Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang

Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang
chapter 85


__ADS_3

berhasil menangkap orang suruhan kakanya Anton dan kondisi Nabila sudah tenang, sekarang Delon meminta semua orang ikut dirinya kembali lagi ke lapangan basket dan berencana Delon menghajar kakaknya Anton awalnya polisi melarang Delon melalukan kekerasan tapi akhirnya diijinkan Delon boleh menghajar dua kali setelah itu di serahkan ke polisi, mobil tahanan pun nyusul ke tempat kakaknya Anton berada


dilain sisi, kakaknya Anton sibuk main handphone meminta bodyguard nya datang ke lapangan dan membawa dirinya kabur, kakaknya Anton beralasan mau ke toilet ingin buang air kecil


" biarkan saya ke kamar mandi mau buang air kecil" ucap kakaknya Anton pura pura memelas


" kalo mau pipis disini saja balik badan dan itu ada air jangan macem macem kabur kamu" bentak polisi


" kamu bukan perempuan yang enggak bisa pipis sembarangan" bentak bodyguard geram bisa bisa minta ke kamar mandi


" berengsek bagaimana bisa kabur kalo ditunggu seperti ini apa lagi mereka ada pistol" batin kakaknya Anton kesel


" mau pipis atau enggak" bentak polisi membuyarkan lamunan kakaknya Anton

__ADS_1


" i Iyah" lanjut kakaknya Anton kaget


untung lah buang air kecil beneran kalo enggak bisa bisa ditembak ditempat


tanpa menunggu lama Delon, Nabila, polisi,dan bodyguard sampai juga di lapangan, Delon tanpa aba aba langsung memberikan Bogeman di wajah kakaknya Anton


buuggghhh


" bangunan kan dia" bentak Delon penuh Amarah


buuggghhh


tonjokan kedua membuat kakaknya Anton semakin kesal karena enggak ada yang membantunya dan membiarkan Delon memukul nya

__ADS_1


" apa apaan kamu Delon kenapa menghajar saya seperti ini au" bentak kakaknya Anton kesal sambil menahan sakit diwajahnya


" itu enggak sebanding sama ketakutan yang dirasakan istri saya, kita berhasil menangkap anak buah kamu, berengsek kamu ka saya sudah menghargai niat baik kamu tapi ini balasan kamu mencelakai istri saya" bentak Delon nahan amarah yang sudah memuncak


" kami enggak menyangka anda melakukan ini semua karena percaya anda orang baik, bawa dia karena kesalahan anda,anda harus masuk kedalam penjara" bentak polisi dan memerintahkan bodyguard bawa paksa tahanan ke kantor polisi


" lepaskan saya lepaskan saya Delon, kamu tega memenjarakan temen sendiri karena perempuan kampung itu dan kamu lupa saat susah saya dan adik saya yang bantu kamu memajukan perusahaan kamu, kamu bener bener enggak tahu diri Delon lepaskan saya" bentak kakaknya Anton kesal sambil berusaha melepaskan pegangan kedua bodyguard


Delon Diam saja enggak menjawab ucapan kakaknya Anton begitu juga dengan Nabila lebih banyak diam, semenjak para polisi meninggalkan lapangan basket sekarang giliran Delon, Nabila, Alex, dan bodyguard yang meninggalkan lapangan


selama di jalan menuju penginapan Nabila tiba tiba nangis dalam pelukannya Delon membuat Delon mencium kepala dan wajah Nabila supaya istrinya tenang


" sayang maafkan aku karena aku lagi lagi temen kamu masuk penjara" ucap Nabila nunduk karena keinginan mereka ingin panjat pinang hidup mereka berakhir di penjara

__ADS_1


" jangan salahkan diri sendiri sayang, itu kesalahan mereka sendiri karena ingin menodai kamu, di negara ini ada hukumnya jadi mereka pantas mendapatkan hukumnya sayang, karena nafsu yang enggak bisa ditahan akhirnya bikin diri sendiri dan orang lain menderita, seperti kakaknya Anton membalas kan dendam adik nya akhirnya sekarang dia menderita ikut dipenjara seandainya mereka bisa menahan nafsu hidup mereka masih bebas dengan segala kemewahan yang mereka punya jadi ini semua bukan salah kamu sayang" lanjut Delon semakin mempererat pelukannya


__ADS_2