
Nabila tiba tiba keluar dari belakang punggung polisi, Nabila melihat Anton dengan penuh kebencian, Nabila enggak habis pikir bisa Setega itu Anton sama dirinya hanya karena nafsu nya sampai tega membunuh orang tuanya
" kamu sama seperti binatang yang enggak punya hati dan otak teganya membakar perkebunan demi mewujudkan nafsu iblis kamu" bentak Nabila dengan air mata yang terus-menerus membasahi kedua pipinya
" kamu tahu karena ulah kamu rumah saya kebakaran sampai membuat kedua orang tua saya meninggal dunia karena kebakaran teganya kamu" bentak Nabila yang semakin marah sama Anton
" sudah cukup bukti bukan pak Anton anda pantas bertanggung jawab atas kesalahan yang anda perbuat" bentak Alex penuh amarah
Anton dan anak buahnya berusaha kabur dari jendela ruangan kerjanya, tapi sepertinya nasip baik enggak berpihak sama mereka, dibelakang jendela sudah ada polisi dengan siap pistol ditangannya
" menyerah lah sebelum kami melukai kalian" bentak polisi yang berusaha mendekati Anton dan anak buahnya
Anton dengan nekat loncat keluar jendela nendang polisi yang berdiri didekat jendela, tiba tiba suara tembakan terdengar semua mata tertuju pada Anton
__ADS_1
polisi berhasil menembak kaki Anton sebelum Anton berhasil keluar dari jendela, Anton Tiba tiba jatuh ke tanah, polisi berhasil memegang tangan Anton dengan kuat
" lepaskan lepaskan saya" bentak Anton yang kakinya berlumuran darah karena tembakan polisi
polisi dengan cepat membawa anak buah Anton dan Anton ke mobil polisi, Nabila yang melihat Anton dibawa sama polisi langsung nangis mengingat betapa teganya Anton yang katanya sahabat baik Delon tega membunuh orang tuanya
" ikhlaskan kepergian orang tua anda nona, walaupun ini berat buat anda jalankan tapi anda harus kuat menjalankan kehidupan ini" ucap Alex yang memeluk Nabila yang selalu nangis sama musibah yang dialaminya
" rasanya saya ingin membunuhnya pak Alex biar dia merasakan meninggal karena kebakaran bagaimana menderita nya" ucap Nabila lemes membayangkan ketakutan orang tuanya ditengah tengah kobaran api di rumahnya
" jangan kotori tangan anda untuk membalas pak Anton nona, lebih baik sekarang kita ke rumah sakit melihat kondisi pak Delon" lanjut Alex melihat Nabila yang matanya sudah bengkak karena dari kemarin selalu nangis enggak ada berhenti nya
Alex langsung menggandeng tangan Nabila buat jalan meninggalkan rumahnya Anton, selama diperjalanan ke rumah sakit Nabila melamun dengan tatapan kosong membuat Alex enggak tega melihat majikannya yang selalu nangis biasanya selalu ceria kini keceriaan Nabila seakan pergi entah kemana
__ADS_1
" pak Alex besok tolong antarkan saya ke kampung saya mau ziarah kubur" ucap Nabila yang matanya masih dengan tatapan kosong
" baiklah nona besok saya antarkan anda kesana" ucap Alex melihat Nabila yang masih. melamun
sesampainya di rumah sakit, Alex dan Nabila kwartir melihat dokter ada di kamar rawat Delon, Nabila jalan perlahan mendekati dokter yang sedang memeriksa Delon.
" bagaimana dok kondisi suami saya" ucap Nabila lemes sambil melihat suaminya
" tadi pak Delon sudah sadar nona, dan sekarang pak Delon lagi tidur mungkin sebentar lagi bangun" ucap dokter yang melihat Nabila
" terus apa ada luka serius" tanya Alex yang langsung melihat majikannya
" Alhamdulillah enggak ada luka serius, jahitan sederhana kemarin sudah kering" lanjut dokter yang langsung keluar dari kamar rawat Delon
__ADS_1