
Delon, Nabila, Alex,dan Asih masuk kedalam mobil sedangkan Anton masuk kedalam mobil polisi ada rasa sedih yang dirasakan Delon melihat sahabatnya harus menjalani masa tahanannya lagi Nabila yang melihat suaminya sedih berusaha memberikan motivasi ke Delon dan merangkul bahunya supaya Delon enggak larut dalam kesedihannya berbeda dengan Alex lega juga akhirnya bisa pulang dari rumah Kapolda yang dianggap banyak aturan dan enggak asik
" Alex kamu di Makassar ikut cuma dua hari saja yah seterusnya biar saya sendiri yang hendel perusahaan di Makassar selama di Makassar" ucap Delon saat mobil sudah jalan pelan meninggalkan rumah Michel
" loh kenapa mendadak bro" ucap Alex sedikit kesel padahal bisa sekamar sama Asih selama dua Minggu sangat menyenangkan
" enggak ada yang hendel perusahaan saya disini kalo kamu ikut terlalu lama ya saya percaya kamu selalu bisa menjalankan perusahaan" lanjut Delon tegas sejujurnya karena keinginan Michel mencegah perbuatan yang kurang pantas apa lagi Alex masih mau bebas selama Asih belum hamil kalo dipikir pikir ada benernya juga nama baik lebih penting
" baiklah bos kalo itu sudah keputusan anda" lanjut Alex lemes sambil melihat Asih yang tersenyum kearahnya
" Asih juga cuma sebentar kok di Makassar nanti juga pulang kalo urusan disana selesai, kita ke Makassar kan dua Minggu sekali biar lebih terkontrol perusahaan disana" ucap Nabila senang bisa ikut perjalanan dinas sama suaminya
" yah berarti dua Minggu sekali dong saya bisa bermesraan sama Asih" lanjut Alex semakin lemes sama rencananya Delon
" kalo soal itu lihat nanti saja deh Alex" protes Delon kesel sama Alex seperti negosiasi
__ADS_1
dilain sisi, Dhika merasa bahagia melihat adiknya kembali sehat dan kembali ke tahanan lagi, Anton membawa banyak makanan dan minuman buat mereka dan tahanan yang satu sel sama mereka, Dhika juga bahagia melihat Nabila sudah melahirkan, Dhika melihat Asih merasa enggak asing sama baby sister nya Nabila
" sepertinya wajah kamu familiar" ucap Dhika sambil makan donat
" oh yah anda pak Dhika kan sering memberikan sumbangan di kampung saya sama dermawan yang beberapa kali datang" ucap Asih ingat betul keluarganya mendapatkan sumbangan sembako dan uang tunai dari kegiatan bakti sosial dari perusahaannya kerjasama dengan dinas sosial dan perusahaannya Anton dulu
" kamu kenalan sama pak Dhika" ucap Alex cemburu
" kenalan sih enggak tapi pak Dhika yang membagikan sembako dor to dor kebetulan pak Dhika yang datang langsung ke rumah kebetulan saya yang menerima bantuan yang dikasih langsung sama pak Dhika dulu" lanjut Asih tersenyum kearah Dhika
" jangan goda Asih yah" protes Alex kesel
" kalian pacaran" lanjut Dhika penasaran
" mereka TTM ka teman tapi mesra" ledek Anton yang ikutan makan donat
__ADS_1
" biarin sirik saja huh" protes Alex kesel
" dramanya apa sudah bro kita bahas hal yang penting dulu yah" ucap Delon geleng geleng kepala melihat orang orang debat cuma karena perempuan
" memangnya apa yang mau kamu bahas" ucap Dhika yang fokus mendengarkan ucapan Delon
" begini besok saya dan Alex bakal ke Makassar selama dua Minggu ngurus langsung perusahaan disana kemungkinan dua Minggu sekali mengecek langsung ke perusahaan yang ada di Makassar bisa saya saja bisa Alex saja yang kesana, selama kita pergi kebutuhan ka Dhika dan Anton tetap saya penuhi dari makanan dan kebersihan baju kalian selalu ada bodyguard yang kesini tentu dalam pengawasan Michel tentunya jadi ka Dhika enggak akan kekurangan apapun selama saya pergi" penjelasan Delon panjang kali lebar
" Alhamdulillah kamu mau membagi waktu terimakasih Delon sudah mau seprofesional itu saya percaya sama kemampuan kamu mengelola perusahaan saya" puji Dhika
" apa Nabila dan anak kalian selalu ikut" sambung Dhika melihat Nabila merasa kasihan baru melahirkan dibikin cape
" tergantung kondisi kesehatan saya dan Eka kalo sama sama sehat yah kita yang ke Makassar kalo sakit ya Alex sendirian kesananya" ucap Nabila santai
" oh seperti itu rencana kalian sekali lagi terimakasih kalian mau repot dan capek capek mengurus perusahaan saya" lanjut Dhika terharu
__ADS_1