
Sekitar satu jam kemudian Arya keluar dari kamarnya, pria itu nampak menatap kamar Andin yang sudah tertutup kembali. Arya menghembuskan napasnya kembali pria itu menatap pintu kamar istrinya dengan tatapan mata seolah ingin membuka pintu itu.
Sesaat kemudian terlihat Andin keluar dari kamarnya dan melihat Arya sudah berpakaian rapi. Andin sengaja tidak bertanya kepada Arya wanita itu hanya diam sembari melalui Arya yang sudah berdiri di depan kamarnya.
"Kau mau ke mana?" tanya Arya.
"Mau ambil minum." jawab Andin.
Setelah mengatakan hal itu nampak Andin duduk di ruang tamu apartemennya.
"Apakah kau tidak ingin bertanya Aku mau ke mana?" tanya Arya kepada Andin.
"Ngapain juga aku harus bertanya kepadamu, kau mau kemanapun mau di manapun dan mau melakukan apapun itu adalah urusanmu." jawab Andin dengan nada suara yang begitu ketus.
Langkah kaki Arya langsung terhenti saat mendengar jawaban dari Andin, pria itu menatap istrinya yang sedang memakan sesuatu.
"Apakah kau masih marah padaku?" tanya Arya yang kemudian duduk di depan Andin.
"Kenapa aku harus marah padamu? Tentu saja aku tidak akan marah, mau melakukan apapun itu adalah urusanmu mau seperti apapun itu adalah urusan. jadi aku tidak akan pernah melakukan apapun dan aku tidak akan pernah berusaha untuk mencari tahu apa yang kau lakukan." Andin yang benar-benar tidak mau tahu apa yang dilakukan oleh Arya. padahal dalam hati ketika dia melihat Arya sudah berpakaian rapih hendak keluar tentu saja dalam hati Andin ingin bertanya. namun setelah melihat raut wajah Arya tentu saja wanita itu langsung melupakan seluruh pertanyaannya.
"Sebenarnya aku mau keluar bersama Miguel, aku harus melihat tempat pembangunan yang katanya mendapatkan gangguan." ucap Arya.
Andin tidak menghiraukan perkataan Arya, wanita itu hanya terdiam sembari memakan cemilannya.
"Apakah kau mendengar perkataanku?" tanya Arya.
Andin hanya diam, wanita itu tidak mengatakan apapun. seketika Arya langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Andin. Hal itu membuat Andin terkejut dan langsung mendorong tubuh Arya.
"Kau mau apa?!" seru Andin kepada Arya. terlihat Arya langsung tersenyum kemudian mengelus rambut Andin dengan begitu lembut.
"Aku keluar sebentar, sebentar lagi aku akan kembali." ucap Arya.
"Itu terserah padamu, kau kembali atau tidak itu bukan urusanku." jawab Andin.
Tatapan mata Arya menatap Andin, sesaat kemudian pria itu langsung menggendong Andin di pundaknya.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!!" seru Andin. Arya tidak menghiraukan teriakan istrinya itu. Miguel yang sudah menunggu di depan apartemen Andin tentu saja pria itu sangat terkejut saat melihat bosnya membawa istrinya di pundaknya.
"Tuan, Kenapa Tuan menggendong istri Tuan seperti itu?" tanya Miguel.
"Kita akan membawa dia ke area pembangunan." jawab Arya.
__ADS_1
"Aku tidak mau, lepaskan aku!!" seru Andin.
Arya tidak menghiraukan istrinya, pria itu menatap Andin kemudian menepuk pantat Andin Sedikit keras.
PUKK...
"Jangan banyak bergerak, Kalau tidak aku akan melemparkanmu dari pundak ku." ucap Arya yang tidak dihiraukan oleh Andin.
"Lepas lepasin aku!" seru Andin.
"Kalau kulepas kau akan terjungkal." jawab Arya .
"Turunin aku!" seru Andin kembali. Arya nampak terdiam pria itu tidak menghiraukan perkataan Andin kemudian membawa Andin masuk ke dalam mobil.
"Dasar pria tidak tahu diri, lepaskan aku!!" teriak Andin. pria itu menatap istrinya dengan tatapan mata yang benar-benar begitu mengharapkan cinta dari seorang wanita.
"Apakah abangku lebih baik dariku?" tanya Arya yang begitu tiba-tiba hingga membuat Andin begitu kebingungan.
"Apa maksudmu? Kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Andin kepada Arya yang membuat pria itu hanya terdiam. Arya tidak mengeluarkan sepatah kata kembali, namun bisa dibilang kalau Arya menginginkan sekali jawaban yang keluar dari mulut Andin.
"Kakakmu adalah pria yang begitu baik, begitu sempurna untuk dijadikan seorang suami. dia begitu pengertian begitu penyayang bahkan pria itu adalah pria yang bisa melindungi wanita yang dia cintai." jawab Andin secara terus terang.
Arya yang mendengar perkataan istrinya tentu saja pria itu sedikit tersentak, salahnya sendiri dia memilih untuk menutup dirinya daripada berusaha untuk mengatakan perasaannya kepada wanita yang dia cinta.
"Tuan." Panggil Tuan pengusaha kepada Arya.
"Bagaimana?" tanya Arya.
"Kelihatannya mereka adalah anak buah dari pesaing kita." jawab Tuan pengusaha.
"Lalu, apa yang akan Tuan lakukan?" tanya Arya.
"Tentu saja kita harus menghentikan mereka, jika mereka tetap melakukan hal ini terus maka kita harus memberikan mereka hukuman." jawab tuan pengusaha.
Pembicaraan Arya dan Tuan pengusaha terlihat begitu tidak dipahami oleh Andin. Hal itu membuat Andin berusaha untuk mencerna perkataan Tuan pengusaha dan suami kontraknya itu.
DORR...
DORR...
2 tembakan tiba-tiba melesat, tembakan yang memang tidak diarahkan kepada orang-orang itu Namun dua tembakan itu membuat kedua kaki Andin seketika langsung lemas.
__ADS_1
"Apa itu tadi?!" seru Andin saat mendengar suara tembakan dari sebuah tempat.
Arya yang melihat hal itu seketika pria itu menarik Andin untuk bersembunyi di suatu tempat.
"Miguel, Lakukan sesuatu dan cari orang-orang itu!" perintah Arya yang membuat Miguel menganggukkan kepalanya.
Tuan pengusaha langsung menelpon beberapa anak buahnya untuk segera datang ke area pembangunan. entah siapa musuh Arya dan Tuan pengusaha hingga membuat mereka berdua mendapatkan serangan dari orang yang tidak mereka kenal.
"Ada apa ini, siapa mereka?" tanya Andin.
"Diamlah kau tidak usah tahu, cukup Kau Tetap bersamaku." jawab Arya yang membuat Andin benar-benar sangat kebingungan.
Entah siapa orang yang menyerang Andin dan Arya, tapi yang jelas Untung saja tembakan itu tidak mengenai orang-orang yang ada di tempat itu. tidak sekitar 30 menit kemudian anak buah Tuan pengusaha dan anak buah Arya sudah berkumpul di tempat itu.
"Sisir tempat ini secepat mungkin, kalian harus segera menemukan orang itu Apapun yang terjadi. jika sampai kalian tidak bisa menemukan orang yang berusaha untuk melukai kami maka jangan salahkan jika besok kalian tidak akan bisa melihat matahari terbit." ancam Arya yang membuat anak buahnya dan anak buah Tuan pengusaha langsung berpencar untuk mencari Siapa orang yang sudah berani menyerang Arya dan Tuan pengusaha.
Kedua kaki Andin benar-benar tidak bisa dibuat berdiri. Dia sangat ketakutan karena baru pertama kali dia mendengar suara tembakan kecuali suara tembakan di drama televisi.
"Kau tidak apa-apa?" tanya area kepada Andin.
"Bagaimana mungkin aku tidak apa-apa, tadi itu apa?" tanya Andin.
Arya tidak menjawab, pria itu hanya terdiam kemudian meminta anak buahnya untuk segera mencari tahu siapa orang sudah hendak menyerang mereka.
"Siapa mereka?" tanya Andin kembali.
"Entahlah aku tidak tahu." jawab Arya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1
- my little wife
- Janji di bawah rembulan