JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Kedatangan Arya


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Andin kepada suaminya.


"Aku? apa yang aku lakukan di sini? Tentu saja aku harus bekerja di sini, aku berada di Indonesia karena pekerjaanku yang memintaku ke sini." jawab Arya dengan begitu santai.


Andin yang Mendengar hal itu tentu saja Wanita itu sangat marah. Bagaimana tidak suami kontraknya itu benar-benar membuatnya sangat kesal, saking kesalnya Andin harus menahan emosinya di depan para karyawannya .


"Lihatlah pemilik butik ini benar-benar sangat kasar, wanita ini tidak terlihat seperti wanita sopan pada umumnya." ucap Arya yang membuat Andin tidak bisa mengatakan apapu.


"Di luar sana begitu banyak butik yang bisa kau datangi, Lalu kenapa harus kemari?" tanya Andin yang menunjukkan raut wajah yang begitu masam.


"Benarkah? Aku tidak tahu aku kan jarang sekali ke Indonesia." jawab Arya dengan begitu santai Andin berdebat dengan Arya Tentu saja tidak dia tidak akan mampu, dia hanya menghela nafasnya berulang kali, dia tidak ingin menjatuhkan harga dirinya di depan para karyawannya.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Andin.


"Aku kan sudah bilang kalau aku ingin memesan beberapa pakaian untuk aku kerja di sini." jawab Arya.


"Di mall banyak sekali barang yang bisa aku beli, Pergi saja ke sana Lalu Mengapa kau harus ke sini?" tanya Andin yang masih menunjukkan raut wajah yang begitu masam, Arya yang melihat hal itu tentu saja pria itu sangat senang, dia akan membuat istrinya semakin kesal karena kedatangannya. bukan maksud Arya seperti itu sih, sebenarnya pria itu benar-benar sangat merindukan istrinya merindukan sosok wanita yang sudah dia nikahi tiga tahun yang lalu.


"Pusat perbelanjaan? tokomu yang ada di pusat perbelanjaan itu ya?" tanya Arya yang membuat Andin menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya aku pernah ke sana, karyawanmu itu menyuruhku kemari karena aku bisa mendesain sendiri pakaian yang aku inginkan." jawab Arya.


"Apakah kau cuma mencari alasan?" tanya Andin.


"Kau kira aku akan mencarimu karena aku rindu? jangan salah aku bukan pria seperti itu." jawab Arya yang membuat beberapa karyawan Andin menatap Andin kemudian menatap pria itu. Andien yang melihat tatapan mata para karyawannya tentu saja wanita itu langsung diam.


"Masuklah!!" bentak Andin dengan raut wajah yang begitu kesal. seketika Arya langsung memasuki kantor milik istrinya itu menatap dekorasi ruangan yang benar-benar sangat mirip dengan kantor Andin yang ada di Korea.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Andin kembali.


"Aku kan sudah bilang kalau aku ingin memesan pakaian, aku inginkan kau membuatkan aku beberapa pakaian seperti yang biasa aku pakai di Korea." jawab Arya.


"Lalu?" tanya Andin lagi.


"Lalu, apa ya sudah kau ukur pakaianku? kau ukur aku setelah itu aku minta dalam waktu 2 atau 3 hari seluruh pakaianku harus jadi." perintah Arya.

__ADS_1


"Kau gila ya, Kau kira aku ini Superman dalam sekejap mata aku sudah menyelesaikan seluruh pakaianmu itu. Jangan berpikir macam-macam ya. Aku ini masih mempunyai otak jadi kau Jangan membuatku jadi wanita tidak waras!!" bentak Andin.


"Siapa bilang kau tidak waras, kau sendiri kan yang bilang kalau kau tidak waras." ucap Arya yang membuat Andin semakin kesal.


Andin yang kemudian mengambil meteran untuk mengukur suaminya itu dengan begitu cepat. Andin langsung menyelesaikannya sudah sekarang kau bisa pergi kan dari butiknya.


Andin selalu kesal wanita itu tidak bisa menutupi kekesalannya saat bersama dengan suami kontraknya itu.


"Cepat sekali? Bagaimana bisa kau mengukur tubuhku secepat itu, Kau kira aku ini boneka yang diukur cepat. kalau tidak jadi pakaianku akan dipermak kembali.":Arya yang tidak terima.


"Segeralah pergi, aku akan segera menyelesaikan pakaianmu. Jadi kalau kau tidak pergi sekarang aku tidak akan menyelesaikan pakaianmu, pakaianmu itu terlalu banyak!! seru Andin yang kemudian membuka pintu kantornya dan mempersilahkan Arya untuk segera meninggalkan dirinya.


Arya yang menatap istrinya itu tentu saja pria itu mulai mendekat, menatap wajah istrinya kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Andin.


"Jangan terlalu GR, aku tidak merindukanmu Aku hanya membutuhkan pakaian itu." ucap Arya yang kemudian berbalik meninggalkan Andin, padahal pria itu jantungnya berdebar begitu kencang saat wajahnya mulai mendekati wajah istrinya.


"Brengsek, coba tadi aku berpura-pura jatuh agar aku bisa menciumnya." guman Arya dalam hati yang kemudian pergi meninggalkan butik milik Andien.


Laras yang melihat seorang pria yang memasuki kantor Andin dan Andin sendiri menunjukkan raut wajah yang sangat masam tentu saja Laras sangat tahu apa yang terjadi dengan temannya itu.


"Ada apa Laras." jawab Andin.


"Siapa pria tadi?" tanya Laras.


"Bukan siapa-siapa." Jawab Andin.


"Benarkah? Hanya dua orang yang bisa membuatmu sekesal ini, Andin. satu mantan suamimu dan dua suami kontrakmu, lalu siapa di antara dua itu?" tanya Laras yang terus menyelidiki. Hal itu membuat Andin sedikit tidak bisa menutupi kesalahannya.


"Yang kedua." jawab Andin yang kemudian duduk dan memberikan ukuran tubuh Arya.


"Jadi pria itu adalah suamimu?" tanya Laras yang sudah mulai kepo tingkat dewanya itu, sedangkan Andien hanya menganggukkan kepalanya.


"Wow, Jadi dia adalah pria Korea blasteran Indonesia itu ya? pria kaya tajir melintir tampan rupawan menawan....," Laras yang belum menyelesaikan perkataannya namun diputus langsung oleh Andin.


"Super duper menjengkelkan, tidak tahu diri tidak tahu malu dan selalu membuatku dalam kesulitan." jawab Andin yang membuat Laras langsung terdiam. tentu saja apa yang dikatakan Andin itu benar adanya, Arya adalah pria yang selalu membuat Andin sangat kesal. selalu membuat Andin benar-benar harus memijit kepalanya setiap hari.

__ADS_1


"Tapi kelihatannya pria itu tidak menyebalkan seperti yang kau katakan." ucap Laras.


"Apakah kamu mau bertukar peran denganku? cobalah jadi istrinya, jadi istri kontraknya jadi mainannya agar kau tahu." ucap Andin yang membuat Laras langsung menutup mulutnya.


"Maaf tidak seperti itu juga kali, masak kau harus menyuruhku berganti peran." jawab Laras yang kemudian tersenyum.


"Sudah kan?" ucap Andin.


"Oh ya, mau apa dia kemari?" tanya Laras kepada Andin.


"Itu ukuran tubuhnya, tolong buatkan pakaian seperti yang dia inginkan." jawab Andin yang membuat Laras menganggukkan kepalanya.


"Wow, 10 pasang pakaian kerja? berarti ini tiga macam loh Andin, kemeja jas celana?" tanya Laras yang membuat Andin hanya menganggukkan kepalanya kembali.


"Kalau sudah tahu Tolong segera kau selesaikan, Aku tidak mau dia terus menghancurkan hidupku. dia akan mencari cara untuk membuatku kesal, untuk membuatku marah dan dia selalu mencari cara agar aku selalu kesal dengannya." ucap Andin.


"Separah itukah?" tanya Laras kepada Andin.


"Apakah kau ingin merasakannya?" tanya Andin yang membuat Laras menggelengkan kepalanya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2