
Tak berselang lama akhirnya Diana mendatangi Fahmi yang sedang berbicara dengan tuan Fajar.
"Bagaimana, bagus tidak presentase ku?" tanya Diana kepada Fahmi.
"Tentu saja sangat bagus." jawab Fahmi.
"Selamat nona Diana, Kau adalah sekretaris yang begitu hebat!" seru Tuan Muhammad Fajar kepada Diana.
"Terima kasih Tuan." jawab Diana yang kemudian menjabat tangan Tuan Fajar.
"Kalau kita selesai, maukah anda dan Tuan Fahmi makan bersama dengan saya di restoran hotel ini?" tanya Tuan Fajar kepada Diana dan Fahmi.
"Saya ikut sama Tuan Fahmi saja, Tuan." jawab Diana sambil tersenyum kepada tuan Fajar.
"Tentu saja saya juga mau, Tuan. saya akan membawa sekretaris saya untuk makan bersama anda." jawab Fahmi.
"Baguslah kalau begitu, setelah acara ini selesai kita langsung saja ke restoran untuk merayakan kerjasama Kita." ucap Tuan Fajar yang kemudian menutup acara kerjasama mereka.
Tuan Fajar mengajak Diana dan Fahmi untuk makan di sebuah restoran di, sana tuan Fajar sedang menelpon seseorang.
"Apakah masih ada yang akan kita tunggu, Tuan?" tanya Ilham kepada tuan Fajar.
"Sebentar, salah satu teman bisnis saya yang ada di Singapura sudah berada di tempat ini, kemungkinan besar dia akan datang dan ikut makan bersama kita." jawab Tuan Fajar.
akhirnya Diana dan Fahmi menunggu salah satu teman bisnis Tuan Fajar, sekitar 30 menit kemudian seorang pria dengan memakai jas hitam dan kacamata hitam datang mendekati Tuan Fajar.
"Tuan!" seru seorang pria yang mendekati Tuan Fajar.
"Halo, aku senang Kau sudah datang!" seru Tuan Fajar.
Tak lama kemudian akhirnya Tuan Fajar memperkenalkan seorang pria yang menjadi rekan bisnisnya, seorang pria yang akan membuat mereka terkejut.
"Oh iya, perkenalkan mereka adalah rekan bisnis baru kita, perkenalkan dia adalah Tuan Fahmi dan dia Nona Diana, calon istri Tuan Fahmi." ucap Tuan Fajar yang memperkenalkan Diana dan Raihan.
Terlihat di depan Mereka seorang pria yang begitu familiar di mata Fahmi dan Diana, seorang pria yang sudah memberikan mereka kenangan pahit di masa lalu, seorang pria yang tiba-tiba pergi meninggalkan Diana seperti seorang pria brengsek..
Deg...
"Halo." sapa Fahmi yang dikit ragu.
"Dia adalah Raihan Atmaja, salah satu pembisnis muda yang handal yang akan menjadi menantu saya." jawab Tuan Fajar Yang mempersilahkan Diana dan Fahmi.
__ADS_1
Raihan menatap seorang gadis cantik yang dia nikahi 2 tahun yang lalu, namun saat setelah pernikahan Raihan malah meninggalkan Diana tanpa satu perkataan pun.
Fahmi dan Diana saling menatap satu sama lain, bukan merasa kecewa yang mereka perlihatkan, bahkan merasa terkejut atau apapun. sedangkan Fahmi nampak pria itu takut Diana akan sedih saat melihat Raihan sekarang berada di depannya.
"Halo, tuan. nama saya Diana." Diana yang memperkenalkan dirinya dan menjabat tangan Raihan.
Deg..
Raihan begitu terkejut, seorang gadis muda yang dulu dia nikahi sekarang telah menjelma menjadi wanita dewasa. dengan tubuh yang begitu seksi bahkan wajahnya sangat cantik dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal.
"Saya..saya Raihan." jawab Raihan yang sedikit terbata saat melihat Diana yang sangat berbeda dengan 2 tahun yang lalu.
"Kalau begitu mari kita memesan makanan, karena saya yakin kita sudah lapar!" seru Tuan Muhammad Fajar kepada Raihan, Diana serta Fahmi.
Fahmi menatap wajah Diana dengan tatapan yang begitu ketakutan, malahan Diana menatap Fahmi yang wajahnya sudah tidak terbaca lagi. salah satu tangan Diana memegang tangan Fahmi, wanita itu menganggukkan kepalanya yang menandakan dia tidak apa-apa.
"It's ok, i'm fine.." ucap Diana yang kemudian memegang tangan Fahmi. sedangkan Raihan terlihat pria itu melihat sepupunya bersama mantan istrinya.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Raihan kepada Fahmi.
"Aku baik-baik saja." Jawab Fahmi.
"Apakah kalian saling mengenal?" tanya pak Atmaja yang sedikit kebingungan saat melihat kedua pria itu malah berbincang-bincang.
"Ha-ha-ha...,ternyata dunia ini begitu sempit ya, ternyata Tuan Fahmi Atmaja ini sepupu dari calon menantu saya!" seru Tuan Fajar.
Diana merasa tidak terkejut atau apapun, dia sudah tidak pernah memikirkan masa lalunya. siapa Raihan dan apa hubungannya dengan Raihan, itu semuanya tidak ada di fikiran Diana. yang menjadi tujuan hidup Diana sekarang ini adalah mencari babak baru dari semua kesedihan di masa lalunya.
🎶🎶🎶
Ponsel Diana bergetar, terlihat wanita itu menatap layar ponselnya.
"Ada apa?" tanya Fahmi.
"Salah satu pekerjaanmu ternyata sedang melakukan double date di hotel ini." bisik Diana di telinga Fahmi.
Terlihat Raihan menatap sepupu dan mantan istrinya itu. tatapan mata yang penuh dengan pertanyaan apalagi senyum yang selalu diperlihatkan oleh Diana ketika dia berbicara dengan Fahmi. senyum yang bisa diperlihatkan sebagai senyum penuh cinta dari kedua orang itu.
"Lalu, mereka di mana?" tanya Fahmi.
"Nanti akan kuceritakan, kita selesaikan makan malamnya dan kita pergi dari sini." jawab Diana.
__ADS_1
Fahmi menganggukkan kepalanya, kemudian memberikan kecupan di pipi Diana dihadapan Raihan dan yang lain.
DEG...
Raihan sangat terkejut, tentu saja ternyata selama 2 tahun Raihan tidak pernah menunjukkan batang hidungnya pada keluarganya, malah sekarang pria yang bernama Fahmi menjadi pengganti di hidup Diana.
* 1 jam kemudian.
Saat acara makan malam itu, terlihat Raihan terus menatap wajah Diana. seorang gadis muda yang dulu telah dia nikahi, namun ayah dan ibu Raihan lebih memilih untuk memproses pembatalan pernikahan itu.
"Baiklah Tuan Fajar, kami harus kembali dulu. kelihatannya ada salah satu teman kami yang menunggu di hotel ini." pamit Fahmi kepada Tuan Fajar.
"Baiklah Tuan, saya sangat senang kau dan calon istrimu itu mau menerima undanganku." jawab Tuan Fajar.
"Tentu saja Tuan, karena anda adalah rekan bisnis kami." jawab Diana yang kemudian menjabat tangan Tuan Fajar.
Raihan terus menatap wajah Diana, Entah mengapa bukan Diana yang hatinya berdebar tidak karuan saat mereka bertemu. tatapan mata mereka saling beradu, namun Diana tidak merasakan apapun. malah Raihan bersikap begitu grogi.
"Mengapa jantungku berdebar tidak karuan saat melihat bocah tengil ini di hadapanku, dia sungguh berbeda." ucap Raihan yang telah melihat Diana pergi bersama Fahmi.
"Aku tidak pernah mengira kalau Tuan Ilham adalah sepupumu, karena dia tidak memakai nama Atmaja di belakangnya." seru Tuan Fajar kepada Raihan calon menantu nya.
"Memang pria itu adalah pria yang selalu bersikap sederhana, Tuan. dia adalah pria yang selalu menjunjung kesederhanaan daripada kemewahan." jawab Raihan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar