
** Tiga hari kemudian **
BRAKKK..
"Cepat layani aku!" seru Niken yang sudah berada di salah satu butik Andin.
"Nyonya, anda sudah merusak gaun ini. Jadi anda harus menggantinya." pinta salah satu pekerja butik.
"Enak saja aku harus menggantinya, aku kan cuma memakainya setelah itu tiba-tiba gaunnya robek. jadi jangan salahkan aku dong!" seru Niken.
"Tapi kami sudah bilang Kan kalau anda tidak bisa memakai gaun ini, jika anda memaksakan memakai gaun ini maka gaun ini akan rusak!" seru pekerja butik.
"Jangan salahkan aku dong kita, seharusnya kalian itu jadi pekerja di tempat ini itu harus lebih kompeten dan lebih baik. masak gaun dicoba sekali saja sudah sobek seperti ini, kalau begitu gaun ini adalah gaun murahan." ucap Niken.
"Jaga mulutmu ya nyonya, seluruh pakaian yang ada di tempat ini adalah pakaian branded. pakaian yang tidak akan ada di tempat lain, Anda sudah merusakkan pakaian ini jadi Saya mohon Anda menggantinya jika tidak kami akan melaporkan ini kepada pihak berwajib." jawab Salah satu pekerja.
"Panggil manager kalian, suruh dia kemari. enak banget aku disuruh untuk mengganti rugi, kalian kira kalian itu siapa? tidak pantas kalian mengatakan hal itu padaku!!" seru Niken.
Sesaat kemudian seorang wanita nampak keluar dari tempat itu, dia adalah Laras. Laras menjadi manajer sekaligus designer di sana.
"Ada apa Nona?" tanya Laras kepada Niken.
"Lihatlah, pakaian yang ada di butik ini adalah pakaian murahan. pakaian yang tidak ada kualitasnya!" seru Niken.
"Maksud nyonya apa?" tanya Laras kepada Niken.
Niken tidak mengetahui siapa Laras namun Laras tahu kalau wanita yang ada di depan di depannya sekaligus wanita pembuat onar itu adalah istri dari mantan suami sahabatnya.
"Tadi aku mencoba untuk memakai gaun ini, setelah aku coba ternyata robek, jadi aku tidak jadi dong membelinya dan pekerja yang ada di tempat ini menyuruhku untuk menggantinya," jawab Niken.
Laras meminta pakaian yang dirusak oleh Niken, wanita itu tersenyum kemudian menatap Niken.
"Nyonya, kau sengaja merusak pakaian ini kan?" tanya Laras.
__ADS_1
Seketika Niken menatap wajah Laras, Wanita itu sangat kesal dituduh merusak pakaian itu.
"Apa maksudmu? Kau kira aku merusak pakaian ini?" tanya Niken.
"Benar sekali, kau sengaja merusak pakaian ini. kalau pakaian ini rusak di bagian jahitan maka itu adalah kesalahan kami karena jahitannya tidak kuat, tapi pakaian ini sobek di bagian yang sangat berbeda dan di rusak dengan sesuatu. jadi anda harus mengganti rugi atas pakaian yang sudah Anda rusak." jawab Laras.
"Dasar butik ini butik murahan, jadi begini cara kalian memeras pelanggan toko ini!" seru Niken yang membuat keonaran. wanita itu berharap akan mendapatkan keuntungan dari dirinya membuat keonaran, bukan Laras namanya jika wanita itu tidak membuat Niken mati kutu.
"Kau tahu nyonya, jangan salahkan aku jika aku akan membawa permasalahan ini ke penjara." ucap Laras.
"Apa yang kau inginkan, Coba katakan padaku? kalian ini hanya ingin memerasku kan? membuat pakaian rusak lalu saat dipakai pakaian itu akan robek. jika itu sudah terjadi lalu kalian akan meminta ganti rugi pada pelanggan kan?" tanya Niken yang membuat Laras sedikit emosi.
"Benarkah kalau begitu aku harus melihat Siapa dirimu, jika kau adalah pembeli di butik ini maka kau akan tahu kualitas di butik ini. jika kau adalah wanita tidak tahu diri atau seorang pencuri tentu saja kok akan rusaknya, kau akan memperbaiki di rumah kemudian menjualnya kembali." jawab Laras yang membuat Niken langsung terdiam.
Laras benar-benar sangat lihai saat dia berhadapan dengan wanita tidak tahu seperti Niken.
"Dengar nyonya, kami adalah pelanggan di tempat ini. kami tidak meragukan kualitas dari butik ini, jangan pernah kau membuat nama butik ini rusak!" seru beberapa pembeli di butik Andin.
Sesaat kemudian Andin yang baru datang nampak tatapan matanya menatap kerumunan yang ada di butiknya, butik berlantai 3 itu dijaga dengan begitu banyak pegawai dan penjaga keamanan.
"Ada apa Niken?" tanya Andin kepada Laras.
"Ini loh Tiara, ada seorang pembeli yang hendak mencuri di butik kita." jawab Laras yang membuat Andin menoleh dan menatap wanita yang ada di depannya itu. Andin benar-benar sangat terkejut saat melihat istri dari mantan suaminya itu.
"Jadi kamu adalah pemilik butik ini ya?" tanya Niken yang membuat Andin menganggukkan kepalanya.
"Dengarkan aku ya nyonya, nona atau siapapun kau. butikmu ini butik yang sangat parah, butik yang sangat jelek butik murah yang menawarkan pakaian-pakaian jelek dan pakaian yang tidak bermutu." ucap Niken yang membuat Andin tersenyum.
"Bolehkah aku lihat salah satu kartu kredit atau debit mu, nyonya?" tanya Andin langsung to the point.
Para pembeli yang ada di tempat itu nampak tersenyum.
"Jika kau adalah pelanggan setia di tempat ini maka kau akan tahu kualitas tempat kami." jawab Andin yang membuat para pembeli yang ada di butiknya nampak tersenyum.
__ADS_1
"Benar sekali Nyonya Tiara, kami sangat menyukai pakaian-pakaian yang ada di tempatmu. kami sangat puas dengan pelayanan tempat ini!!" seru beberapa pembeli.
"Kau dengar sendiri kan nyonya, kau tahu Berapa harga pakan yang kau rusak ini?" tanya Andin yang membuat Niken tersenyum.
"Tidak akan semahal harga motor matic kan." jawab Niken dengan begitu arogannya.
Sesaat kemudian Andin langsung mengambil ponselnya, memperlihatkan sebuah gaun yang tadi dia rusak. tatapan mata Niken menatap brosur yang ada di ponsel. Betapa terkejutnya Niken saat melihat nominal harga dari pakaian yang dia rusak.
"Pakaian yang kau rusak itu adalah pakaian seharga 500 juta, tepat di bagian yang kau rusak itu adalah bagian yang ada beberapa permata yang sangat bernilai. jadi ketika kau ingin mengambil salah satu permata itu maka pakaian itu akan rusak, jadi aku harus memprikatkanmu nyonya. bayarlah segera uang itu karena pakaian yang rusak itu adalah pakaian yang harga standar bukan harga mahal. jadi sebagai wanita kaya pasti pakaian seharga 500 juta itu tidak akan memberatkan, bukan?" tanya Andin yang membuat Laras tersenyum menghina wanita itu.
Para pembeli yang ada di sana juga tersenyum kemudian melihat salah satu gaun keluaran terbaru yang bertahtakan beberapa permata kualitas, namun jika dijual pakaian itu masih seharga 500 juta.
"Tidak mungkin aku mau membayar kerusakan pakaian ini?!" seru Niken.
"Kalau kau tidak mau membayarnya, itu tidak apa-apa. Laras tolong kau hubungi polisi karena aku akan membawa permasalahan ini ke pihak berwenang. karena ini adalah permasalahan pencurian." jawab Andin yang membuat Niken langsung terdiam.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1