
Delon dan Nabila bahagia melihat layar di monitor melihat janin yang ada di rahimnya Nabila, Delon mencium kening istrinya dengan bahagia karena calon anaknya sehat
" tetap seperti ini ya Bu janin nya sehat dan berat badan anak ibu normal tapi jangan sampai kegemukan yah Bu, makan nasi tiga hari sekali kalo laper makan cemilan saja atau ganti sayur dan buah-buahan yah biar pas melahirkan enggak kesulitan ibu nya" penjelasan dokter panjang kali lebar sambil melihat Nabila dan menuliskan resep obat
" kira kira anak kami perempuan atau laki-laki dok" tanya Delon penasaran
" belum tahu pak sabar sampai usia kandungan tujuh bulan baru tahu, ini ada vitamin yang harus di minum sama istri anda" lanjut dokter memberikan resep ke Delon
" terimakasih dok" ucap Nabila merapihkan bajunya
Nabila dan Delon jalan ke luar rumah sakit, saat dijalan Nabila dan Delon melihat pasien ibu hamil yang kesakitan pegangin perutnya membuat Nabila mengelus perutnya sendiri dan terlihat sedih membuat Delon merangkul istrinya
" kenapa sayang kok sedih seperti ini" ucap Delon penasaran melihat istrinya nangis
" melihat ibu tadi mau melahirkan membuat aku jadi takut sayang" ucap Nabila mengelus perutnya
__ADS_1
" kamu jangan takut sayang kehamilan itu kodrat perempuan melahirkan seorang anak jadi jangan takut buat melahirkan nanti tapi nikmat rasa sakit demi mengeluarkan anak kita ya aku akan menemani kamu melahirkan" ucap Delon mengelus bahu istrinya dengan lembut
" tapi aku tetap takut sayang" lanjut Nabila nunduk
" apa yang kamu mau sekarang sayang buat bikin kamu enggak takut lagi" lanjut Delon melihat istrinya wajahnya sudah basah dengan air mata
" aku maunya makan saja sayang sekarang aku mau makan sate ayam dan sate sapi dua puluh tusuk terus makan nya dipinggir jalan" lanjut Nabila membanggakan nikmat nya makan daging ayam
" tapi janji yah habis makan jangan mikir yang aneh aneh karena aku enggak suka mendengar nya" ancam Delon membuat Nabila mencium pipi suami nya
" ka bagaimana apa berhasil" bisik Anton ke kakak nya
"berhasil membuat Nabila tangannya terluka itu masih awal perempuan kampung itu harus sirna karena dia kamu harus di penjara terus" ucap kakaknya Anton kesel
" harus bisa memusnahkan perempuan itu ka apapun caranya saya benci perempuan itu" lanjut Anton Penuh Amarah
__ADS_1
" kamu tenang saja yah" lanjut kaka nya Anton sudah menyiapkan rencana balas dendam
dilain sisi, Delon ikut makan sate bareng Nabila membuat istrinya bahagia karena jarang Delon ikut makan di pinggir jalan seperti ini
" kamu tumben mau makan seperti ini" goda Nabila
" kalo sate di restoran juga ada jadi enggak masalah aku masih bisa makan seperti ini walaupun di pinggir jalan ternyata enak juga" lanjut Delon menghabiskan sepuluh tusuk sate
" aku ingin di bawa pulang boleh kan" lanjut Nabila melanjutkan porsi kedua nya dengan lahap
"boleh sayang bebas berapapun yang kamu mau yang penting kamu happy" lanjut Delon melihat istrinya ceria lagi
" baiklah" lanjut Nabila girang
setelah makan Delon dan Nabila akhirnya pulang ke rumah, Nabila membuka bajunya tinggal tengtop warna putih yang dipakainya membuat Delon yang melihatnya langsung menelan ludah karena melihat betapa putih nya kulit Nabila
__ADS_1