JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Menolong seorang pria


__ADS_3

Nafas Diana memburu saat dirinya sudah berhasil menolong pria itu, sesaat kemudian nampak Diana menatap pria yang ada di bawah tubuhnya.


"Cepat Paman, kita tolong pria ini dibawa ke rumah sakit!" seru Diana yang meminta pertolongan kepada pria tua itu. nampak pria itu langsung menelpon ambulans agar membawa pria yang telah mereka tolong.


Terlihat Diana kebingungan karena dia harus segera pergi ke sekolah, nampak Diana ingin berbalik dan segera pergi.


"Kau mau kemana!" seru Paman tua yang ikut menolong Diana.


"Aku harus ke sekolah, Paman!" seru Diana.


"Kau tidak boleh ke mana-mana, kau ikut aku aku ke rumah sakit. karena aku tidak bisa membaca dan menulis!" seru paman tua tersebut. tentu saja Diana kebingungan, sesaat kemudian akhirnya Diana menelepon Sang Guru dan meminta ijin kepada wali kelasnya itu. Setelah menelepon Sang Guru, Diana langsung naik ke dalam ambulans untuk pergi ke rumah sakit dengan pria yang telah dia tolong.


"Paman, Bagaimana sepedaku!" seru Diana yang kebingungan dengan sepedanya.


"Biar salah satu pegawai toko ku yang membawa sepedamu, nanti aku akan menelepon mereka!" seru paman tua.


Diana menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Gadis itu terus kebingungan karena mendapatkan pesan dari guru wali kelasnya.


"Kamu lagi di mana?!" pesan dari wali kelas Diana. nampak Gadis itu mencibir tidak karuan karena begitu banyak pesan notifikasi dari guru wali kelasnya itu.


"Ada apa?" tanya Paman yang ikut menolong bersama Diana.


"Ini paman, guruku terus menelpon." jawab Diana. sesaat kemudian nampak Paman tua itu langsung menarik ponsel Diana Kembali.


"Halo, dengar ya pak guru.. murid Anda ini sedang menolong seorang korban kecelakaan, Jadi kami harus menuju ke sebuah rumah sakit swasta yang ada di dekat Kota xx!" seru Paman tua yang tiba-tiba langsung merampas ponsel Diana Dan menelepon wali kelas Diana.


"Ih Paman, apa yang Paman lakukan. nanti monster tua itu akan memarahiku dengan berbicara tanpa henti!" seru Diana.


"Memang gurumu itu sangat menakutkan, ya?" tanya Paman tua.


"Jelas Paman, Bahkan dia itu selalu memberikan aku pekerjaan yang sangat banyak. dan membuat kepalaku ini menjadi pening karena kelakuannya." jawab Diana.


Tentu saja pria itu tertawa dengan jawaban yang dikeluarkan oleh Diana, sedangkan korban kecelakaan itu nampak matanya terus menatap seorang gadis muda yang telah menolongnya. terlihat pria itu mencoba meraih tangan Diana.


"Loh..loh..loh..loh Paman, tangannya bergerak, loh..!" seru Diana dengan nada suara yang kebingungan.


"Tentu saja dia bergerak, dia kan masih hidup." jawab Paman tua itu.


"Paman namanya siapa sih, Kan aku biar enak memanggilnya. nggak Paman tua..Paman tua terus!" tanya Diana sambil tersenyum kepada Paman yang ikut menolong pria korban kecelakaan.

__ADS_1


"Nama paman Ini paman Samsul." jawab pria tua itu.


"Oke Paman Samsul, salam kenal dari Diana." ucap Diana yang kemudian tersenyum kepada pria tua itu sambil menunjuk kedua pipinya, seolah Dia sedang berakting baby caby.


"Sudah tidak usah menebar senyum seperti itu, wajahmu memang cantik tapi aku sudah menikah." jawab Paman Samsul yang membuat Diana seketika langsung memukul lengan pria tua itu.


"Lagian paman, aku juga ogah dengan pria tua sepertimu. masih banyak lagi.. cowok ganteng di luar sana, yang lebih muda dari Paman." ucapan Diana yang membuat Paman Samsul tertawa dengan perkataan gadis riang itu.


Sedangkan seorang pria yang terbaring itu nampak terus memegang tangan Diana, entah apa yang terjadi pada pria itu. namun pria itu terus menggenggam erat tangan Diana, sehingga Diana kebingungan saat mobil ambulans itu sudah terhenti Di depan rumah sakit.


"Paman, paman tolong!" seru Diana.


"Ada apa?" tanya Paman Samsul.


"Ini lho Paman, tangannya tidak bisa dilepaskan dari tanganku!" jawab Diana kembali sambil menunjuk tangan pria yang Kecelakaan.


"Memangnya kenapa?" tanya Paman Samsul.


"Lho kok kenapa sih, memangnya aku yang sakit apa. tolong bantu aku melepas tangan pria Ini, paman!" seru Diana sambil menghentakkan kakinya di lantai.


"Kalau begitu Kau ikut saja masuk kedalam ruangan rumah sakit, aku akan menunggu di luar saja!" seru Paman Samsul.


"Ya... biar kamu ikutlah, enak aja." jawab Paman Samsul.


Sesaat kemudian akhirnya Diana pasrah ketika para perawat yang ada di rumah sakit itu membawa tubuh seorang pria yang tangannya masih memegang erat tangan Diana. nampak sekali pria itu memegang erat tangan Diana sedih tanpa bisa dilepaskan.


"Waduh.. kalau pria ini meninggal bisa-bisa arwah nya penasaran dong, dan mencari aku.. lihat saja tangannya ini tidak bisa terlepas." guman Diana dalam hati. Sesaat kemudian nampak seorang dokter melihat Diana.


"Apa yang anda lakukan di sini, Nona?!" seru dokter tua kepada Diana.


"Ini lho Dok, tangannya nggak bisa dilepas dari tanganku." jawab Diana yang mulai kebingungan nampak sang dokter melihat tangan dari korban kecelakaan. sang dokter mencoba melepas tangan korban kecelakaan itu dari tangan Diana, Namun sayang dengan segala upaya tangan pria itu tidak bisa terlepas dari tangan Diana hingga sang dokter memberikan suntikan yang membuat pria itu pingsan seketika.


"Ya ampun.. Ini om-om nyusahin aja, masa dia terus membawaku ke dalam ruang rumah sakit." ucapan Diana yang kemudian keluar dari ruangan tersebut. nampak disana Paman Samsul sudah berada ada di luar ruangan tempat pria itu masuk.


"Suster, beri dia obat penenang." pinta dokter.


"Baik dokter." jawab perawat.


"Carikan pria ini darah, cepat kamu periksa golongan darahnya." perintah dokter lagi.

__ADS_1


"Baik dokter." jawab perawat yang kemudian pergi untuk mencari darah, karena pria yang menjadi korban kecelakaan kehilangan banyak darah.


"Pertahankan kesadarannya untuk sementara." perintah dokter.


"Baik,dokter." jawab perawat.


Diana yang berada di tempat itu terlihat menatap si pria yang tubuhnya sudah di penuhi darah, tatapan mata Diana benar-benar seperti seorang yang baru menemukan sesuatu yang menakutkan.


"Suster, kepalaku pusing." ucap Diana.


"Kamu fobia darah?" tanya suster.


Diana menganggukkan kepalanya.


"Aku minta kamu segera keluar, nanti kamu malah semakin pusing." pinta suster.


"Tapi tangan pria ini." ucap Diana yang kemudian menunjuk tangan pria yang menggenggam tangannya.


Akhirnya salah satu perawat melepas tangan si pria yang menggenggam tangannya.


"Huf..," suara helaan nafas Diana.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


__ADS_2