
** Rumah Sakit **
"Bagaimana, dokter?" tanya Andin.
"Luka yang ada di kaki Nyonya Tiara masih belum sembuh 100%, jadi tiap berapa hari sekali Nyonya Tiara harus sering kemari." minta dokter George.
"Terima kasih ya dokter, karena dokter selalu menanyakan Kondisi saya." Andin yang terlihat selalu bersemangat dengan semua kondisinya.
"Oh ya Tiara, Apakah hari ini kalau ada waktu sedikit? karena aku ingin mengajakmu makan di kantin rumah sakit ini?" tanya dokter George kepada Andin.
"Boleh dokter, jika dokter tidak keberatan." jawab Andin.
Hidup Andin benar-benar seperti sebuah cerita novel, pernikahan kontrak pria kaya dan wanita miskin hidupnya benar-benar seperti bualan belaka. mempunyai suami tapi tidak pernah hidup seatas ataupun saling berbicara.
Arya Bayu adalah seorang pria yang tidak pernah sekalipun menjamah Andin setelah pernikahan mereka. begitu pula dengan Andin, wanita itu tidak pernah mengharapkan dicintai atau mendapatkan cinta dari siapapun. serasa perasaan Andin benar-benar sudah kosong, pernikahan pertamanya sudah hancur karena orang ketiga. setelah itu Andin benar-benar kehilangan perasaan untuk semua pria, kalaupun dia bersama seorang pria dia hanya menganggap mereka sebagai teman atau saudara tidak ada yang lain.
"Bagaimana pernikahanmu, Andin?" tanya Dokter George kepada Andin.
Dokter George adalah saudara dari Arya Bayu prawira, nama lengkap dokter George adalah George prawira Gerald. ibu dokter George adalah orang Amerika yang tinggal di Korea sedangkan ayah dari dokter George sama seperti Arya Bayu Dia berasal dari Indonesia menetap di Korea namun kedua orang tua mereka sudah meninggal.
"Bagaimana, Apakah pria itu masih tetap sama?" tanya Dokter George kepada Andin.
"Pasti dokter tahu sendiri bagaimana sifat dari Arya Bayu, dia tidak akan pernah menerima saya dokter. lagi pula Saya juga tidak akan pernah mengharapkan cintanya, karena kami berdua menikah hanya karena kesepakatan dan hutang yang harus kami lunasi." jawab Andin.
Dokter George adalah seorang duda yang tidak mempunyai anak, seorang pria kaya dengan semua gelimang harta yang sungguh luar biasa. pertama kali melihat Andin pria itu mengira kalau Andin hanyalah wanita yang akan menghabiskan seluruh kekayaan dari adiknya, namun lambat laun sikap Andin yang selalu santai dan sederhana membuat dokter George menaruh perasaan pada istri adiknya itu.
"Kau harus bersabar karena sebenarnya adikku adalah pria yang baik." ucap dokter George.
"Tentu saja dia adalah pria yang sangat baik, saking baiknya dia lebih memilih tinggal bersama selingkuhannya daripada istrinya. tinggal di satu apartemen bersama dengan wanita yang selalu dia cintai tapi mereka tidak menikah." jawab Andin yang membuat senyum dokter George langsung hilang seketika.
Memang benar Arya Bayu tinggal bersama dengan Leticia di apartemen, entah apa yang sudah mereka lakukan pria itu sudah tinggal bersama Leticia hampir 4 tahun setelah menikah dengan Andin. pria itu tidak pernah sekalipun bersama Andin malah Dia selalu menghabiskan waktunya bersama Leticia.
Pernah disakiti membuat Andin tidak pernah merasakan kesedihan lagi, dia menganggap pernikahan mereka hanyalah bayangan. jika malam sudah tiba bayangan itu akan hilang walaupun tidak malam ketika siang sudah tertutup awan bayangan pun akan hilang tertelan kegelapan.
__ADS_1
"Apakah kamu sedih?" tanya Dokter George kepada Andin.
"Buat apa aku bersedih dokter, semenjak pertama kali bertemu dengannya dia sudah mengatakan apa statusku. tidak ada yang keistimewaan diantara kami, tidak ada hubungan apapun diantara kami dan tidak akan pernah ada hubungan sama sekali kecuali pernikahan di atas kertas." jawab Andin yang membuat dokter George benar-benar tidak bisa mengatakan apapun.
Terlihat dokter George menatap wajah Andin, tak ada raut kesedihan di sana pria itu benar-benar tahu bagaimana perasaan seorang wanita yang pernah ditinggal oleh suaminya. namun pernikahan keduanya masih tetap sama tidak ada cinta di antara mereka.
"Jika kau sudah bosan dengan pernikahan ini, lalu Mengapa kau masih bertahan, Tiara?" tanya Dokter George.
"Apa yang harus aku lakukan dokter, Aku sudah tidak punya tempat untuk berlindung. aku tidak punya siapapun untuk melindungiku." jawab Andin.
DEG...
dokter George menatap wajah Andin yang terlihat begitu sendu, ada seribu kesakitan yang bisa dibaca oleh dokter George. "Apakah terasa sakit?" tanya Dokter George secara tiba-tiba.
"Apanya yang sakit, dokter?" tanya Andin sambil tersenyum yang membuat dokter George ikut tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita makan dahulu setelah itu aku akan meminta supirku untuk mengantarkanmu, Bagaimana?" tanya Dokter George.
"Tidak usah Dokter, tadi aku sudah meminta sopir pribadiku menunggu di luar." jawab Andin. seorang pria nampak berdiri di suatu tempat, salah satu anak buah Arya Bayu ternyata selalu mengikuti Andin kemanapun.
Seorang pria sudah menelpon bosnya, pria itu adalah anak buah dari Arya Bayu.
"Kemana wanita itu?" tanya Arya Bayu kepada anak buahnya.
"Nyonya Tiara sedang ke rumah sakit, tuan. kemungkinan dia memeriksakan kakinya." jawab si pria.
"Lalu, Bagaimana kondisinya?" tanya Arya Bayu.
"Saya tidak tahu Tuan, tapi dia sekarang sedang berbicara dengan kakak anda." jawab si pria.
Setelah mendengar nama kakaknya Arya Bayu seketika diam, dahulu dia tidak pernah merasakan sesuatu yang bergejolak di hatinya namun saat ini ketika mendengar nama kakaknya Entah mengapa ada rasa kesal, ada perasaan marah yang begitu besar di hatinya.
"Kenapa perasaanku benar-benar seperti ini ketika wanita itu bersama Kakakku." guman Arya Bayu dalam hati yang kemudian meletakkan ponselnya.
__ADS_1
Hari ini Arya Bayu berencana untuk menginap di rumahnya, sebenarnya setiap malam Arya Bayu selalu pulang untuk melihat kondisi dari istrinya. ketika pagi hampir menjelang pria itu selalu pergi dari rumahnya Arya Bayu selalu berpesan kepada seluruh pekerjanya untuk tidak memberitahukan kepada Andin mengenai kedatangannya setiap hari.
Sore ini Andin pulang dengan wajah yang begitu lesu, apalagi wanita itu mendengar kabar Kalau bu Nonik sedang tidak enak badan. kedua ibunya sekarang sudah menikah dengan bule yang ada di Korea, menikah dengan petani lokal yang ada di sana. mereka berdua ingin hidup sederhana namun penuh kebahagiaan.
"Selamat sore, Nyonya Tiara." sapa salah satu pembantu.
"Selamat sore bibi." jawab Andin dengan suara yang benar-benar tidak bersemangat.
"Ada apa Nyonya, kelihatannya nyonya capek ya?" tanya pembantu Tiara.
"Tidak apa-apa bi, cuma capek aja berjalan dari rumah sakit ke rumah." jawab Andin.
"Maksudnya tadi Nyonya berjalan dari rumah sakit kemarin?" tanya si pembantu.
"Bukan Bi, maksudku waktu di rumah sakit Aku keliling berjalan setelah itu naik mobil, setelah naik mobil ke sini kan aku masih berjalan." jawab Andin sambil tersenyum.
Sesaat kemudian seorang pria nampak berdiri di lantai 2 dan menatap Andin yang sedang berbicara dengan salah satu pembantu rumahnya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan