
Delon cemas akan keselamatan Nabila bisa seceroboh ini bisa terjebak sama rencana jahatnya kakaknya Anton, Delon merasa bersalah dan menyesal enggak ikutin firasat buruk istrinya sekarang Nabila dalam bahaya
mobil Delon berusaha enggak kehilangan jejak dan berharap bisa menyelamatkan Nabila, sedangkan polisi yang masih Vidio call sama Alex tetap fokus melihat handphone miliknya
" beruntung tadi Alex enggak jadi ikut main basket" ucap polisi yang masih fokus melihat handphone
" kamu bener bro dan saya menyesal sekali karena terjebak sama rencana jahatnya Anton Nabila enggak akan dalam masalah seperti ini" ucap Delon frustasi karena enggak tahu bagaimana keadaan Nabila
" tenang bro kita akan berusaha semaksimal mungkin buat menyelamatkan Nabila" lanjut polisi
dilain sisi, mobil yang bawa Nabila sampai di sebuah rumah besar dan sudah enggak terpakai lagi, pelan pelan Nabila dikeluarkan dari mobil dan di gendong, saat baru keluar dari mobil sudah banyak polisi yang mengepung beserta polisi yang siap di lepaskan peluru nya
" mau apa kalian kesini minggir atau perempuan ini saya sentuh paksa didepan kalian" bentak anak buahnya kakaknya Anton
" jangan sentuh Nabila lepaskan dia kasihan lagi hamil" ucap Alex geram karena anak buahnya lebih mesum
__ADS_1
enggak menunggu lama Delon baru sampai betapa kagetnya melihat Nabila digendong
" lepaskan istri saya" bentak Delon pelan pelan nmendekat
" kamu diam, dan kalian semua nya diam ada yang berani susul saya, bersiap lah melihat mayat Nabila tanpa busana mengerti" bentak anak buahnya kakaknya Anton langsung jalan menuju pintu
" mau apa dia sama Nabila, sayang bangun lah aku kwartir bangun lah" batin Delon berharap istrinya sadar
saat membuka pintu tiba tiba Nabila bangun dan kaget karena dirinya dalam gendongan orang asing
" turunkan saya" teriak Nabila membuat orang yang gendong Nabila relfek menurunkan Nabila dengan sigap polisi dan bodyguard berhasil menangkap orang yang menculik Nabila
" sayang kamu enggak apa apa, apa ada yang luka" tanya Delon kwartir dan panik
" enggak ada sayang aku masih sehat tadi pas aku nonton kamu main basket ada yang tutup mulut aku pakai tissue dan aku baru sadar disini aku takut sayang" ucap Nabila memeluk Delon dengan isak tangis
__ADS_1
" sekarang jawab siapa yang suruh kamu culik istriku" bentak Delon melihat orang yang lagi bergeliat berusaha membuka borgol
" saya enggak akan memberitahu kalian" bentak orang asik tersebut
polisi menembakkan pistolnya ke udara tanda peringatan, awalnya enggak mau kasih tahu siapa yang memerintahkannya karena mendengar suara pistol dan peringatan dari polisi akhirnya pasrah dan buka mulut karena rasa takut
" apa jadi bener kakaknya Anton yang perintah kamu" bentak Delon tidak percaya tangannya sudah mengepal
" Iyah pak dia yang suruh saya culik Nabila, sambil nunggu dia datang saya boleh bermain main dulu sampai kakaknya Anton datang dan dia panjat pinang membalas dendam adiknya maafkan saya" ucap anak buahnya kakaknya Anton nunduk karena takut
" berengsek dia kita sudah baik hati ikutin niat dia kerjasama dan olahraga bareng ternyata niatnya sakiti istri saya" lanjut Delon menggandeng Nabila
" sebaiknya kita bawa dia ke kantor polisi sebagai saksi dan pengakuan dia sudah saya rekam dan kirim ke kantor polisi" ucap polisi memasukan handphone kedalam bajunya
" apa saya dipenjara" lanjut anak buahnya kakaknya Anton dengan polos
__ADS_1
" Iyah sebagai saksi hukuman kamu ringan karena kita berhasil menggagalkan rencana kalian, bawa orang ini" lanjut polisi ke bodyguard
" baik" ucap bodyguard barengan