JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Mulai menjalankan rencana


__ADS_3

Andin sudah mulai membalas seluruh perlakuan yang dilakukan oleh keluarga mantan suaminya. Wanita itu sudah mulai mencari tahu mengenai apa saja yang dilakukan oleh keluarga mantan suaminya dan mantan suaminya itu. dia harus segera melakukan sesuatu, sedikit informasi mengenai perubahan yang sekarang terjadi kepada Andin, wanita itu memang terlihat lembut dari luar namun jangan salah.., Andin sekarang sudah berubah total semenjak kematian ibunya. wanita itu selalu menyimpan rasa dendam yang begitu besar dia tidak akan melepaskan musuh-musuhnya, dia tak akan melepaskan orang-orang yang sudah membuat keluarganya hancur dan membuat dirinya seperti sampah yang sangat mudah untuk dibuang.


Beberapa hari setelah kejadian yang ada di butik, hari ini dengan sangat sengaja Andin berjalan ke sebuah tempat untuk menemui mantan suaminya itu. Andin akan membuat Apa yang dirasakan oleh dirinya akan dirasakan oleh Niken.


BRUKK...


"Maaf nona," Desta yang tak sengaja menabrak Andin yang sedang berada di salah satu perusahaan furniture milik temannya.


"It's ok, aku baik-baik aja kok." Andin yang terlihat tersenyum kepada Desta.


"Maaf aku tadi tidak sengaja menabrak mu, pikiranku agak tidak konsentrasi." ucap Desta.


"Tidak apa-apa, Tuan. lagi pula saya juga salah kok karena dari tadi melihat ponsel." jawab Andin yang kemudian membuka kacamatanya.


Seorang wanita cantik berbibir merah merona dan bertubuh sangat seksi, Desta yang melihat hal itu tentu saja pria itu langsung terpukau, rambut panjang yang tergerai serta alis tebal bibir merona dan mata bulat sempurna.


Desta terus menatap Mantan istrinya itu, walaupun dia tidak terlalu mengenali Andien Mantan istrinya.


"Nona, apakah kita pernah bertemu?" tanya Desta yang membuat Andin tersenyum. tentu saja mereka pernah bertemu karena mereka adalah mantan suami istri.


"Semua pria yang ingin berkenalan dengan seorang wanita pasti mengatakan hal itu, Tuan." ucap Andin yang kemudian berjalan pergi melalui Desta. Andin sangat tahu bagaimana kepribadian dari mantan suaminya itu, siapapun yang menolaknya maka Desta akan sedikit merasa tersindir. Desta terus menatap kepergian wanita cantik yang barusan dia tabrak itu, kedua bola matanya tidak berkedip sama sekali menatap seorang wanita yang sudah pergi meninggalkan dirinya.


"Aku pernah bertemu dia di mana ya? kok aku sepertinya merasa sangat mengenal wanita itu." Desta yang berusaha untuk mengingat wanita yang barusan dia temui tadi. tentu saja pria itu sudah melupakan mantan istrinya, semua foto tidak ada semua kenangan bersama istrinya itu sudah tidak ada. 3 tahun lebih Andin sudah menghilang dari kehidupannya mungkin saja pria itu sudah menganggap Andin menghilang atau menderita.


"sial kenapa aku tadi tidak menanyakan namanya Desta yang terus mengomel tidak karuan karena dia belum mendapatkan nama dari wanita yang barusan ia tabrak.


Sesaat kemudian Desta yang baru keluar dari perusahaan salah satu teman kerjanya itu langsung berbalik dan memasukinya kembali, Desta benar-benar begitu penasaran dengan wanita yang barusan tadi masuk ke dalam perusahaan rekan bisnisnya itu.


"Apakah ada yang ketinggalan, tuan Desta?" tanya salah satu petugas resepsionis perusahaan.


"Apakah kau melihat seorang wanita yang barusan masuk tadi?" tanya Desta yang membuat petugas resepsionis perusahaan itu langsung terdiam.


"Wanita yang mana ya tuan?" tanya petugas resepsionis.


"Wanita yang tadi masuk kemari, seorang wanita yang memakai blazer hitam syal pink dan bagaimana ya aku lupa." ucap Desta.

__ADS_1


"Tadi ya? Apa maksud Tuan tadi Nyonya Tiara?" tanya petugas resepsionis yang membuat Desta menatap wanita itu.


"Siapa namanya tadi?" tanya Desta.


"Namanya Nyonya Tiara, dia adalah seorang pengusaha furniture, tekstil dan dia mempunyai perusahaan pakaian yang sangat banyak, tuan." jawab petugas resepsionis kembali.


"Apakah dia kemari atau dia menemui bosmu?" tanya Desta kepada petugas resepsionis.


"Tentu saja tuan, kalau saya tidak salah nyonya Tiara bekerja sama dengan perusahaan milik bos saya, jadi kemungkinan besar dia sedang bersamanya untuk rapat perusahaan petugas resepsionis.


"Lalu, apakah kau tahu di mana perusahaannya?" tanya Desta.


Petugas resepsionis itu menggelengkan kepalanya, setelah mendapatkan jawaban akhirnya Desta pergi dari perusahaan itu. baru pertama kali ini daftar benar-benar begitu terpukau kepada seorang wanita selain mantan istrinya dahulu sesaat kemudian Desta sudah pergi dari perusahaan milik rekan bisnisnya itu.


Di tempat lain Arya sedang bersama beberapa rekan bisnisnya untuk membicarakan mengenai pembangunan di salah satu wilayah.


"Bagaimana tuan, apakah tuan setuju untuk membangun hotel di tempat itu?" tanya seorang pengusaha kepada Arya.


"Entahlah, aku tidak tahu tapi apakah kau sudah mencari salah satu perusahaan furniture untuk seluruh perlengkapannya? tanya Arya.


"Perusahaan mana yang menangani furniture yang akan dipakai di hotelnya nanti?" tanya Arya.


"Kalau tidak salah pemilik perusahaan itu bernama Tiara, dia adalah pengusaha Indonesia namun baru kembali dari Korea." jawab si pengusaha.


Setelah mendengar nama istrinya Arya sangat bersemangat. "Baiklah kalau begitu, aku akan menandatangani kontrak kerjasama ini." ucap Arya yang kemudian menandatangani kontrak kerjasama itu tanpa berpikir panjang lagi. Arya yakin kalau istrinya akan sangat terkejut saat dia bertemu dengan pria yang telah menikahinya secara kontrak di atas kertas.


** Keesokan hari **


** Butik mutiara **


"Mbak Tiara." panggil salah satu pegawai.


"Ada apa?" tanya Andin kepada salah satu pegawainya.


"Mbak ada tamu yang mau memesan beberapa pakaian kerja." jawab pegawai Andin.

__ADS_1


"Kenapa kau harus mengatakan hal itu padaku? kan ada mbak Laras bilang sama mbak Laras untuk menemui orang itu, karena Mbak laras adalah desainernya, maka Mbak Laras yang harus menemui orang itu." jawab Andin.


"Tapi orangnya nggak mau Mbak, Dia bilang mau bertemu langsung sama pemilik butik ini." jawab pegawai Andin kembali.


"Kok bisa gitu?" tanya Andin.


"Nggak tahu Mbak, apa saya bilang aja kalau mbak Tiara sedang sibuk?" tanya pegawai Andin.


"Enggak usah, kalau gitu biar aku menemuinya." jawab Andin yang kemudian meletakkan pensil yang dia pakai untuk mendesain. langkah kaki Andin menemui seseorang yang katanya memesan beberapa pakaian kerja. Andin tidak berpikir mengenai siapa tamunya, namun sesaat kemudian tatapan matanya menatap seorang pria yang sudah berada di butiknya. seorang pria yang benar-benar akan membuat mood Andien hancur seketika.


"Tuan." Panggil pegawai Andin.


"Jadi kalau sudah ada di sini ya?" tanya seorang pria yang membuat Andin menatap pria yang ada di depannya itu. seorang pria yang benar-benar membuatnya langsung merasakan hari-harinya akan hancur.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Andin kepada Arya.


"Aku? Tentu saja aku mau memesan pakaian untukku." jawab Arya.


"Maksudku Kenapa kau ada di Indonesia?" tanya Andin kembali. Arya tersenyum pria itu berdiri kemudian berjalan mendekati Andin.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2