
Nabila lemas melihat Delon terbaring di kamar rumah sakit, mata Delon masih saja setia memejamkan matanya. Nabila langsung memegang tangan Delon dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipinya
" sayang sebenernya ada apa, bangun dong sayang ada kabar gembira hasil panjat pinang kamu kini ada benih cinta kita berdua yang tumbuh di rahimku" ucap Nabila lemes dan langsung melihat ke arah Alex yang masih saja diam
" jelaskan ada apa ini" perintah Nabila yang langsung jalan menuju sofa tempat duduk Alex
" kandungan anda masih rawan, semoga anda bisa tegar dan ikhlas sama apa yang saya ceritakan sama anda" ucap Alex kwatir membuat Nabila stress tapi suatu saat Nabila akan tahu dan lebih sakit hati
" ada apa cerita kan saja" perintah Nabila yang mulai takut
" sebelum saya dan pak Delon pulang kondisi perkebunan masih baik baik saja enggak ada percikan api sama sekali, jadi saya dan pak Delon memutus kan untuk pulang" lanjut Alex yang berat menceritakan kejadian kebakaran karena ulahnya Anton
saat saya dijalan pulang tiba tiba ada yang aneh ada mobil yang ngebut tepat didepan mobil kita karena saya kaget akhirnya berusaha membanting setir ke kiri ternyata nabrak pohon membuat pak Delon mengalami pendarahan di kepalanya" lanjut Alex lemes, perlahan air mata Nabila semakin deras mendengar cerita Alex
" saat saya dan pak Delon habis mengalami kecelakaan saya mendapatkan telefon dari manajer kalo perkebunan kebakaran sekaligus rumah orang tua nona ikut terbakar enggak ada yang bisa diselamatkan termasuk kedua orang tua nona meninggal dunia karena kebakaran itu" lanjut Alex menundukan kepala merasa ikut sedih
__ADS_1
" astaghfirullah apa pak ini enggak mungkin kan orang tua saya meninggal anda pasti salah kan pak" bentak Nabila yang nangis histeris mendengar kabar orang tuanya meninggal dunia
" saya yakin nona karena keterangan polisi ditemukan dua jenazah laki dan perempuan lagi pelukan dalam kondisi hangus terbakar dirumah anda" lanjut Alex yang terpaksa memeluk Nabila yang nangis histeris
" ini enggak mungkin pak sebelum saya kesini saya masih ketemu sama mereka" lanjut Nabila tiba tiba badannya lemes dan memejamkan matanya
Alex yang panik melihat Nabila merem langsung mengangkat badannya Nabila dan memindahkan nya ke kamar rawat sebelah
Alex langsung menghubungi pihak kepolisian tempat tinggal Nabila dan memberikan bukti kejahatan Anton melalui rekaman CCTV dan rekaman suara Nabila
" anda yakin mereka yang melakukan kejahatan pembakaran ini" tanya polisi ragu diseberang sana
" saya kenal yang membakar kebun adalah anak buah Anton dan dalangnya adalah Anton Dengan motif pemerkosaan ke nona Nabila" lanjut Alex kesal
" baik kami akan membuatkan surat penangkapan" lanjut polisi dan langsung mematikan saluran telefon nya
__ADS_1
" saya enggak akan membiarkan anda kabur pak Anton" bentak Alex yang langsung menghubungi anak buahnya
" awasin rumah Anton dan anak buahnya jangan sampai kita kehilangan jejak" perintah Alex yang semakin kesal dan enggak habis pikir
" siap tuan laksanakan tugas" ucap anak buah Alex yang langsung mematikan teleponnya
dilain sisi, anak buah Anton merasa senang di depan rumah majikannya ada yang jualan makanan pakai tenda
anak buah Anton langsung beli makanan karena mereka sangat lapar dan mereka ngobrol tanpa curiga disekitar tenda sudah dipasangkan CCTV atas perintah Alex.
" pak Anton payah yah menjebak Nabila gadis kampung saja enggak berhasil" ucap anak buah Anton sambil makan sate yang dipesannya
" padahal kita sudah susah susah biar pak Delon kecelakaan dan membakar perkebunan nya biar rencana liarnya berhasil eh kenyataan nya gagal" ucap anak buah Anton tertawa
" pelankan suara kamu, jangan sampai ketahuan kejahatan kita" lanjut anak buah Anton yang langsung melihat tukang sate yang sibuk cuci piring
__ADS_1
" Iyah Iyah sorry, ya sudah yuk ke dalam sebelum pak Anton cari kita " lanjut anak buah Anton langsung bayar sate yang dibelinya