
"Ayolah Ana." rayu Fahmi.
"Tapi mas...," ucap Diana.
Akhirnya Raihan harus memaksa Diana untuk ikut ke perusahaan pamannya, terlihat pria itu begitu antusias untuk membawa Diana ke perusahaannya.
** PERUSAHAAN ATMAJA **
"Selamat pagi pak Fahmi!" sapa beberapa wanita yang telah melihat kedatangan Fahmi.
"Selamat pagi." jawab Fahmi kepada para bawahannya.
Diana nampak terdiam, wanita itu terus mengikuti kemana arah langkah kaki Fahmi pergi. karena yang terlihat jelas adalah Fahmi selalu menggenggam tangan Diana kemanapun dia pergi.
"Om ganteng, om ganteng gak usah terus memegang tangan Ana deh." ucap Diana kepada Fahmi.
"Kalau mas tidak memegang tanganmu, Mas Fahmi yakin kau akan melarikan diri dari perusahaan ini." jawab Fahmi yang membuat Diana cengengesan.
"Sudah jangan tersenyum seperti itu, Aku sudah mengenalmu selama ini. jadi Mas Fahmi enggak bakal tertipu sama senyum-senyum mu itu." jawab Fahmi yang membuat Diana langsung mencibirkan bibirnya.
"Tahu nggak Om ganteng, Tadi ada anak buah Om ganteng yang bilang masa Om sedang membawa keponakannya." ucap Diana yang membuat Fahmi langsung menghentikan langkahnya.
"Enak saja, siapa bilang kamu itu keponakanku!" seru Fahmi kepada Diana.
"Ya pekerja om lah, karena itu kalau jalan jangan cepat-cepat, biar tahu orang sedang membicarakan apa." jawab Diana yang membuat Fahmi langsung membawa Diana ke kantor nya.
"Mulai hari ini kamu bekerja sama Mas Fahmi sebagai sekretaris Mas." ucap Fahmi kepada Diana.
"Ngapain harus jadi sekretaris sih, Mas. nggak ada tempat yang cocok apa selain jadi sekretaris." jawab Diana.
"Memangnya kamu mau menjadi apa?" tanya Fahmi yang bertanya kepada Diana.
"Yang punya tantangan dikit gitu loh, Mas." jawab Diana.
"Apa kamu mau jadi security di luar?" tanya Fahmi.
"Lah jangan lah.. memangnya aku ini wanita apaan jadi security." jawab Diana yang kemudian membuat Fahmi tersenyum.
"Sudah-sudah lebih baik kamu duduk di sini dan membantu Mas Fahmi untuk memeriksa laporan-laporan ini!" seru Fahmi yang kemudian memberikan kursi dan mendudukkan Diana di sebelahnya.
"Memang kalau sekretaris itu harus dekat-dekat gini ya, Mas?" tanya Diana.
__ADS_1
"Ya, nggak sih." Jawab Fahmi sambil menunjukkan senyumnya.
"Lalu?" tanya Diana.
"Beda sih, kalau kamu." jawab Fahmi sambil nunjukin senyumnya lagi.
"Ya kan...mulai deh gombalannya." ucap Diana yang kemudian mencubit lengan Fahmi.
Waktu berjalan dengan sangat cepat, akhirnya Diana bekerja menjadi sekretaris Fahmi. sudah 2 tahun semenjak kepergian Raihan Diana tidak pernah membicarakan pria itu sekalipun, bahkan Diana selalu menganggap hidupnya adalah sebuah cobaan. walaupun terkadang beberapa orang sering menggunjing Diana dengan status janda sehari, Diana telah menjadi seorang wanita yang begitu luar biasa. tempaan dari Fahmi membuat Gadis itu sangat kuat dan tidak pernah menyerah, apalagi semua kasih sayang yang diberikan oleh Mama Rita dan dan papa Atmaja.
"Ma.. nanti Diana bakal pulang malam deh." ucap Anin kepada Mama Rita.
"Memangnya kau mau kemana?" tanya Mama Rita.
"Nanti kemungkinan om ganteng mau ngajak aku rapat di sebuah daerah yang ada di luar pulau." jawab Diana.
"Oh ya Papa belum bilang, Ma. kalau Fahmi dan Diana akan ke Singapura." jawab pak Atmaja.
"Ngapain sih harus ke sana?" tanya Mama Rita.
"Kerjasama Fahmi dengan salah satu perusahaan disana berhasil Ma, jadi Fahmi dan Diana harus berangkat ke sana untuk meninjau tempat itu." Jawab Papa Atmaja.
"Ngapain sendirian, Ma. Papa mau bilang kita berangkat dulu nanti Diana sama Fahmi berangkatnya masih penerbangan selanjutnya saat sore." jawab Papa Atmaja.
Mama Rita sangat senang saat mendengar kata-kata yang dikeluarkan oleh suaminya itu,
"Yes Mama mau plesiran ke Singapore, setelah itu ke korea." jawab Mama Rita yang kemudian berlari untuk mempersiapkan semua keperluannya dan sang suami.
"Tadi bilangnya seperti itu, sama memperlihatkan raut wajahnya yang begitu sedih. lihatlah Pa.. malah sekarang Mama wajahnya gembira seperti itu." ucap Diana kepada papanya.
"Sudah jangan di dengerin Mamamu, Diana. sebaiknya kamu pergi dulu sama Fahmi. nanti pakaian kalian Papa dan Mama Yang akan membawanya." ucap Atmaja.
Sesaat kemudian Diana meninggalkan pria tua itu sembari mencium tangan seorang pria yang menjadi Ayah nya. Akhirnya Fahmi dan Diana sudah berada di perusahaan,
"Bagaimana, apa nanti aku harus mengantarmu pulang dulu untuk membawa dan membenahi pakaian kita?" tanya Fahmi.
"Enggak usahlah Om ganteng, lagian Mama Rita udah membawa pakaian kita." jawab Diana.
"Ya sudah kalau gitu." jawab Fahmi yang kemudian pergi terlebih dahulu untuk melakukan rapat dengan beberapa rekan bisnisnya.
Setelah selesai melakukan rapat, akhirnya Fahmi dan Diana pergi ke sebuah bandara yang ada di kota Jakarta.
__ADS_1
"Kamu di sini dulu ya, Mas Fahmi mau beli minuman Mas sangat haus." ucap Fahmi kepada Diana.
"Om ganteng jangan lupa, Diana dibelikan Ya. Diana juga haus loh.." ucap Diana yang kemudian duduk di kursi tunggu bandara.
Tak lama kemudian terlihat seorang pria yang memotret Diana.
"Cantik.." ucap pria itu yang kemudian menyerahkan hasil fotonya kepada seseorang.
"Ini, biasanya kan kamu suka sama air dingin." ucap Fahmi sambil memberikan sebotol minuman.
"Kita cuma pergi berdua ya Mas?" tanya Diana.
"Kau mau kita berangkat satu kampung apa." jawab Raihan yang membuat Diana mencubit dada Fahmi.
"Sakit Ana...,kau ini selalu membuat Mas Fahmi tidak sanggup untuk menahan detak jantung Mas yang selalu kau goda." ucap Fahmi yang membuat Diana mencubit Fahmi kembali.
"Mas Fahmi ini deh selalu menggoda Diana, kalau Diana jatuh cinta beneran sama Mas Fahmi.., Mas Fahmi harus tanggung jawab ya!" seru Diana yang membuat Fahmi langsung memeluk Gadis itu.
"Tenang deh, Mas Fahmi bakal nikahin kamu. dan akan memberikanmu anak yang sangat banyak." canda Fahmi yang membuat Diana langsung melengos.
Ada sebuah perasaan yang terkadang membuat Diana begitu enggan untuk menjauh dari Fahmi, ada perasaan yang benar-benar membuat Diana begitu tenang saat bersama Fahmi. pria itu memberikan dia ketenangan memberikan dia sebuah ruang yang belum pernah diberikan oleh orang lain.
Akhirnya Diana pergi bersama dengan Fahmi ke Singapura untuk melakukan perjalanan bisnis, pria itu adalah pria yang begitu luar biasa, dia selalu menjadi tembok kokoh bagi Diana saat orang-orang selalu menghina Diana dengan status janda muda yang ditinggal oleh suaminya. Siapa yang menginginkan hal itu, tidak ada tidak ada seorang pun yang akan mau ditinggalkan di hari pernikahannya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1