
kondisi Alex sudah membaik, Alex langsung bergegas ke perkebunan jarak tempuh kesana membutuhkan waktu empat jam perjalanan
Alex mengambil ponselnya dan menelepon pelayanan di rumah Delon menanyakan kondisi Nabila
" bagaimana apa nona Nabila ketemu" tanya Alex tetap fokus menyetir
" saya denger kabar nona Nabila ada di rumah sakit karena pingsan tuan" ucap kepala pelayan diseberang sana
" kok bisa pingsan, tolong suruh pelayan tungguin nona Nabila dan yang satu lagi tungguin pak Delon dia masih koma" perintah Alex yang denger Nabila pingsan
" orang orang menemukan nona Nabila jatuh di depan caffe yang khusus jual Vodka" lanjut kepala pelayan
" apa di tempat itu, ini aneh, ya sudah tungguin nona Nabila saya ada urusan nanti kesana' lanjut Alex yang langsung mematikan ponselnya.
" seperti sebuah kesengajaan ini dari kebun tiba tiba kebakaran, mobilnya ditabrak orang yang enggak jelas,dan nona Nabila di tempat itu. ini pasti ada yang merencanakan menjebak nona Nabila harus diselesaikan sebelum tuan Delon sadar" batin Alex kesal
Alex akhirnya sampai di perkebunan betapa kagetnya perkebunan hangus terbakar tanpa sisa seperti ini, Alex langsung jalan ke rumahnya Nabila. betapa terkejutnya Alex rumah Nabila kini sudah rata sama tanah tinggal sisa sisa barang barang yang hangus terbakar
untungnya kantor pemasaran aman dari tempat kebakaran jadi Alex masih bisa ke kantor menemui manajer dan karyawan yang ada disana
__ADS_1
" bagaimana bisa kebun luas seperti ini bisa kebakaran, sebelum saya dan pak Delon pergi masih aman enggak ada percikan api sama sekali" maki Alex yang marah besar ke karyawan Delon
" maaf pak kami enggak tahu pak, sebelum kami pergi pun kondisi perkebunan masih normal dan kami dikasih tahu warga kalo perkebunan sudah hangus terbakar" ucap manajer menundukkan kepalanya karena takut
" kemana satpam yang menjaga kebun ini sampai berakibat fatal" teriak Alex yang membuat karyawan di dalam gedung pemasaran takut
" laporan dari mereka ada yang sengaja kasih mereka obat tuan" lanjut manajer memberikan fakta baru
" apa, periksa cctv-nya sekarang cepat" perintah Alex
" baik tuan silahkan" lanjut manajer
betapa kagetnya Alex melihat orang yang memerhatikan mobilnya dari jarak jauh, Alex tahu betul orang itu adalah karyawan nya Anton dan beberapa anak buahnya
untungnya setiap sisi perkebunan dilengkapi CCTV sampai penginapan Delon pun dilengkapi CCTV jadi setiap aktivitas apapun terlihat jelas dilayar monitor
" berengsek ternyata ini ulah pak Anton sengaja dia jahat sekali" maki Alex yang terlihat marah
' copy hasil rekaman CCTV dan masukin ke flashdisk saya sekarang, sekarang saya mau lihat rumah nona Nabila" perintah Alex yang langsung keluar diikuti sama manajer
__ADS_1
selama di jalan menuju rumah Nabila, banyak pertanyaan yang bikin manajer penasaran kenapa begitu peduli nya Alex sama Nabila
" tuan maaf saya mau tanya kenapa anda begitu cemas sama kondisi orang tuanya Nabila" tanya manajer melihat Alex
" rasa kemanusiaan saja orang tuanya nona Nabila kan sudah lama kerja disini jadi wajar kalo peduli sama karyawan sendiri" ucap Alex bohong
" oh seperti itu tuan" lanjut manajer walaupun sedikit enggak percaya
setibanya di rumah Nabila Alex berkeliling rumah Nabila betapa kagetnya rumah Nabila sudah rata sama tanah dan membayangkan betapa ketakutan dan mengerikan kondisi orang tuanya Nabila di tengah tengah kobaran api
polisi yang melihat manajer dan Alex langsung menghampiri mereka dan memberikan barang bukti kebakaran terjadi
" apa anda yakin ini barang buktinya" ucap Alex yang kaget menerima jirigen bau minyak tanah dan beberapa korek api
" yakin tua sudah kami teliti dan kami yakin ini barang buktinya" ucap polisi meyakinkan Alex
" bagus tolong disimpan pak, sepertinya nanti saya membutuhkan alat bukti ini" lanjut polisi
" kenapa anda yakin membutuhkan nya" tanya polisi bingung
__ADS_1
" karena saya tahu siapa pelakunya yang melakukan pembakaran keji ini" lanjut Alex yang mengepalkan kedua tangannya dengan amarah