
"Ada apa?" tanya Andin.
"Makan dulu yu." pinta Laras.
"Ok." jawab Andin.
"Let's go!!" seru Laras.
** Rumah keluarga Desta **
"Selamat malam ayah!" seru Desta kepada Pak Mamat yang sedang berada di ruang tamu. terlihat pria tua itu membaca surat kabar bersama dengan istri barunya.
"Di mana istrimu, Desta?" tanya Pak Mamat kepada putranya.
"Nggak tahu, Ayah." jawab Desta yang kemudian berlalu meninggalkan ayah dan ibu tirinya.
Salah satu pembantu yang dulu bekerja di rumah Pak Mamat sekarang menjadi istri dari ayahnya, sedikit cerita mengenai kebusukan dari Pak Mamat. secara diam-diam pria tua itu ternyata berselingkuh dari Bu Yuli, pria itu terus menyakiti hati istrinya, tepat ketika ada permasalahan dengan putranya Bu Yuli lebih memilih untuk meminta cerai dari suaminya. sebenarnya Bu Yuli sudah mengetahui kalau suaminya berselingkuh dengan salah satu pembantunya sudah lama, Namun wanita itu takut jika suaminya akan berbuat nekat padanya.
Sekarang keadaan di rumah itu sungguh terbalik 70 derajat dari kehidupan Bu Yuli yang sekarang, wanita itu menjadi istri dari seorang pria Korea yang penuh dengan kebahagiaan.
"Kelihatannya wanita itu sedang bersenang-senang Mas." ucap Bu Ema istri kedua sekaligus selingkuhan dari Pak Mamat.
"Biarkan saja aku tidak peduli wanita itu ke mana. Aku benar-benar tidak habis pikir aku sudah mengambilnya dari tempat sampah dan kujadikan dia menantuku untuk menyingkirkan Andin. namun sekarang dari hari ke hari wanita itu semakin melunjak. membuatku benar-benar ingin membuangnya." ucap Pak Mamat.
"Terserah padamu mas, tapi aku ingin tahu bagaimana nasib dari mantan istrimu dan mantan menantumu itu?" tanya Bu Ema kepada Pak Mamat.
"Aku tidak tahu, wanita itu lebih memilih untuk pergi meninggalkanku dan menolong menantunya. dia lebih memilih meninggalkanku dan pergi bersama dengan Andin." jawab Pak Mamat.
"Mas, apa kamu tidak menyadari mengenai sesuatu? Apa mungkin istrimu itu sudah mengetahui mengenai hubungan kita? mengenai perselingkuhanmu denganku?" tanya Bu Ema yang membuat Pak Mamat langsung terdiam.
"Maksudmu?" tanya Pak Mamat kepada Bu Ema.
"Waktu kau memasuki kamarku waktu itu tidak sengaja ada seseorang yang menegurku, kemungkinan besar istrimu itu dulu sudah tahu mengenai perselingkuhanmu denganku." jawab Bu Ema.
Pak Mamat hanya bisa terdiam, pria itu sedikit berpikir apa benar kalau istrinya memilih untuk meninggalkannya untuk pergi bersama Andin.
"Sudahlah, kau tidak usah membahas soal itu, Wanita itu sudah pergi entah ke mana." jawab Pak Mamat.
__ADS_1
Sekitar pukul 07.00 malam terlihat Niken sudah pulang dari clubbing, dia bersenang-senang bersama teman-temannya dan terus menghibur dirinya. Desta terkadang selalu membandingkan dirinya dengan mantan istrinya, pertengkaran selalu tidak terhindar. Desta benar-benar mulai berpikir mengenai penyesalan telah membuat Andin terluka, lambat laun Niken tidak pernah pergi ke tempat Mbah dukun Karena dia sudah yakin mengenai perasaan Desta setelah kepergian Andin.
"Selamat malam ayah mertua!!!" seru Niken yang sudah mabuk.
"Apa-apaan ini wanita, Kenapa dia selalu pulang dalam keadaan mabuk." ucap Bu Ema.
"Kau sudah tahu apa yang kukatakan tadi, inilah yang aku maksudkan. wanita ini benar-benar sangat brengsek. Aku sudah mengambilnya dari tempat sampah dan kujadikan sebagai istri dari Putraku, namun Lihatlah sekarang wanita ini tidak tahu diri tidak tahu malu dan benar-benar wanita murahan." ucap Pak Mamat yang kemudian masuk ke dalam rumah kamarnya.
Bu Ema yang melihat hal itu tentu saja wanita itu juga kesal dengan Niken yang selalu berbuat onar di rumahnya, sudah 4 tahun lamanya wanita itu menjadi istri dari Desta.
"Apa yang kau lakukan Niken!!" teriak Bu Ema yang terlihat begitu marah.
"Halo ibu mertua tiri, Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Niken kepada Bu Ema.
"Kau dari mana saja, kau tidak pernah ada di rumah. kau selalu keluar malam keluyuran!" seru Bu Ema.
"Hahaha...,Ya ampun ibu mertua kenapa kau sangat cerewet sekali. Lihatlah kau ini adalah seorang wanita tapi kau seperti wanita tua yang benar-benar sangat cerewet." jawab Niken.
"Jaga mulutmu Niken!" seru Bu Ema.
"Dasar wanita murahan, Ternyata kau selama ini mengganggu Ayah mertuaku ya!" seru Niken.
Terlihat Bu Ema hanya bisa tersenyum, wanita itu menatap Niken dengan tatapan mata yang benar-benar menghina.
"Kamu mengatakan aku mengambil suami wanita lain, lalu apa dirimu itu? kamu adalah seorang wanita yang mengambil suami orang lain juga kan?!" bentak Bu Ema.
"Kamu dan aku itu berbeda, kalau aku itu mempunyai hubungan dengan wanita itu tapi sedangkan dirimu adalah seorang wanita murahan yang selalu merayu majikannya." jawab Bu Ema.
Terlihat Bu Ema benar-benar sangat kesal, wanita itu nampak mendekati Niken kemudian menampar wajah Niken dengan sangat keras.
PLAKK...
"Berani sekali kau menghinaku!!" seru Bu Ema.
"Menghinamu? Kapan aku menghinamu? Kau itu adalah tanaman merambat, seorang pembantu yang selalu menggoda majikannya." ucap Niken kembali.
"Kau!!" seru Bu Ema yang kemudian memberikan tamparan kembali kepada Niken. sesaat kemudian terlihat Desta sudah berada di sekitar dua wanita yang sedang bertengkar itu.
__ADS_1
"Berhenti!" seru Desta yang melerai Bu Ema dan Niken.
Niken yang melihat hal itu nampak dia menoleh menatap suaminya kemudian tertawa terbahak-bahak. "Hahaha..., Selamat malam Suamiku sayang." ucap Niken sambil berjalan sempoyongan ke arah Desta.
"Hentikan semuanya ini, Niken!!" seru Desta.
"Kenapa aku harus berhenti, Lihatlah pembantu ini sudah menghinaku!!" seru Niken.
Bu Ema tidak terima saat dikatakan sebagai pembantu oleh Niken. "Dasar wanita murahan!" seru Bu Ema.
Desta yang mendengar Bu Ema marah tentu saja pria itu juga marah, Desta tidak akan pernah mengira kelakuannya ternyata menurun dari ayahnya sama-sama menyakiti istri yang begitu baik.
"Diam kalian berdua, kalian itu adalah sama-sama wanita tidak tahu diri. sama-sama wanita tidak bermoral!!" seru Desta yang kemudian menarik tangan Niken kemudian menyeretnya ke kamar.
Bu Ema Yang Mendengar hal itu tentu saja dia hanya diam, dia tidak mungkin melawan Desta, jika sampai dia melakukannya mungkin saat suaminya pergi Desta bisa melakukan sesuatu yang kejam.
"Apa yang kau lakukan sayang!" seru Niken yang benar-benar sudah mabuk. dengan segera dan membawa istrinya ke kamar mandi.
"Kamu mau apa, sayang." ucap Niken Sambil tertawa dan menyentuh wajah suaminya seketika..
BYURR...
Desta langsung menyiram istrinya itu dengan air di kamar mandi.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1
- my little wife
- Janji di bawah rembulan