
" baiklah Delon saya nanam saham tiga puluh persen di perusahaan kamu yah, bulan depan uang asuransi dan tabungan almarhum istri saya cair lumayan besar dan cukup lah buat nanam saham disini terimakasih yah sudah menawarkan saya" ucap Michel melihat Delon sahabatnya walaupun perbedaan usianya enam tahun tapi Michel selalu menganggap Delon dan Anton sahabat dan adik yang selalu baik ke dirinya dan keluarganya
" bearti anda selama menjabat sebagai Kapolda sesekali kesini juga dong" ucap Alex panik
" Iyah sekalian awasin karyawan yang mesum seperti kamu contohnya target pengawasan saya hahaha" ledek Michel sambil tertawa puas
" berengsek sekali" grutu Alex kesel
" ada bagusnya ada kamu juga sih bro biar saya sedikit fokus ngurus perusahaan di Makassar sesekali kamu dibantu sama Alex selama kamu belum mendapatkan asisten sendiri bagaimana tenang Alex walaupun otaknya sedikit konselet tapi soal pekerjaan dia profesional bro" ucap Delon melihat Alex yang cemberut
" dobel job dobel bonus juga dong" modus Alex yang yakin pekerjaan nya semakin banyak
" soal itu tenang saja, ya sudah semuanya sudah siap kita ke bandara sekarang" lanjut Delon berdiri
__ADS_1
Delon membantu Nabila membawa barang bawaannya sedangkan Asih membawa bajunya Eka sekaligus bajunya sendiri sedangkan Alex membawa tas ransel karena nginep di Makassar cuma dua hari Alex semakin merasa enggak bebas saat tahu Michel ditawarkan menjadi wakil CEO otomatis lebih diawasi sama Michel
Delon, Nabila, Asih, dan Alex naik mobilnya Michel karena Michel ingin mengantar langsung sahabatnya ke bandara, Nabila melihat wajahnya Asih yang pucat langsung panik dan menyuruh Asih buat istirahat sebelum ke Bandara, setelah sampai di bandara Asih tiba tiba merasa mual dan cepet cepet cari toilet ditemani sama Nabila
" kamu kenapa Asih" ucap Nabila panik saat Asih berhasil mengeluarkan isi perutnya
" mungkin masuk angin nyonya" ucap Asih membersihkan wajahnya
" jangan nyonya saya bisa minum obat naik kendaraan dan tidur saya enggak mau ganggu pekerjaan tuan dan waktu liburan anda dan Eka" lanjut Asih yang sebenarnya masih merasa pusing sebisa mungkin ditahan sampai pesawat take off
" baiklah kita minum obat sambil nunggu pesawat" lanjut Nabila entah kenapa fikiran Nabila mulai negatif melihat kondisi Asih yang tiba tiba sakit tapi Nabila berusaha diam sampai tiba di Makassar jangan sampai gagal karena rasa curiganya mencurigakan kalo Asih sudah hamil anaknya Alex
dilain sisi, Alex, Delon,dan Michel membahas pekerjaan yang akan dikerjakan Michel nanti setelah serah terima pemberian saham dari Michel ke perusahaan Delon sebesar tiga puluh persen, Alex yang melihat kekasihnya pucat langsung panik tapi berusaha dibawa santai soalnya kalo salah bicara bisa jadi panjang pembahasan nya bareng Michel si cowok ngeselin dan ribet
__ADS_1
" yuk masuk ke pesawat sampai ketemu nanti Michel dan setelah saya tiba kita serah terima saham dan yang bantu kamu persiapan si Alex dua hari lagi dia yang akan ngurus semuanya" ucap Delon bangun dari duduknya sambil gendong Eka
" hati hati dijalan kalian kalo sudah sampai kasih kabar yah bro" ucap Michel meluk Delon
" kita duluan Michel" ucap Nabila tersenyum ramah
setelah berpamitan Alex, Asih, Delon,dan Nabila masuk kedalam burung besi, setelah duduk Asih dikasih obat dari Nabila setelah minum obat Asih langsung tidur ditemani Alex yang duduk disampingnya, Delon yang melihat istrinya sedikit aneh langsung ajak bicara Nabila dengan suaran pelan
" kenapa sayang kamu lihatin Asih seperti itu" ucap Delon merasa aneh melihat Nabila
" entah kenapa aku merasa Asih hamil sayang" ucap Nabila pelan melihat Delon
" apa, kenapa kamu bisa berfikir seperti itu" lanjut Delon kaget mendengar ucapan istrinya
__ADS_1