
Hari ini ini semua orang menatap wajah Diana, apalagi Fahmi. Pria itu terus menatap wajah Diana tanpa berkedip. dia takut kalau Diana terluka karena kedatangan Raihan.
"Kenapa sih Om ganteng melihatku terus, memang wajahku kurang cantik ya?" tanya Diana kepada Fahmi sambil tersenyum.
"Kalau kau mau menangis, menangis lah. Mas Fahmi ada disini bersamamu." ucap Fahmi kepada Diana.
"Memangnya kenapa harus menangis?" tanya Diana yang sudah mengerti dengan semua yang di katakan oleh Fahmi.
"Karena kau telah bertemu dengan Raihan." jawab Fahmi.
"Memangnya kenapa kalau kita bertemu dengannya?" tanya Diana balik.
"Apakah kau tidak terluka?" tanya Fahmi kepada Diana.
"Biarlah masa lalu pergi jauh, aku tidak ingin terus meratapi kesedihan karena aku ingin bangkit dan melawan semua orang-orang yang ingin menghancurkanku." jawab Diana yang kemudian tersenyum kepada Fahmi. Diana tahu kalau Fahmi begitu takut kalau kedatangan Raihan akan mempengaruhinya.
"Apakah kau tidak terluka nak?" tanya papa Atmaja.
"Tidak Pa, Diana kan sudah bilang kalau Diana tidak mempunyai dendam sama sekali dengan mas Raihan, biarkanlah Mas Raihan mendapatkan kebahagiaan nya. sedangkan Diana pasti akan bahagia dengan seseorang yang selalu mengatakan gombalannya kepadaku." ucap Diana sambil melirik dan mencibir kepada Fahmi.
Pak Atmaja tersenyum, dia yakin kalau Fahmi telah berhasil menghapus seluruh nama Raihan dihati Diana.
"Tuh dengar Ilham, kamu jangan suka ngegombalin dia. kalau kamu benar-benar suka sama Diana cepat tuh kamu nikahi." ucap pak Atmaja kepada keponakannya sembari memukul salah satu pundak Fahmi.
"Sudah paman, paman kan tahu usiaku ini tidak muda lagi. bahkan usiaku sudah 32 tahun, sedangkan dia kalau aku ajak nikah jawabnya selalu bilang Sebentar dulu sebentar dulu." jawab Fahmi sembari menggerutu tidak karuan.
"Emangnya kalau Om ganteng Ini mau menikahi Diana, Om ganteng tidak mau meminang aku dulu, kemarin bilang belum punya tabungan?" tanya Diana yang membuat Fahmi menghela nafasnya secara kasar.
"Sudah-sudah, kalau begitu terus kalian teruskan bertengkarnya. papa mau keluar sebentar karena ada meeting sama perusahaan yang kemarin papa datangi." ucap Papa Atmaja yang kemudian meninggalkan Diana bersama Fahmi di kantornya.
"Om, nanti kalau ada sesuatu kabari Fahmi!" seru Fahmi yang kemudian mengunci kantornya.
"Om ganteng, om ganteng mau apa. Kenapa kantornya dikunci!" seru Diana yang kebingungan dan langsung berlari ke arah pintu kantor Fahmi.
Ceklek..
"Tadi bilangnya apa sama Mas, tadi nantang apa sama Mas, ayo...," ucap Fahmi dengan suara yang menggoda kepada Diana.
__ADS_1
"Memangnya aku bilang apa, aku kan tidak bilang apa-apa." jawab Diana yang kebingungan karena pintunya sudah dikunci dan kuncinya dimasukkan ke kantong saku Fahmi.
"Mas mana kuncinya dong, kuncinya please please.., Diana mau ke toilet." ucap Diana kepada Fahmi.
"Di kantor Mas Ilham itu ada toilet, kalau mau kesana silakan tuh masuk." jawab Fahmi yang membuat wajah Diana langsung merah. jantungnya berdebar kencang, nafasnya sedikit memburu karena sesuatu.
Fahmi terus berjalan di depan Diana, Hal itu membuat Diana berjalan mundur hingga membentur tembok yang tidak jauh dari pintu kantor Fahmi.
"Tadi bilangnya apa." ucap Fahmi dengan posisi wajahnya yang sudah begitu dekat dengan wajah Diana. bahkan nafasnya sudah mengenai wajah Diana.
DEG..
Hal itu membuat Diana jantungnya berdebar tidak karuan, begitu pula dengan Fahmi, Pria itu serasa sudah tidak bisa menahan jantungnya yang terus berdebar kencang bahkan tidak bisa dinetralkan.
Cup..
Fahmi mendaratkan sebuah ciuman di bibir Diana, terasa hangat dan lembut. itu adalah perasaan yang dirasakan oleh kedua insan itu, Fahmi kemudian mendaratkan ciumannya yang kedua, Diana berusaha mendorong tubuh Fahmi namun pria itu malah memeluk tubuh Diana dan memberikan ciuman yang begitu romantis kepada Diana.
DEG...
DEG..
DEG..
TOK..
TOK..
TOK..
Terdengar suara pintu yang diketok oleh seseorang, dan suara ketukan pintu itu membuat adegan ciuman Fahmi dan Diana langsung terhenti.
"Om ganteng lepasin dong.., Ada orang tuh, kalau dia tiba-tiba masuk gimana." ucap Diana yang melepaskan bibirnya dari bibir Fahmi.
"Ni orang ganggu saja, bisa-bisa aku buat dia Jadi saksi buat pernikahan kita." ucap Fahmi yang terlihat marah dan mengambil kunci kantornya yang ada di saku.
Diana langsung menetralkan jantungnya yang dari tadi berdebar tidak karuan karena ulah dari Fahmi.
__ADS_1
"Ya." ucap Fahmi.
"Pak Fahmi, Apa sudah bisa dimulai wawancaranya?" tanya sekretaris Fahmi yang ada di luar kantor Fahmi.
"Baiklah, suruh saja mereka masuk satu persatu menurut urutan mereka. aku dan Diana akan mewawancarai mereka." ucap Fahmi yang kemudian menyuruh sekretaris yang ada di luar untuk masukan para calon perkerja secara bergiliran untuk melakukan wawancara bersama dengannya dan Diana.
"Nanti kita lanjutkan ya." bisik Fahmi ditelinganya Diana.
PLAKK.
Satu pukulan langsung melayang di punggung Fahmi karena pria itu terus menggoda Diana.
"Dalam satu bulan ini, kau kumpulkan uang yang banyak untuk menikahi ku!" seru Diana yang kemudian keluar untuk menemui Papa Atmaja
Fahmi sangat terkejut saat mendengar sebuah kata yang diucapkan oleh Diana, dalam satu bulan ini pria itu harus sudah menikahinya. Fahmi berteriak kegirangan saat Diana sudah membalas semua cintanya.
"Yes, yes, yes!" seru Fahmi yang berteriak tidak karuan hingga dia tidak sadar kalau salah satu dari calon pegawai sudah memasuki ruangannya dan melihat pria itu berteriak kegirangan.
"Maaf pak, apa saya mengganggu?" tanya seorang pria yang memasuki kantor Fahmi.
"Maaf-maaf, masuklah. karena barusan calon istriku sudah mengatakan dia mau kunikahi." jawab Fahmi yang begitu lantang, hingga membuat calon pegawainya itu sangat terkejut.
"Selamat pak." ucap pria itu.
"Oh ya, Siapa namamu?" tanya Fahmi.
"Saya Rahman, pak!" seru Rahman kepada Fahmi.
"Baiklah, karena kau orang pertama yang mendengar semua kabar bagus ku.. mulai besok kau akan menjadi supir pribadi ku dan calon istriku!" seru Fahmi yang langsung memperkerjakan Rahman.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
-Isteri kesayangan tuan besar