Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang

Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang
chapter 112


__ADS_3

Asih selama perjalanan ke rumahnya Delon mengambil baju melamun saja sibuk dengan pikirannya, Asih mempertimbangkan keinginan Alex yang ingin panjat pinang memang selama ini perlakuan Alex sangat lembut membuatnya melayang dan ucapannya selalu sopan enggak ada satu pun ucapannya yang membuatnya sakit hati


Asih merasa nyaman setiap kali Alex mengajaknya ciuman dengan panas dengan tangannya menari indah dibadannya enggak ada sekalipun Alex main tangan , Asih melihat Alex selesai mandi cuman memakai handuk kecil membuat otot ototnya terlihat Asih dengan langkah pasti langsung memeluk Alex dan membuat Alex membalikan badannya dengan senyum manisnya


" sayang aku mau melakukan lebih dari yang biasa kita lakukan" bisik Asih mantap melakukan penyatuan Asih merasa nyaman setiap kali melakukannya sama Alex


" kamu yakin sayang kenapa kamu mau melakukannya" bisik Alex merangkul pinggangnya Asih


" karena aku nyaman sayang setiap sentu han yang kamu selalu kasih dan aku sudah enggak kuat nahan has rat aku sayang apa kamu mau yang lebih" goda Asih


" baiklah mandi lah aku menanti kamu di kasur sayang" bisik Alex bahagia akhirnya bisa merasakan lebih bareng Asih


dilain sisi Anton melakukan vidio call sama Delon dan Nabila kebetulan anaknya Delon sedang minum ASI di pucuk nya gunung kembarnya Nabila

__ADS_1


" anaknya ganteng seperti kamu Delon namanya siapa" ucap Anton melihat Delon yang memperlihatkan Nabila dan anaknya yang asik menikmati ASI tentu bagian dadanya di tutup selimut


" namanya Eka Gustiwana putra cakep kan" ucap Delon diseberang telfon


" iyah cakep Delon, kapan kapan bawa ke rumah Kapolda yah sebelum saya dipindahkan ke sel" lanjut Anton dengan sedih


" baiklah dua hari lagi kita pulang dan kita mampir ke rumah Kapolda yah sebelum kita ke rumah" lanjut Delon


Anton mematikan teleponnya ada sedikit rasa sedih dan cemburu melihat Delon dan Nabila bahagia atas kelahiran anak pertamanya Walaupun rasa cinta dan opsesinya sudah musnah tapi rasa sayang masih ada, Kapolda yang melihat Anton nunduk setelah nelepon langsung. memberikan kata kata motivasi supaya Anton enggak menyerah menjalankan kehidupan yang berat seperti sekarang


" kamu harus buang jauh jauh Anton rasa sayang maupun cinta ke Nabila karena kalo kamu nekat kamu yang akan semakin susah, saat. kamu bebas nanti usia kamu empat puluh tahun masih ada harapan mendapatkan jodoh" ucap Kapolda dengan optimis


" mana ada yang mau sama mantan napi bro" ucap Anton menyesal

__ADS_1


" mantan napi juga manusia bro asal kamu mau bertobat insyaallah bisa kok dan di Makassar enggak ada satu pun karyawan kaka kamu yang tahu kaka kamu di tangkap jadi nama kalian masih bersih dan kalian bisa hidup tenang selama di sana" lanjut Kapolda sambil pegang bahu Anton


" kok bisa bro aman" lanjut Anton penasaran


" karena saat penangkapan kaka kamu dilakukan saat malam hari dan semua polisi dan bodyguard diminta merahasiakan status kaka kamu jadi disana enggak ada satu pun yang tahu kaka kamu di tahan yang mereka tahu perusahaan sementara dipegang sama Delon saja" lanjut Kapolda langsung berdiri


" kalian bener bener sahabat baik terimakasih bro" lanjut Anton senyum


dilain sisi, Asih gemetaran saat melihat Alex polos didepannya pertama kali begitu juga dirinya polos didepannya Alex membuatnya bener bener malu sekali, Alex langsung melancarkan aksi panasnya sampai akhirnya darah segar pun keluar dari pangkal pahanya Asih, Asih yang merasakan sakit luar biasa Langsung nangis dalam pelukan Alex sedangkan Alex merasakan enggak enak memaksa Asih seperti ini tapi kebiasaan buruknya memaksa Asih untuk menuruti nya


" terimakasih yah Asih sudah mau menyerahkan mahkota kamu, kamu melakukan ini cukup sama aku saja yah dan kalo aku sudah yakin semakin nyaman dan yakin mau serius saya akan bertanggung jawab apa lagi kecebong saya berubah tapi untuk setursnya kita melakukan ini tanpa status dulu yah" ucap Alex mengelus rambut Asih dengan lembut


" Iyah sayang aku akan menanti sampai kamu yakin bertanggungjawab" ucap Asih sambil menangis sudah melakukan dosa besar walaupun dirinya merasakan enaknya tapi bukan tanpa status seperti sekarang

__ADS_1


__ADS_2