JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Niken marah


__ADS_3

"Aaaa!!" teriak Niken.


"Diam!" seru Bu Ema yang sangat terganggu dengan kelakuan Niken yang sudah menghancurkan barang-barang yang ada di ruang tamu.


"Kau yang seharusnya diam, wanita tidak tahu diri!" seru Niken yang tidak mau diatur oleh Bu Ema.


"Dasar wanita tidak tahu diri, aku ini Ibu mertuamu!!" seru Bu Ema.


"Ibu mertua apaan, kau hanyalah wanita menjijikkan. kau adalah wanita tidak tahu diri yang selalu berusaha untuk menggoda suami orang pria, bukan? kau adalah wanita yang benar-benar sialan!" seru Niken yang sangat frustasi. wanita itu tidak akan pernah mengira kalau dia malah mendapatkan cacian dari Bu Ema.


"Kau memang benar-benar wanita tidak tahu diri!" seru Niken.


"Kaulah yang tidak tahu diri, Dasar pembantu yang meloncat menjadi istri majikannya!" perdebatan dua wanita itu didengar oleh para pekerja yang ada di rumah Pak Mamat.


"Lihatlah dua wanita tidak tahu diri dan tidak punya malu itu sekarang sedang bertengkar." ucap para pembantu.


"Tentu saja mereka berdua sama-sama tidak tahu diri dan tidak tahu malu." jawab pembantu yang lain.


"Sudah, sudah. lebih baik kita tidak usah mengganggu mereka, nanti malah kita yang kena semprot." seorang pekerja pria langsung menyuruh para pembantu wanita untuk diam. karena jika tidak maka dua wanita bermuka serigala itu akan sangat marah.


"Kau benar, lebih baik kita diam jika tidak dua wanita itu nanti malah memecat kita." ucap pembantu A.


"Kau benar, sekarang mencari pekerjaan itu susah kalau kita dipecat Mau kerja di mana lagi." jawab pembantu B.


Orang-orang yang ada di rumah Pak Mamat nampak tidak menghiraukan pertengkaran dua wanita yang usianya tidak terlalu jauh itu. tentu saja mereka tidak akan menghiraukan apapun yang dilakukan oleh Bu Ema dan Niken.


"Dasar wanita brengsek!" seru Niken.


"Kaulah Yang brengsek, dasar wanita tidak tahu diri. daripada dirimu lebih baik Andin yang menjadi istri Desta, kau itu hanyalah wanita murahan, kau bilang aku wanita murahan Lalu siapa dirimu? Kok itu hanyalah wanita yang benar-benar sangat menjijikkan!!" seru Bu Ema.


"Kau merebut suami majikanmu!!" teriak Niken.


Tentu saja Bu Ema tidak terima dengan perkataan Niken, wanita itu langsung menampar Niken dengan tamparan yang benar-benar tidak akan bisa dilupakan oleh Niken walaupun dalam mimpi.

__ADS_1


PLAKK


sebuah tamparan sudah mendarat di pipi Niken dari Bu Ema, Niken yang mendapat perlakuan seperti itu seketika wanita itu membalas semua perlakuan Bu Ema.


"Beraninya kau menamparku!" seru Niken yang kemudian menjambak rambut Bu Ema.


Para pembantu yang ada di tempat itu benar-benar seperti tidak mempunyai mata, mereka membiarkan dua wanita itu saling menghajar satu sama lain. Bu Ema yang sudah mendapat serangan dari Niken tentu saja dia murka.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu wanita tidak tahu diri!" seru Bu Ema.


para pembantu yang ada di rumah itu mereka nampak hanya menatap pertengkaran dua orang yang sangat menyebalkan itu. Bahkan mereka benar-benar tidak ingin berusaha untuk membantu Niken atau Bu Ema sama sekali.


Setelah beberapa menit kemudian mereka benar-benar sudah lelah dengan semua yang mereka lakukan. setelah itu akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing, luka cakaran pipi yang merah karena kena tamparan benar-benar sudah memberikan pemandangan indah di pipi Bu Ema dan Niken.


Berbeda di tempat lain terlihat Desta benar-benar memanfaatkan waktu untuk mendekati Andin. dia selalu bersyukur begitu lembut bahkan cara bicaranya begitu sopan.


"Seperti inilah dirimu dulu, sikapmu seperti ini kau selalu lembut kau selalu bersikap begitu baik padaku. tapi setelah kedatangan wanita itu kau langsung melupakanku, membuangku seperti barang yang tidak terpakai sama sekali." guman Andin dalam hati.


"Bagaimana?" tanya Arya kepada Miguel.


"Pria itu adalah mantan suaminya, tuan." jawab Miguel.


"Jadi wanita itu ingin membalas dendam kepada mantan suaminya?" tanya Arya kepada Miguel.


"Kemungkinan besar benar, Tuan. karena dari informasi yang saya dapatkan mantan suaminya membuat Ibu dari Nyonya Tiara meninggal." jawab Miguel.


Terlihat Arya terdiam, sesaat kemudian dia tersenyum dengan semua rencana yang sudah ada di otaknya. "Jangan sampai ada orang yang menghalangi istriku membalas dendam kepada pria itu." pinta Arya kepada Miguel.


setelah mendapatkan perintah dari bosnya akhirnya Miguel memastikan kalau Andin akan membalas dendam kepada mantan suaminya, bahkan secara diam-diam Arya juga melakukan sesuatu kepada mertua Andin. Arya membuat perusahaan milik Pak Mamat mengalami goncangan yang cukup luar biasa.


Di Jakarta terlihat Pak Mamat mendapatkan informasi dari anak buahnya kalau saham perusahaan tiba-tiba saja anjlok. Hal itu membuat kestabilan perusahaan juga ikut menurun.


"Bagaimana bisa perusahaan tiba-tiba mengalami krisis seperti ini, beberapa hari yang lalu saham perusahaan baik-baik saja. lalu Mengapa sekarang tiba-tiba hancur?" tanya Pak Mamat kepada anak buahnya.

__ADS_1


"Saya tidak tahu Pak, Tapi kelihatannya kemarin saham perusahaan mengalami penurunan drastis.* jawab anak buah pak mamat.


"Aku tidak mau tahu, kalian harus melakukan sesuatu agar saham perusahaanku tidak semakin hancur." pinta Pak Mamat. Setelah mendengar perintah dari bosnya anak bapak Mamat langsung meninggalkan kantor Pak Mamat. mereka harus mencari cara agar bisa menyelamatkan perusahaan Pak Mamat.


** Apartemen Andin **


Andin sedang menatap Arya yang sedang tersenyum saat melihat laptopnya, pria itu tidak menyadari kalau Andin sudah pulang. dia begitu fokus dengan laptop yang ada di pangkuannya sedangkan Andin berjalan mendekati Arya. tatapkan mata Andin menatap laptop milik dari Arya, Andin membaca sebuah informasi yang mengatakan kalau saham perusahaan milik mantan mertuanya itu sudah mulai goyah.


Andin yang melihat hal itu seketika wanita itu duduk di samping Arya hingga membuat Arya sangat terkejut.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Arya kepada Andin.


"Lihat sebentar." jawab Andin yang kemudian menarik laptop milik Arya. tatapan mata Andin terus menatap layar tersebut. "Ini berita Kapan?" tanya Andin kepada suami kontraknya.


"Itu kabar barusan." jawab Arya.


Dengan penuh semangat Andin langsung mengecek beberapa informasi mengenai perusahaan mantan mertuanya.


"Apa yang kau lihat?" tanya Arya.


Andin tidak menjawab, Wanita itu benar-benar sangat antusias saat mengetahui kalau mantan mertuanya itu perusahaannya sudah mulai goyah.


"Pasti Tuhan memberikanmu hukuman karena kau benar-benar sangat brengsek." ucap Andin yang kemudian menatap Arya yang sedang tersenyum kepadanya. tiba-tiba saja Andin mendapatkan sebuah pemikiran yang selama ini tidak diketahui oleh wanita itu .


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Arya.


"Apakah kau yang membuat perusahaan pria ini mengalami goncangan?" tanya Andin.


Arya terdiam, pria itu menatap istri kontraknya tersebut. "Ngapain juga aku melakukannya." jawab Arya.


Entah mengapa Andin sangat yakin kalau Arya berada di balik semua yang terjadi di perusahaan pak Mamat.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2