JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Arya ingin mendapatkan Andin


__ADS_3

"Aku tidak percaya kalau kau yang memberi pelajaran kepada pria tua itu." ucap Andin.


"Kau kira aku yang melakukan hal itu?" tanya Arya.


"Mungkin." jawab Andin.


"Berarti kau sangat ke- P-D- an." jawab Arya yang kemudian pergi meninggalkan Andin.


Senyum Andin seketika hilang saat Arya mengatakan hal itu, sesaat kemudian datang George di apartemen Andin.


TOK...


TOK..


George mengetik pintu apartemen Andin.


CEKLEK..


"Masuk mas." Andin yang menyuruh George masuk.


"Ini." George yang memberikan Andin sesuatu.


"Apa ini mas?" tanya Andin.


"Tadi aku ke swalayan, kemarin kamu bilang kalau bahan makanan sudah habis." jawab George.


"Ya ampun...,makasih ya mas." George yang berbicara sambil menatap wajah Andin.


"Kamu sudah makan?" tanya George.


"Belum mas, aku baru pulang." jawab Andin.


"Kalau begitu...,kita masak berdua bagaimana?" tanya George.


"Boleh." jawab Andin.


Arya yang berada di dalam kamar nampak wanita itu mendengar suara seorang pria, Arya yakin kalau pria yang berada di rumahnya sekarang ini adalah kakaknya.


"Aku harus memilih antara duniaku atau wanita yang aku cintai itu, aku yakin kalau kakakku tidak akan pernah melepaskan wanita itu." ucap Arya yang kemudian keluar dari kamarnya. tatapan mata Arya menatap Andin dan George yang sedang memasak di dapur. raut wajah bahagia Andin dapat dilihat oleh Arya. begitu cantik bahkan wanita itu benar-benar begitu menawan.


"Apakah aku akan sanggup untuk melepaskan wanita itu atau apakah aku sanggup jika aku harus melihat dia bersama dengan kakakku." guman Arya dalam hati yang kemudian berjalan menuju dapur. saat berada di dapur Arya langsung duduk di kursi ruang tamu.


"Hai Arya," sapa George kepada adiknya.


"Baru pulang bang." tanya Arya.


"Iya Abang, tadi ada operasi mendadak jadi Abang harus pulang agak telat." jawab George.

__ADS_1


Tak ada kata yang keluar dari mulut Arya, namun tatapan mata yang ditunjukkan oleh Arya dapat dipahami oleh George.


"Kamu sudah makan Arya?" tanya George.


"Tidak, aku tidak ingin makan." jawab Arya.


"Memangnya kamu sudah makan?" tanya George kembali.


"Belum." jawab Arya.


Sekitar 30 menit kemudian George sudah selesai memasak nasi goreng seafood kesukaannya, pria itu meletakkan tiga porsi di meja makan.


"Apa ini?" tanya Arya.


"Makanlah, nanti kau sakit Kau sering sekali tidak makan bahkan kau selalu sering bergadang tengah malam tanpa mengurus dirimu." ucap George yang membuat Andin menatap pria yang sudah menikahinya itu.


"Mana mungkin, dia kan selalu dibawakan makanan sama kekasihnya Mas." ucap Andin.


"Mana mungkin dia kan tidak terlalu suka masakan orang lain, dia itu tipe orang yang pemilih loh, Andin. apalagi dia tidak suka beberapa masakan." jawab George.


Andin yang Mendengar hal itu tentu saja dia sangat terkejut, Andin memang tidak begitu memahami dan begitu mengerti siapa sebenarnya suami kontraknya itu Dan mungkin Andin mengetahuinya. Arya selalu menjauh dari Andin, setiap kali wanita itu ingin mendekat.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Arya.


"Lihat aja tidak boleh, sok ganteng banget." jawab Andin.


"Masakanmu selalu enak bang." ucap Arya.


"Memangnya dari dulu sampai sekarang Setelah orang tua kita meninggal siapa yang memasak untukmu, kalau bukan Abang." jawab George.


Pembicaraan Dua saudara itu nampak begitu akrab namun kepribadian mereka benar-benar begitu jauh berbeda.


"Mas mau kembali ke apartemen dulu ya, Mas mau istirahat. besok pagi sekali Mas harus segera ke rumah sakit, ada operasi dadakan yang harus mas kerjakan." ucap George.


"Iya Mas hati-hati ya, apa besok perlu aku masakan dahulu!" tanya Andin.


"Tidak usah, besok pagi Mas akan pesan makanan jadi kamu istirahat yang baik. jangan lupa tidur teratur makan teratur." ucap George yang kemudian pergi. sebelum pergi pria itu membelai rambut Andin, tersenyum kepada wanita itu hingga membuat Andin juga membalas senyuman George.


Arya terus menatap kedekatan istri dan kakaknya itu, pria itu terlihat benar-benar tidak rela saat suami istri dan kakaknya begitu mesra di depannya. Aku benar-benar tidak akan bisa melepaskan wanita itu.


"Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan wanita itu dekat dengan siapapun." ucap Arya yang kemudian berdiri dan mengantarkan kakaknya keluar.


"Oh ya bang, Kalau perlu sesuatu telepon aku ya." ucap Arya yang membuat George sedikit kebingungan.


"Tentu." jawab George.


Setelah georger keluar terlihat Arya terus menatap Andin, memang istrinya bukanlah wanita yang begitu luar biasa cantik. namun wajahnya yang cantik selalu membuat orang lain selalu mengingatnya.

__ADS_1


"Apakah kau benar-benar ingin menghancurkan pria itu?" tanya Arya yang membuat Andin sedikit kebingungan.


"Maksudmu?" tanya Andin kembali.


"Apakah kau ingin menghancurkan mantan mertuamu itu?" tanya Arya yang membuat Andin langsung menoleh.


Andin tidak pernah mengatakan apapun kepada Arya mengenai mantan suaminya, tapi Arya adalah orang kaya pasti dia akan mengetahui apapun mengenai Andin.


"Apakah kau menyelidiki mengenai masa laluku?" tanya Andin.


"Arya tersenyum, pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Andin.


"Aku tidak akan menikahi wanita yang tidak kuketahui asal usulnya, aku bukanlah seorang pria yang sembarangan mengambil wanita untuk ku nikahi." jawab Arya yang kemudian langsung pergi meninggalkan Andin.


DEG..


jantung Andin benar-benar berdebar begitu kencang, apalagi saat Arya melakukan hal itu wanita mana yang tidak akan terkejut saat seorang pria yang dia cintai mendekatkan wajahnya.


"Apa yang dia lakukan? Kenapa dia tiba-tiba melakukan hal itu." ucap Andin yang terus menggerutu. Andin memegang dadanya jantungnya benar-benar berpacu begitu kencang hingga membuatnya merasakan sesak nafas.


"Pasti dia hanya ingin membuatku merasakan perasaan seperti wanita pada umumnya. Dia kira dia bisa mempermainkanku." ucap Andin yang kemudian masuk ke dalam kamarnya. saat Andin hendak masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba saja Arya keluar dari kamarnya, pria itu langsung mendekati Andin kemudian memberikan ciuman di bibir Andin.


CUP..


Andin yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja Wanita itu sangat terkejut dan langsung mematung, dia tidak akan pernah memikirkan kalau tiba-tiba saja Arya menciumnya. Arya tidak mengatakan apapun setelah mencium Andien pria itu langsung masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Andin sendiri seperti seorang wanita bodoh yang benar-benar kebingungan dengan semua yang terjadi.


"Apa aku tadi mimpi." ucap Andin yang baru sadar.


Sesaat kemudian wanita itu berteriak dengan sangat keras. "Dasar pria brengsek, Jangan berani-berani mempermainkan aku ya!!" seru Andin yang kemudian menggebrak pintu kamar Arya. Arya yang berada di dalam kamar dia hanya tersenyum dengan semua yang dilakukan olehnya kepada istri kontraknya itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


__ADS_2