JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Aku sudah berubah


__ADS_3

Hari ini Diana sedang menunggu kedatangan orang tua angkatnya, yaitu Mama Rita dan papa Atmaja.


Diana tidak memberitahukan mengenai pertemuannya dengan Raihan, karena dia tahu Mama Rita akan sangat marah jika mendengar kabar mengenai Raihan. walaupun sebenarnya mama Rita sudah tahu tentang kabar Raihan.


"Hai sayang!" seru Mama Rita yang sudah keluar dari bandara bersama Papa Atmaja.


"Hai Ma!" sapa Diana.


"Aduh... Putri Mama semakin hari semakin cantik deh." goda Mama Rita kepada Diana.


"Sudah.. sudah deh Tante, Jangan goda gadis tengil ini terus. nanti malah dia jadi sangat kepedean dan kepalanya tambah besar nanti!" seru Fahmi yang sudah datang menjemput Mama Rita dan papa Atmaja di bandara Singapura.


"Mama ini bagaimana sih, bilangnya ke Malaysia dulu baru ke Singapura. malah.. sekarang kami ditinggal sendirian di sini!" seru Diana kepada Mama Rita.


"Maaf-maaf, Mama kan cuma mau bulan madu aja sama Papa." jawab Mama Rita sambil cengengesan.


"Tua-tua kok makin tua makin menjadi." ucap Diana yang membuat Fahmi mencubit pipi gadis itu.


"Kamu ini kalau bicara pedas sampai membakar mulut." ucap Mama Rita yang membuat pak Atmaja mencium kening Diana.


"Bagaimana kabarmu, sayang?" tanya papa Atmadja kepada Diana.


"Baik Pa." jawab Diana sambil menunjukkan Senyum manisnya di hadapan kedua mantan mertuanya yang sekarang menjadi orang tuanya itu.


"Gimana pertemuan perusahaan kemarin?" tanya pak Atmaja.


"Sebenarnya pertemuan bisnis kemarin sangat hebat, Paman. gadis tengil ini malah membuat pemilik perusahaan sampai terbengong karena laporan yang di bawakan oleh Diana." jawab Fahmi.


"Ih..,Om ganteng ini deh, bisa-bisanya memujiku terus, kalau aku terus dipuji seperti itu bisa-bisa wajahku pindah tempat dong." ucap Diana sembari memukul kecil di lengan Fahmi yang membuat pak Atmaja tertawa terbahak-bahak.


"Memangnya wajahmu mau pindah ke mana, Diana?" tanya papa Atmaja.


"Ya pindah ke belakang Pa." jawab Diana yang membuat Fahmi langsung memberikan cubitan di pipi Diana kembali.


"Mas Fahmi.., Mas Fahmi Jangan cubit-cubit dong, nanti pipiku malah ilang!" seru Diana yang kemudian memeluk tubuh Mama Rita dengan manja.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat keberadaan Diana dan Fahmi, Raihan ternyata telah berdiri sambil terus menatap semua tingkah laku Diana yang begitu manja kepada Mama dan papanya. Entah mengapa hati Raihan merasakan sesuatu saat menatap wajah Diana dan senyumnya. wajah seorang gadis muda yang belum sempat dia nikahi namun tiba-tiba dia tinggalkan.


"Mengapa tiba-tiba hatiku jadi seperti ini." guman Raihan dalam hati yang terus menatap wajah Diana. Raihan terus menatap wajah Diana yang berada jauh darinya hingga dia tidak sadar kalau dirinya bersama dengan seorang wanita.


"Sayang, apa yang kau lihat!" seru seorang wanita yang bernama bersama Raihan. dia adalah putri dari pak Muhammad Fajar pimpinan perusahaan Fajar group yang ada di Singapura.


"Ah tidak, aku tidak apa-apa." jawab Raihan yang kemudian mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Lalu, Mengapa kau menatap ke arah itu terus?" tanya seorang gadis yang bernama Firly putri dari pak Fajar.


"Aku ingin menemui Mamaku, beliau berada di sana." ucap Fajar Raihan kepada Firly.


"Mengapa kau tidak menemuinya?" tanya Firly.


"Aku takut Mama akan marah kalau melihatku, kau tahu sendiri kan Bagaimana kisah Ku." jawab Raihan.


"Apakah gadis kecil itu mantan istrimu?" tanya Firly.


Raihan menganggukkan kepalanya, dia terus menatap wajah Diana yang benar-benar sudah dewasa bahkan semua perlakuannya sudah berbeda dari yang dia kenal dahulu.


"Dia sangat berbeda dengan yang kau katakan, bahkan kata ayah Gadis itu sangat hebat." ucap Firly.


"Ayo kita temui mamamu, sekalian aku ingin berkenalan dengannya." pinta Firly yang kemudian menarik Raihan untuk mendekati 2 orang tua Raihan.


"Selamat siang, tante, paman!" seru Firly kepada orang tua Raihan. tatapan mata Mama Rita dan Papa Atmaja menatap Putra yang telah pergi selama 2 tahun, pergi tiba-tiba setelah acara pernikahannya dengan Diana.


"Raihan." ucap Papa Atmaja.


Terlihat Mama Rita tidak terlalu terkejut dengan kedatangan Raihan, karena dia tahu kalau Ramon berada di Singapura, tempat yang selalu didatangi oleh Raihan.


"Mama Rita menatap Diana, tatapan matanya begitu terkejut saat Diana tidak merespon kedatangan Raihan sama sekali.


"Diana." ucap Mama Rita.


"Iya Ma, ada apa?" tanya Diana kepada Mama Rita. tatapan mata yang begitu biasa bahkan Diana tidak merespon ataupun terkejut dengan keberadaan Raihan.

__ADS_1


"Kamu tidak usah khawatir nak Mama..," terlihat Mama Rita tidak melanjutkan kata-katanya. tatapan wajah Diana menunjukkan kalau Gadis itu benar-benar sudah menghapus nama Raihan dari seluruh hidupnya.


"Hai Mas Raihan, apa kabar!" seru Diana kepada Raihan. tak ada raut wajah kecewa atau apapun, sedangkan Raihan nampak pria itu tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun tapi tatapan matanya menatap wajah Diana yang tidak ada goresan terkejut atau apapun. bahkan bisa dibilang Diana baik-baik saja.


"Hai, nama aku Firly. aku calon istri Raihan!" ucap Firly kepada orang-orang yang ada di sana. Raihan sangat tersentak saat Firly mengatakan hal itu.


Diana tidak merespon, dia menatap Fahmi sembari tersenyum. "Hai namaku Diana, dan dia Paman gantengku." ucapan Diana yang memperkenalkan Fahmi dengan sebutan yang begitu spesial. bagi seorang pria yang selalu dekat dengannya selama 2 tahun ini.


"Paman ganteng?" ucap Firly yang kebingungan dan menatap wajah Diana.


"Iya, dia Paman ganteng ku, dia sepupu dari calon suamimu." jawab Diana. orang-orang yang ada di sana merasa terkejut karena tidak ada raut kekecewaan sama sekali saat Diana bertemu dengan Raihan bersama calon istrinya.


"Oh ya Ma, Pa. Diana mau pergi dulu ya sama Om ganteng dulu, karena Diana harus melakukan beberapa wawancara dengan para pekerja baru." ucap Diana.


"Diana kau tidak apa-apa?" tanya Papa Atmaja.


"Memangnya kenapa Pa?" tanya Diana.


"Baiklah kalau begitu, kau pergi lah bersama Fahmi. nanti papa sebentar lagi akan menyusulmu, kalau tidak, biar mereka berdua membawa Mamamu pulang dan papa akan ikut kalian sekarang." ucap pak Atmaja yang kemudian memberikan kopernya kepada istrinya dan langsung meninggalkan Raihan bersama calon istrinya.


"Kelihatannya papamu tidak suka padaku?" tanya Firly.


"Sikap papa memang seperti itu." jawab Raihan.


"Benarkah?" tanya Firly.


"Iya," jawab Raihan sambil tersenyum namun tatapan matanya menatap Diana.


Sedangkan Diana dan Fahmi nampak tersenyum dengan semua yang dia lakukan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2