JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
George


__ADS_3

"Hufff...," Andin menghela nafasnya dengan begitu keras.


"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja." George yang berusaha untuk menenangkan Andin.


"Bagaimana aku bisa tenang Mas, aku benar-benar ketakutan. Aku tidak tahu siapa pria itu dia tiba-tiba memaksa masuk apartemen." ucap Andin. terlihat wanita itu wajahnya memang sudah pucat pasi, Andin tidak tahu apa yang akan terjadi jika sampai pria itu bisa memasuki apartemennya.


"Baiklah kalau begitu, Nyonya Andin. kami akan pulang ke tempat Tuan kami." ucap dua anak buah Tuan pengusaha.


"Tolong bilang pada Tuan kalian, Terima kasih ya." ucap Andin yang kemudian berusaha untuk menenangkan dirinya.


"Oh ya Andin, di mana restoran atau rumah makan di dekat sini?" tanya George kepada Andin.


"Memangnya ada apa Mas? kau lapar ya?" tanya Andin.


"Tentu saja aku lapar, tadi aku baru sampai setelah itu mencari apartemenmu. Sudah beberapa jam namun aku tidak dapat menemukannya, saat aku berada di sini ternyata kau mendapatkan kejadian seperti ini." ucap George.


Andin tidak tahu apa yang harus dia katakan, wanita itu menatap George dengan tatapan mata yang benar-benar sangat ketakutan.


"Maafkan aku ya karena terlambat, coba aku tidak kesasar tadi aku pasti sudah menghajar pria itu." ucap dokter George.


"Tidak apa-apa Mas, tapi untung Pak polisi datang tepat waktu." jawab Andin. wanita itu sedikit kebingungan karena pria itu sudah ada di sekitar tempatnya.


"Oh ya mas, katanya kesini masih beberapa bulan lagi, kok malah sudah ada di sini sih?" tanya Andin yang membuat George tersenyum.


"Itu karena aku sudah meminta surat pemindahanku dari beberapa waktu yang lalu." jawab George sambil tersenyum.


Di tempat yang sangat jauh ternyata Arya sudah mengurus beberapa usahanya, pria itu harus menangkap beberapa anak buahnya yang sudah berkhianat.


"Kau tahu apa konsekuensinya saat kamu menghianatiku?" tanya Arya.


Dua anak buahnya tidak berani menatap Arya, kedua pria itu nampak menunduk dengan tubuh yang sudah begitu dingin.


"Maafkan kami Tuan, Kami tidak akan melakukannya." ucap salah satu pria.


"Tentu saja kalian tidak akan melakukannya, karena aku tidak akan membiarkan seorang penghianat berusaha untuk menghianatiku lagi." jawab Arya yang kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk langsung menyingkirkan dua anak buahnya yang telah berkhianat.


"Apa yang harus kami lakukan, Tuan?" tanya anak buah Arya.


"Singkirkan mereka berdua fan jangan sampai ada saksi atau bukti yang tertinggal." pinta Arya.


Dengan segera Arya harus segera kembali ke apartemen, dia yang sudah diberitahu oleh Tuan pengusaha Tentu saja dia sangat khawatir dengan istrinya itu. tanpa berpikir area langsung kembali ke tempatnya, Namun karena jarak yang lumayan jauh kemungkinan besar pria itu akan sampai besok pagi.

__ADS_1


George memutuskan untuk tinggal di apartemen yang sama dengan apartemen Andin, di satu bangunan apartemen namun berbeda tempat.


"Kalau terjadi sesuatu langsung telepon aku ya." pinta George.


"Ya Mas, Terima kasih ya karena sudah menghiburku." ucap Andin yang kemudian masuk ke dalam apartemennya. apartemen Andin dan George hanya beda beberapa ruangan saja, karena hal itu Andin sekarang lebih lega dia akan mempunyai seseorang untuk menolongnya.


** Keesokan hari **


Pagi ini terlihat Andien sudah bangun dan sudah selesai dengan ritual masaknya, wanita itu nampak menelepon George dan memintanya untuk segera ke apartemennya untuk makan. Setelah selesai dengan ritual makannya Andin harus segera ke tempat pembangunan sedangkan George harus pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja. Andin terlihat masih sangat waspada dengan tempat yang ada di sekitarnya, wanita itu terus menatap lalu layang jalan yang selalu dia lewati .


Sekitar 30 menit kemudian dia sudah sampai di tempat pembangunan, langkah kakinya keluar dan menatap area pembangunan yang sangat luas itu. Mungkin butuh waktu sekitar 1 tahun untuk membangun area ini." ucap Andin yang kemudian berjalan. langkah kaki Andin langsung terhenti, tatapan matanya menatap seorang pria yang sedang berbicara dengan seorang wanita dengan begitu akrabnya.


Ternyata Arya sudah berada di area pembangunan.


"Kenapa pria ini sudah berada di sini?" tanya Anggun sambil menatap pria itu. langkah kaki Anggun mendekati Arya, wanita itu menatap suaminya yang sedang berbicara begitu asik dengan seorang wanita.


"Kapan kau sampai di sini?" tanya Andin.


Arya menoleh, pria itu menatap Andin yang sudah sampai di area pembangunan. "Aku?" tanya Arya.


"Tentu saja kamu, lalu siapa lagi." jawab Andin yang sedikit kesal.


"Sudah dari kemarin aku datang." jawab Andin.


"Memangnya kenapa?" tanya Arya.


"Kamu ini benar-benar brengsek!" ucap Andin yang pergi dengan begitu kesal.


Arya yang sedang berbicara dengan seorang wanita nampak pria itu menatap istrinya dengan tatapan mata yang begitu legah, dia sudah mendapat informasi dari tuan pengusaha kalau istrinya baik-baik saja.


"Siapa dia Tuan?" tanya seorang wanita kepada Arya.


"Dia adalah istriku." jawab Arya.


"Lalu kenapa kau mengatakan hal itu padanya?" tanya si wanita.


"Ada sesuatu yang tidak bisa kau mengerti atau siapapun." jawab Arya yang kemudian menyuruh Wanita itu pergi darinya.


Andin benar-benar sangat kesal ketika dia melihat Arya sudah berada di sana. "Jika pria itu sudah sampai dari kemarin Lalu kenapa dia tidak segera kembali ke apartemen? ya Tuhan Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku ketakutan hingga aku hampir mati sedangkan pria itu ternyata malah bersenang-senang dengan wanita." ucap Andin yang terlihat duduk di salah satu tempat peristirahatan di tempat pembangunan.


"Selamat pagi Tiara." sapa seorang pria yang tak lain adalah tuan pengusaha.

__ADS_1


"Selamat pagi, tuan." jawab Andin.


"Bagaimana, Apakah kau sudah melihat di sekitar tempat ini?" tanya Tuan pengusaha.


"Sudah, Tuan. Saya tadi sudah berkeliling bahkan saya juga menemukan sebuah pemandangan yang membuat mata saya langsung panas." jawab Andin dengan begitu kesal.


"Pemandangan panas?" tanya Tuan pengusaha kepada Andin.


"Sudahlah Tuan, jika saya membahasnya bisa-bisa saya akan pernah serangan jantung." jawab Andin.


"Hahaha...,Nyonya Tiara ini benar-benar sangat lucu." ucap Tuan pengusaha yang kemudian duduk bersama dengan Andin.


sesaat kemudian ponsel Andin mulai berdering, wanita itu menatap ponselnya yang ternyata mendapat telepon dari George.


TUT...


"Ada apa mas?" tanya Andin.


"Kamu nanti pulang jam berapa?" tanya George.


"Mungkin pukul empat atau lima sore mas." jawab Andin.


"Nanti kamu kirim lokasimu ya, biar Mas jemput kamu." pinta George yang kemudian segera meminta ambil untuk mengirim lokasi tempatnya.


Arya masih belum tahu kalau kakaknya itu sekarang sudah berada di Indonesia, dia sudah bekerja di salah satu rumah sakit ternama dan pindah kerja di wilayah yang tidak jauh dari tempat tinggal Andin.


"Ya sudah kalau begitu, Kamu kerja ya nanti mas akan menjemputmu pukul 16.00." ucap George yang kemudian berpamitan kepada Andien.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2