
"Huf...huf...," Andin menghela nafasnya.
"Ada apa?" tanya Laras.
"Kepalaku agak pusing." jawab Andin.
"Apa mau ku antar ke rumah sakit?" tanya Laras.
"Tidak separah itu kali, kepalaku pusing karena aku sedang lapar. Aku mau keluar sebentar untuk mencari makan siang." jawab Andin yang membuat Laras tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita keluar cari makan setelah habis cari makan kita bekerja lagi, oke."ucap Laras yang membuat Andin menganggukkan kepalanya.
"Kau tahu, kepalaku benar-benar pusing saat menghadapi orang brengsek itu." ucap Andin.
"Siapa?" tanya Laras.
"Siapa lagi orang yang memesan 10 set pakaian kerja." jawab Andin yang membuat Laras hanya tersenyum.
"Oh ya, pernahkah kau mempunyai perasaan kepada pria itu?" tanya Laras.
Andin yang sedang berjalan langsung menghentikan langkah kakinya. "Maksudmu?" tanya Andin kembali.
"Pernahkah Kau mempunyai perasaan kepada pria itu, ingin dicintai atau ingin membina rumah tangga yang bahagia?" tanya Laras dengan tatapan mata yang penuh pertanyaan kepada sahabatnya itu.
Sesaat kemudian Andin tersenyum, wanita itu langsung menarik tangan sahabatnya menuju salah satu restoran kecil yang sangat mereka sukai.
"Kamu pesan makanan Aku mau menyandarkanku punggungku sedikit." ucap Andin.
Laras memesan makanan, sesaat kemudian wanita itu menatap Andin dengan tatapan mata yang penuh dengan pertanyaan.
"Pernahkah kau mempunyai perasaan kepada pria itu Andin?" tanya Laras kembali.
Andi tersenyum, wanita itu menghembuskan nafasnya dengan teratur. "Wanita mana yang tidak ingin dicintai, Laras. semua wanita ingin dicintai, Cinta adalah segalanya Cinta adalah sesuatu yang sangat berarti bagi seorang wanita di samping kekayaan." jawab Andin yang membuat Laras tersenyum.
"Apakah kau tidak pernah berusaha untuk mendekati pria itu?" tanya Laras.
__ADS_1
Sesaat kemudian Andin menopang pipinya dengan salah satu tangannya. "Percuma saja Laras, karena pria itu sudah mempunyai kekasih mereka selalu bersama dalam setiap suasana dan acara." jawab Andin.
Laras yang mendengar jawaban dari sahabatnya seketika wanita itu langsung tersentak. "Apa kok gila ya, kami jangan bercanda Andin!!" seru Laras yang membuat Andin menggerakkan tangannya tanda untuk Laras tidak usah berbicara dengan begitu keras.
"Bisa diam tidak, kau ingin menarik perhatian orang-orang yang ada di tempat ini? kau mau mempermalukanku ya?" tanya Andin yang membuat Laras langsung duduk.
"Apakah kau bercanda? pria itu sekarang tinggal bersama kekasihnya?" tanya Laras kepada Andin.
"Kalau sekarang aku tidak tahu, kalau waktu di Korea mereka tinggal satu apartemen hidup bersama dan selalu kemana-mana bersama." jawab Andin yang membuat kedua kaki Laras lemas.
"Kenapa nasibmu seperti ini sih Andin, suami pertamamu melakukan perselingkuhan tiba-tiba menikaho kekasihnya, eh malah yang kedua sudah mempunyai kekasih malah menikahimu." ucap Laras yang kemudian memegang kedua tangan sahabatnya.
"Biarkan saja Laras, buat apa aku harus menangisi semua ini, sekarang aku hanya mempunyai satu keinginan." ucap Andien.
"Apa?" tanya Laras.
"Tentu saja aku harus menghancurkan orang-orang yang sudah membuatku seperti ini, orang-orang yang sudah membuatku seperti sampah, orang-orang yang sudah membuat ibuku meninggal." jawab Andin.
Laras hanya bisa memberikan semangat, entah apa yang ada di pikiran Andin tapi Laras tahu kalau kebencian yang ada di hati Andin begitu besar. sebuah kebencian yang mungkin kalau diukur sebesar danau yang sangat luas.
Canda tawa pembicaraan yang selalu membuat mereka terlihat benar-benar sangat bahagia, sesaat kemudian seorang pria nampak berjalan memasuki restoran yang tidak terlalu mewah itu. desta nampak menatap wanita yang beberapa hari lalu dia temui, tatapan mata Desta nampak terkunci pada sosok Andin .
"Tiara, Bukankah itu tiara." ucap Desta saat melihat Tiara sedang duduk bersama seseorang di restoran itu. Desta terus menatap Tiara dengan begitu intens bahkan pria itu tidak ada henti-hentinya menatap seorang wanita yang membuat dirinya benar-benar merasakan jatuh cinta yang sangat luar biasa.
"Kita harus membuat orang-orang yang sudah melukai kita itu merasakan balasannya. kau hebat sekali kau bisa bertahan dengan semua kenyataan pahit dan semua perjalananmu yang selalu berliku ini." ucap Laras.
"Tentu saja Ini semua Demi ibuku." jawab Andin.
Laras menoleh, tanpa sengaja wanita itu menatap Desta yang berada tidak jauh dari meja tempat mereka makan. "Orang yang kita bicarakan itu ternyata berada di sini loh." ucap Laras.
"Siapa?" tanya Andin.
"Dia seseorang yang telah melukaimu orang yang sudah menghancurkan hidupmu." jawab Laras.
Andin mendengar kata-kata Laras Tentu saja dia tahu siapa yang dimaksud oleh temannya itu. "Kalau begitu aku akan melakukan sesuatu dan kau harus mengabadikan momen itu dan menguploadnya di media sosial, oke." ucap Andin yang membuat Laras tersenyum.
__ADS_1
Desta terus menetap Andin yang sedang bercanda dengan Laras, pria itu sudah tidak tahan dia benar-benar sangat penasaran dengan sosok wanita yang dia temui itu. dia selalu berpikir kalau dia pernah bertemu dengan wanita itu tapi dia lupa Entah di mana. langkah kaki Desta tiba-tiba beranjak dari meja tempat dia maka,n dia berjalan mendekati Andin yang sedang makan bersama Laras.
"Nona Tiara." Panggil Desta kepada Andin. Andin menoleh wanita itu berakting seolah harus mengingat siapa pria yang ada di depannya itu.
"Ya tuan, ada apa?" tanya Andin.
"Halo Nona, Tiara. Apakah kamu sudah lupa denganku?" tanya Desta yang membuat Andin mengerutkan keningnya kembali.
"Anda siapa ya? apa Kita pernah bertemu?" Andin mulai menjalankan rencananya.
"Tentu saja, Apakah kau lupa kalau aku adalah orang yang kemarin tidak sengaja anda tabrak." jawab Desta.
"Maksudmu?" tanya Andin.
"Waktu kemarin kau pergi ke salah satu perusahaan real estate, katanya kau adalah pengembang lahan di sana." Jawab Desta.
"Perusahaan real estate? tapi aku bekerja di perusahaan interior. bagaimana bisa aku ke perusahaan itu?" Andin yang mulai membuat pembicaraan mereka sedikit berbelit-belit. Desta langsung duduk di samping menjelaskan pertemuan pertama mereka, Andin yang sedang berpura-pura nampak dia ingin tertawa terbahak-bahak dalam hatinya.
"Apa mungkin kalau perusahaan yang beberapa hari lalu kau datang itu? perusahaan yang akan membangun plst di sekitar pulau Bali?" tanya Laras yang membuat Andin tersenyum. Andin berakting mengingat siapa pria yang ada di depan itu, seketika Andin tersenyum dan menatap pria yang ada di depannya.
"Jadi kau adalah tuan yang kemarin menabrak ku? lalu Siapa nama Tuan?" tanya Andin yang membuat Desta benar-benar sangat bersemangat.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1
- my little wife
- Janji di bawah rembulan