melihatnya betapa kagetnya bangun bangun sudah ada di rumah sakit
" kamu lagi ngapain dokter sama perut saya" bentak Nabila kaget melihat alat yang dipegang dokter
" maaf nona suami anda enggak tega membangun kan anda jadi dibawa kesini sambil digendong" ucap dokter terkekeh
" astaga, baiklah dokter silahkan dilanjutkan pemeriksaan nya" lanjut Nabila dengan rasa malu lalu tiduran lagi membiarkan dokter menjalankan pekerjaannya
__ADS_1