Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang

Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang
chapter 98


__ADS_3

Alex melemparkan jas kerja nya di kasur saat tiba di apartemennya, Alex mengingat kembali saat berdua sama Asih baby sister barunya Delon dan Nabila, Alex yang penyuka pangkal paha perempuan jadi tergoda melihat seluruh badannya Asih putih bersih, langsing, dan senyumnya Sangat manis membuatnya selalu membayangkan bermesraan berdua dan panjat pinang berdua setiap saat


" astaga Asih bener bener menggoda, saya harus bisa mendekati Asih pelan Pelan dan ajak panjat pinang Asih bener bener kamu menggoda saya astaga baru pertama ketemu juga" gerutu Alex tergila gila pandangan pertama


keesokan harinya Alex sengaja datang ke rumah Delon dan Nabila kebetulan sekali Delon dan Nabila pergi ke rumah sakit dan mereka memutuskan jalan jalan karena hari Minggu, Alex langsung masuk ke kamarnya Asih dengan membawa wallpaper yang dipesan sama Delon kemarin


tanpa mengetuk pintu Alex masuk sembarangan kedalam kamar Asih kebetulan sangat menyenangkan bagi Alex karena Asih baru selesai mandi dan Asih memakai handuk sangat pendek membuat Alex jalan mendekati Asih membuat Asih sangat ketakutan dan jalan mundur menghindari Alex


" pak saya mohon jangan pak" ucap Asih ketakutan dan mundur menuju kamar mandi


" Asih saya tahu ini salah tapi saya tergoda sama kamu, apapun akan saya berikan asalkan kamu mau panjat pinang sama saya setiap kali saya mau bagaimana" ucap Alex tersenyum licik melihat Asih dari atas sampai bawah dan Alex sangat kagum melihat bahu Asih sangat bersih dan putih

__ADS_1


" jangan pak saya mohon saya perempuan baik baik jangan up.... " lanjut Asih tiba tiba terputus ucapannya karena Alex mencium Asih dengan rakut membuat Asih Kualahan Alex yang melihat Asih merapat kan bibirnya menggigit bibir Asih supaya mau dibuka akhirnya pautan panas pun terjadi


Asih yang baru pertama kali di cium cuman bisa menangis pasrah karena takut melawan Alex karena bagaimanapun Alex lah yang memberikan pekerjaan ke Asih, setelah puas Alex melepaskan ciumannya dan melihat Asih yang menangis dalam diam


" sepertinya ini ciuman pertama kamu" ucap Alex yang memainkan leher Asih dengan lembut


Asih hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Alex


" saya akan bermain main sama badan kamu, saya akan memberikan kamu uang tutup mulut, kalo kamu sudah siap panjat pinang kasih tahu saya yah karena saya enggak mau bermain dengan paksaan" ucap Alex mencium leher Asih mencium aroma sabun yang menempel di kulit putih Asih


" karena saya tergoda sama kamu jadinya saya mau main main sama kamu tenang aman saya enggak akan membuat kecebong saya menghancurkan kehidupan kita" lanjut Alex yang memainkan kedua gunung Milik Asih

__ADS_1


" tapi saya perempuan baik baik enggak seharusnya anda seperti ini pak aaahhh" lanjut Asih mendesah menikmati tangan Alex yang memainkan gunung kembarnya walaupun dililit handuk tapi tangan Alex berhasil masuk


" kamu seperti ini cukup sama saya saja saya enggak mau kamu di cap buruk karena saya" lanjut Alex melepaskan tangannya dan langsung mengambil uang merah tiga lembar didalam kantongnya


" itu buat kamu buat kamu mempercantik diri kamu" lanjut Alex


" anda egois dan jahat tuan" lanjut Asih membalikkan badannya ingin sekali pergi tapi Asih di kota enggak punya siapa siapa


" nikmati saja lah menjadi teman kencan saya, ya sudah saya lanjutkan memasang wallpaper ini, setiap kita pemanasan saya akan memberikan uang ke kamu beberapa ratus ribu kalo kamu siap memuaskan saya setiap hari saya akan memberikan lebih" lanjut Alex yang menghapus air matanya Asih


"kalo ketahuan nyonya bagaimana" lanjut Asih takut

__ADS_1


" tuan Alex tahu hobi saya kalo ketahuan itu urusan nanti dan saat kita ketemu kita akan melakukan seperti tadi lagi oke" lanjut Alex yang langsung menempel kan wallpaper ke dinding


Asih yang mendengar ucapan dan sikap kurang ajar Alex tadi sungguh kecewa enggak menyangka diam diam dirinya dijadikan pelepas nafsu Alex yang dianggap menolong justru menghancurkan masa depannya


__ADS_2