Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang

Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang
chapter 89


__ADS_3

Nabila dan Delon makan malam di kantin rumah sakit, Delon memesan banyak cemilan dan makanan buat Nabila, Nabila yang melihat suaminya semangat membuatnya terkekeh dan membiarkan Delon sesuka hati, setelah puas mereka langsung makan bareng


" ibu hamil harus makan banyak yah" ucap Delon langsung suapin Nabila


" sayang aku gemuk apa aku sudah enggak cantik karena banyak makan" ucap Nabila sedih karena selama hamil berat badannya naik


" badan gemuk enggak masalah sayang yang penting anak kita tetap sehat, dan kamu sebisa mungkin memuaskan aku di kamar biar aku enggak jajan sembarangan" ucap Delon sambil minum


" kalo selama aku nifas bagaimana kan lagi banjir banjirnya sayang selama empat puluh hari" lanjut Nabila melihat suaminya yang asik makan


" kamu coba cari sendiri di YouTube cara memuaskan suami tanpa senjata aku masuk ke sarangnya, Walaupun aku enggak suka tapi aku berusaha menahannya asal kamu bisa memuaskan aku dengan cara lain" lanjut Delon mencium kening Nabila


" baiklah baiklah" lanjut Nabila ngangguk nganggukan kepala


setelah selesai makan Delon mendorong kursi roda engga membiarkan Nabila jalan selama di rumah sakit sedangkan bodyguard membawa bungkusan makanan yang dibeli Delon, saat jalan menuju keluar rumah sakit Nabila merasa lapar lagi dan langsung dikasi sama Delon

__ADS_1


" istri aku cepet sekali laparnya" goda Delon


" mau bagaimana lagi anaknya ngeluh sayang" ucap Nabila sambil makan kue yang dibelinya tadi


setelah sampai di mobil Nabila disuruh rebahan di kursi belakang sedangkan Delon duduk diatas kepala Nabila


" bagaimana apa masih laper" ucap Delon yang tangannya enggak pernah bosen memainkan gunung kembarnya Nabila


" kenyang sayang terimakasih yah uujhhh ahhhh kamu ini bener bener yah" ucap Nabila sambil mendesah kesal tapi menikmati


Nabila dan Delon setibanya di rumah akhirnya tiduran di kasur melepaskan rasa lelah karena perjalanan tadi, Delon melihat istrinya yang melihat dirinya juga


" sayang aku enggak sabar melihat jagoan kita akhirnya keinginan punya anak laki-laki pertama tercapai juga aku bahagia sekali" ucap Delon mencium kening Nabila


" aku juga bahagia sayang semoga anak kita bisa jadi pelindung keluarga dalam segala hal, selalu membanggakan,dan bisa jadi penerus pekerjaan kamu yang membanggakan" ucap Nabila sambil memeluk Delon

__ADS_1


" amin amin sayang sudah yuk tidur" ajak Delon yang langsung menarik selimut


cuaca yang enggak bersahabat hujan terus menerus dari subuh, Nabila merasa kasihan sama suaminya hujan tetap bekerja, tapi Delon sendiri merasa tanggung jawab harus memaksakan keadaan tetap bekerja


" sudah sayang jangan kwatir aku kan bawa payung engga hujan hujan dan aku bukan pekerja lapangan" ucap Delon mencium kening Nabila


" baiklah sayang tapi bawa mobilnya pelan pelan yah aku enggak mau kamu dalam bahaya lagi" ucap Nabila sedih


setiap hujan Nabila selalu sedih dan kwatir keselamatan Delon selama dijalan setelah drama kecil akhirnya Nabila dan Delon sarapan bareng sudah ada Alex yang makan duluan


Alex baru beberapa hari diangkat menjadi asistennya Delon pekerjaan Alex sungguh luar biasa memahami pekerjaan nya dengan baik, selama tiga tahun Alex kuliah jurusan asisten dan baru keinginan menjadi asistennya Delon


" makanan nona selalu enak" goda Alex menyantap masakan Nabila


" masakan istri saya selalu enak makannya saya selalu bawa ke kantor" ucap Delon duduk di kursi

__ADS_1


__ADS_2