JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Di penjara


__ADS_3

"Hiks...hiks...," suara tangisan Andini.


"Tenanglah, Andin." Bu Hanum yang berusaha untuk menenangkan putrinya.


"Mengapa mas Desta melakukan hal itu Bu, apa salahku?" tanya Andin.


"Setan sudah mempengaruhi suamimu, lagi pula dia sudah bukan lagi suamimu." ucap Bu Yuli.


"Mas Desta jahat banget Bu." Andini terus menangis. suara tangisannya begitu pilu.


Sedangkan di rumah sakit terlihat Desta terus menunggu Niken yang sedang terbujur lemas. "Mengapa kau tidak bilang kalau kamu hamil?" tanya Desta kepada Niken.


"Sebenarnya aku mau memberi kejutan untukmu mas, tapi...tapi...,hiks..hiks..," Niken menangis begitu sedih, dia berakting dengan begitu sempurna.


"Sabarlah." Desta menenangkan isteri keduanya.


"Mereka jahat mas, mereka jahat. mereka berdua sudah membunuh anak kita." Niken terus memprofokasi Desta agar membenci Andini dan ibunya.


"Tenanglah, mereka berdua sudah mendapatkan hukumannya." jawaban Desta yang kemudian memeluk Niken.


"Jangan biarkan mereka lepas Mas, aku tidak ingin mereka menyakitiku lagi." ucap niken yang terus bersandiwara. wanita itu benar-benar wanita brengsek yang tidak pernah merasakan kesakitan saat dirinya dikhianati.


Desta terus menenangkan istrinya, istri kedua pria itu benar-benar mempunyai kelicikan sangat luar biasa. Desta menuruti apa yang diinginkan oleh istrinya itu, dia tidak memikirkan istri pertamanya yang menderita.


Keesokan hari Bu Yuli meminta Desta untuk mencabut tuntutan yang dia layangkan untuk Bu Hanum dan istrinya.


"Tidak, aku tidak akan membiarkan kedua wanita itu lepas!" seru Desta.


"Kenapa kau sepicik Ini Desta, wanita itu adalah istrimu. sedangkan wanita tua itu adalah mertuamu." ucap Bu Yuli.


"Aku tidak peduli, mereka berdua sudah membunuh anakku." jawab Desta.


"Kau benar Desta Jangan biarkan dua wanita itu keluar dari penjara!!" teriak Pak Mamat yang malah memprovokasi putranya untuk tidak memaafkan Bu Hanum dan Andini.


"Kau tidak boleh seperti itu, Desta. kau sudah melukainya kau sudah menceraikannya kemarin, malah sekarang kau memasukkan dia ke penjara!!" seru Bu Yuli kembali.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, aku akan memberikan dia balasan atas semua yang telah mereka lakukan." jawab Desta dengan nada yang begitu arogan.


Niken yang melihat hal itu wanita itu hanya bisa tersenyum penuh kemenangan, akhirnya dia bisa menyingkirkan Andini menyingkirkan parasit yang selalu mengganggunya, dengan begitu dia tidak akan lagi menggunakan jampi-jampi dari Mbah dukun untuk membuat Desta tunduk padanya karena Andini berada di penjara maka jalan kelicikan Niken akan terbuka luas.


Bu Yuli benar-benar tidak bisa melakukan apapun, Desta sudah memutuskan untuk menyakiti Ibu mertuanya.


Di tempat lain terlihat Andini terus menangis, sudah dua hari dua wanita itu berada di penjara.


"Apa yang kalian lakukan? kesalahan apa yang membuat kalian masuk kemari?" tanya seorang wanita di dalam penjara yang sama dengan Bu Hanum dan Andini.


"Isteri kedua anakku memberikan laporan palsu." jawab Bu Hanum.


"Isteri kedua? menantumu menikah lagi?" tanya seorang wanita yang bernama bu Nonik. wanita yang dihukum penjara dalam jangka waktu lama karena telah membunuh selingkuhan suaminya.


"Benar sekali Mbak, suami dari putriku menikah lagi pria itu sudah menyakiti putriku berulang kali membuat dia merana kesakitan karena disakiti oleh suaminya. beberapa hari yang lalu pria itu menceraikan putriku keesokan hari malah dia memenjarakanku dan putriku." jawab Bu Yuli.


Bu Nonik yang berada di dalam penjara nampak wanita itu menatap wajah Andini. "Aku yakin kalau istri kedua dari menantumu itu adalah orang licik, kalau tidak licik wanita Soleh seperti putrimu tidak akan mudah dikalahkan." ucap bu Nonik yang kemudian menatap Andini.


"Kalian sudah sidang?" tanya Bu Nonik.


"Lalu, tuntutan apa yang diberikan oleh pria itu?" tanya bu Nonik kembali. bu Hanum mulai menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu, bu Nonik nampak terkejut dan mulai memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh Bu Hanum.


"Dia menuntutmu berapa tahun?" tanya bu Noni.


"Aku tidak tahu, karena kami belum di sidang." jawab Bu Hanum.


"Kemungkinan besar kau akan dipenjara sekitar 5 tahun ke atas, kau dan putrimu akan mendekam di sini cukup lama." ucap Bu nonik yang membuat bu Hanum menatap putrinya.


"Aku tidak akan membiarkan putriku merana di sini!" seru bu Hanum yang kemudian memeluk Andini. putrinya sudah menderita sekarang wanita itu tidak akan membiarkan mantan suaminya membuatnya semakin menderita.


Waktu mulai berjalan, sudah satu minggu lebih Andini berada di penjara. kehidupan Andini benar-benar begitu miris hidupnya bagaikan sudah di neraka namun terjerumus di neraka yang paling dalam.


Beberapa hari kemudian sidang mulai diselenggarakan, Bu Hanum tidak ingin putrinya mendapatkan siksaan di penjara. karena hal itu dia lebih memilih untuk mengakui kesalahannya sendiri dan tidak ingin membuat Andini terperangkap di balik penjara.


Akhirnya Bu Yuli di penjara selama 5 tahun, Andini benar-benar syok wanita itu dibebaskan sedangkan ibunya harus menanggung penderitaan di penjara. "Aku tidak akan membiarkan ibu berada di penjara." ucap Andini .

__ADS_1


"Ibu ikhlas asalkan kau bisa keluar dari sini, dengarkan aku baik-baik Andini." ucap Bu Hanum.


"Ada apa Bu?" tanya Andini.


"Dengarkan aku baik-baik, Andini. lupakan pria yang tidak pernah menghargaimu, lupakan pria yang tidak pernah memberikanmu tempat. lupakan pria yang selalu menyakitimu." pinta Bu Hanum kepada Andini. Andini hanya bisa menangis wanita itu tahu kalau ibunya sedang sakit karena benar-benar shock dengan keputusan pengadilan.


"Benar Andini, lupakanlah pria seperti itu. jangan beri dia tempat di hatimu." ucap Bu Nonik yang berada di penjara. nampak wanita itu menatap Andini.


"Aku titip putriku Ya jeng." pinta bu Hanum kepada Bu Yuli.


"Tentu saja jeng, aku akan bersamanya aku juga sudah mencari rumah kecil untuk kami tinggal di bersama. Tenanglah aku juga akan mencari cara untuk melepaskanmu." jawab Bu Yuli.


"Aku mohon jaga putriku ya jeng, Aku tidak tahu kepada siapa lagi aku akan percaya." ucap Bu Hanum.


Andini hanya bisa menangis meratapi kehidupannya yang benar-benar begitu tragis, berbeda dengan Niken yang begitu bahagia karena suaminya sudah melayangkan surat perceraian kepada Andini. sedangkan Bu Hanum sudah masuk ke penjara.


"Hahaha..., akhirnya aku sudah mengusir dua parasit itu." ucap Niken yang sedang berpesta di salah satu tempat. wanita itu begitu bahagia, Andini sudah merasakan dinginnya jeruji penjara hampir satu bulan lamanya. Bu Hanum harus menderita dalam waktu yang lama karena kesalahan yang tidak pernah dia lakukan.


Desta yang berada di sebuah tempat nampak pria itu benar-benar sangat kebingungan, terkadang dia meratapi kebodohannya sendiri, melepaskan wanita yang begitu dia cintai hanya untuk wanita yang baru dia temui.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2