
"Diana Sayang. nanti berangkat kerja sama Mas mu ya." ucap Mama Rita.
"Mas siapa, ma?" tanya Diana.
"Kamu ini bagaimana sih, Ya tentu saja masmu itu calon suamimu ini, Putra Tante." jawab Mama Rita yang menunjuk wajah Raihan.
"Kenapa harus berangkat kerja bersama dia sih, nanti malah orang-orang yang ada di restoran mengatakan Aku diantar oleh om ku." guman Diana yang kemudian berpura-pura tersenyum.
"Nggak usah lah Ma, lebih baik Diana berangkat sendiri, nanti Paman Raihan terlambat." ucap Diana.
"Lo.. kok panggil Paman sih, panggil Mas dong!" seru Mama Rita kepada Raihan.
"Oh iya ya, lupa Ma, Mas Raihan.." ucap Diana dengan wajah yang begitu kebingungan. sedangkan Raihan terlihat pria itu malah tersenyum saat melihat Diana terus dibuat kebingungan oleh Mama nya.
"Ya ampun...,mimpi apa aku semalam, kalau Paman Jahil ini sampai mengantarkanku, pasti dia akan membuat seluruh orang-orang yang ada di restoran akan mengerjaiku habis-habisan." guman Diana sambil membayangkan sesuatu yang belum terjadi.
Sesaat kemudian akhirnya Diana hanya pasrah saat mendengar calon ibu mertuanya itu menyuruh Raihan untuk mengantarkannya.
Akhirnya Raihan mengantar Diana ke restoran tempat kerjanya. "Sekarang kau turun di sini!" seru Raihan.
"Kok di sini sih Om, kan kata-katanya tadi akan mengantarku sampai restoran?!" seru Diana.
"Aku masih ada janji dengan seseorang." jawab Raihan.
"Ih om ini, gimana sih.. udah janji sama mama Rita mau nganterin aku, malah sekarang aku ditinggalin di tengah jalan!" seru Diana yang tidak terima karena Raihan menyuruhnya untuk turun dan memberikannya uang untuk naik kendaraan umum.
"Kau itu ya, malah memanfaatkan semua kebaikan mamaku, dasar tidak tahu diri!" seru Raihan.
"Siapa yang memanfaatkan kebaikan mama Rita." jawab Diana yang tidak terima.
"Buktinya kau mau menikah denganku kan karena hanya ingin hidup mewah saja!" sindir Raihan.
"Lagian, siapa yang mau hidup mewah. aku tidak sudi hidup dari hasil orang lain tahu!" seru Diana.
"Buktinya ngapain kau tinggal di rumahku?" tanya Raihan.
__ADS_1
"Kan mama Rita yang memaksaku, bukan kemauanku." jawab Diana.
"Hallah.., Sama saja, kau kan hanya ingin memanfaatkan mamaku lalu kau ingin hidup mewah di rumahku." jawab Raihan.
Diana sedikit kesal dengan kata-kata yang diucapkan Raihan. Gadis itu membuka pintu mobil Raihan dan menutupnya secara kasar.
BRAKK...
"Dengar ya Paman tua, walaupun wajahmu tampan dan kau sangat kaya. belum tentu aku menyukaimu, dan ingat jangan pernah menunjukkan wajahmu di hadapanku. jangan pernah mencariku kalau aku tidak kembali." jawab Diana yang kemudian menghentikan bus untuk pergi ke tempat kerjanya.
"Dasar bocah tengil, pasti kau hanya ingin hidup mewah di rumahku." guman Raihan yang kemudian melajukan mobilnya. pria itu belum tahu bagaimana sifat Diana.
* 20 menit kemudian *
Diana sudah sampai di tempat kerjanya, terlihat gadis itu sangat marah saat mendengar penghinaan yang dilontarkan oleh Raihan.
"Siapa lagi yang yang memaksaku untuk menikah dengannya, Lihatlah sekarang malah pria itu mengatakan aku memanfaatkan Mamanya untuk hidup mewah di rumahnya. Bahkan aku saja belum tentu mau untuk menerima dirinya menjadi suamiku." gerutu Diana.
"Hai...,apa yang kamu lakukan, ngapain kamu menggerutu?" tanya salah satu teman Diana di tempat kerjanya.
"Tidak apa-apa, cuma sedang kesel aja." jawab Diana.
"Maaf ya Mas, aku agak telat hari ini soalnya tadi mencari kendaraan umum nya susah." jawab Diana.
"Biasanya kan tidak." tanya Rizki.
"Iya, soalnya sudah beberapa hari ini aku telah pindah dari kos-kosan." jawab Diana.
"Oh... makanya aku mencarimu tidak ketemu, Ternyata kau sudah pindah. Memangnya di mana alamat kos-kosan mu yang baru?" tanya Rizki.
"Aku tidak tinggal di kos-kosan, Mas. tapi aku tinggal di sebuah rumah milik salah satu teman yang pernah aku tolong." jawab Diana.
"Ya sudah kalau begitu, nanti ikut aku melihat salah satu tempat untuk membuka cabang restoran yang baru ya." pinta Rizki kepada Diana.
"Kok sama aku sih Mas?" tanya Diana.
__ADS_1
"Memangnya kamu tidak mau ya?" tanya Raihan.
"Ya bukan begitu Mas, Ya tentu mau sih." Jawab Diana.
"Lalu?" tanya Rizky.
"Pukul berapa Mas kita Pergi?" tanya Diana kembali.
Setelah selesai istirahat, nanti kau akan langsung ikut denganku." jawab Rizky.
Akhirnya Diana menganggukkan kepalanya, berarti wanita itu menyetujui ikut dengan Rizki.
Sore telah datang, terlihat Raihan sudah sampai di rumahnya. karena hari ini tidak ada pekerjaan yang membuatnya tinggal di perusahaan cukup lama.
"Lo...di mana Diana, Raihan?" tanya Mama Rita kepada Raihan. lRaihan sangat terkejut, dia lupa kalau dia harus menjemput Diana di restorannya.
"Ya Tuhan, Raihan lupa Ma untuk jemput gadis itu." jawab Raihan.
"Gih.. cepat jemput Diana, kasihan kan Apalagi dia tidak terlalu tahu kendaraan untuk ke tempat ini. kau ini bagaimana sih!" seru Mama Raihan kepada putranya itu.
Akhirnya Raihan memutuskan untuk pergi mencari Diana ke restorannya, Namun saat berada di sana, ternyata restoran itu tutup sore hari.
"Kok tutup sih!" seru Raihan.
Terlihat pria itu sedikit kebingungan, kemudian dia mengambil ponselnya dan menelepon Fahmi.
"Bro, cewek tengil itu sudah pulang belum?" tanya Raihan kepada Fahmi.
"Belum, kalau dia sudah pulang pasti dia sudah membuat kegaduhan." jawab Fahmi.
"Kemana tuh cewek tengil." guman Raihan yang kemudian langsung menutup ponselnya. hari ini Raihan kebingungan karena dia belum bisa menemukan keberadaan Diana.
"Apa mungkin dia marah karena kata-kataku ya." guman Raihan kembali saat melihat jalan yang ada di sekitar restoran itu sudah sepi.
Raihan terlihat terus menatap jalanan. tak ada lalu lalang pegawai toko. Raihan benar-benar kebingungan dengan apa yang terjadi, jika sampai dia kembali tanpa Diana maka ibunya akan murka.
__ADS_1
"Hufff..., bagaimana ini." Raihan yang kebingungan.
** bersambung **