Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang

Jangan Paksa Aku Jadi Teman Ranjang
chapter 129


__ADS_3

Delon dan Anton akhirnya bangun dari tidur panjangnya dengan kepala yang terasa pusing sekali karena semalam minum banyak tapi Anton merasa puas dan hari ini hari terakhirnya bebas dan nanti sore harus kembali kehidupan yang membosankan menjalankan hukuman, tapi Anton merasa bersyukur walaupun didalam penjara tapi Anton enggak merasa kekurusan makanan apapun selalu diberikan Delon


Delon langsung menuju kamarnya sambil pegang kepalanya yang terasa pusing Nabila membuatkan teh manis hangat buat Delon karena suaminya baru bangun dan Asih keluar kamar sambil membawa Eka.


" masih pusing sayang" ucap Nabila taro teh ke meja


" lumayan sayang semalam minum tiga botol sampai jam tiga Subuh makannya jam segini baru bangun maaf ya aku jadi minum lagi" ucap Delon menyesal dan langsung minum teh buatan Nabila


" enggak masalah sayang aku mengerti kok kan dari bertiga yang hobi minum kamu dan Anton nurutin keinginan Anton lagian setelah ini kamu tobat lagi kan" lanjut Nabila diakhir kalimat penekanan nada


" Iyah sayang tobat kok aku, oh ya masak apa sayang, mandi bareng yuk" goda Delon


" masak ayam balado, ikan bakar sisa kemarin, dan sayur sop sayang, tapi enggak boleh ciuman mulut kamu masih bau minuman keras" protes Nabila paling enggak suka bau minuman keras

__ADS_1


" huff baiklah sayang yang penting boleh minum susu dari sumbernya" lanjut Delon bahagia langsung memainkan gunung kembarnya Nabila sampai ASI nya keluar Delon langsung menikmati nya


" aaahhh dasar bayi besar aku manja sekali" desa han dan protes Nabila melihat kelakuan suaminya tangan Nabila memainkan rudalnya Delon dengan lembut


Delon merasa puas meminum ASI langsung menggendong Nabila tadinya Delon mau mencium istrinya dilarang bau minuman keras dari dulu Nabila memang paling engga suka pas Delon minum dilarang mencium bibir dan lehernya karena bau minuman keras membuat Nabila merasa mual


dilain sisi, Asih memberikan minyak gosok ke Alex setelah masa hukumannya selesai Anton yang sudah tahu Alex dihukum langsung tertawa puas saat melihat Alex pijit kakinya karena pegel habis dihukum


" hahahaha enggak tahu tempat sih mau bermesraan Untung hukumannya cuma hormat sambil berdiri bukan nya berenang karena Alex enggak bisa" protes Anton tertawa puas


" gila bro masih lanjut enggak ada kapoknya" adu Anton melihat Michel


" harusnya hukumannya lari keliling rumah ini sepuluh kali setelah itu lanjut hormat pasti kapok" ledek Michel terkekeh

__ADS_1


" terus saja bully saya biar puas huh" protes Alex merajuk


Asih yang mendengar perdebatan Alex, Michel,dan Anton cuma bisa nunduk sekaligus diam seribu bahasa


" katanya Delon mau ikut ke penjara anterin kamu sekaligus ketemu sama Dhika bahas pekerjaan" lanjut Michel melihat Alex yang asistennya Delon


" iyah soalnya mau bahas perkembangan perusahaan pak Dhika mau kasih tahu dua Minggu kita kesana katanya selama kita pergi ada bodyguard yang tetap mengirimkan makanan seminggu tiga kali sekaligus membawa baju kotor pak Dhika dan pak Anton" lanjut Alex memberitahu rencana Delon


" bukannya kamu yang urus perusahaan disini kenapa ikut kesana apa mau modusin Asih" ledek Michel melirik Alex


" yaps itu sih pasti karena pak Delon sudah tahu keinginan saya" lanjut Alex terkekeh


" bahkan Delon tahu saya ikut buat sekamar sama Asih panjat pinang selama disana mantap" batin Alex bahagia

__ADS_1


Asih lagi lagi engga mampu bicara apapun cuma bisa diam dan menjadi pendengar yang baik sekaligus malu mendengar ucapan TTM nya yang terlalu blak blakan


__ADS_2