
"Ulangi lagi perkataanmu!!" seru Diana yang tidak terima di katai seperti itu.
"Dasar wanita udik." cibir Raihan.
Diana langsung melotot saat Raihan terus menghinanya, sesaat kemudian Diana memberikan pukulan ke arah tubuh Ramon yang tidak memakai pakaian, Raihan baru sadar kalau pria yang ada di hadapannya itu tidak memakai pakaian.
"Ih Paman ini genit sekali, masak tidak memakai pakaian dihadapanku!" seru Raihan yang baru sadar. Kalau Raihan tidak memakai pakaian, pria itu hanya memakai celana pendek saja.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, kau ini gadis tidak tahu malu. tiba-tiba langsung memasuki kamarku dan langsung mencium ku." jawab Raihan yang terus menghina Diana.
"Ih..., bukan begitu paman, aku tidak bermaksud seperti itu kali. nanti aku cerita sekarang berikan aku minum dulu, setelah itu aku jelaskan." ucap Anindita yang kemudian mengatur nafasnya. wanita itu benar-benar mendapatkan sesuatu yang begitu menakutkan.
"Apa yang kau lakukan di hotel ini?" tanya Raihan.
Sesaat kemudian akhirnya Diana menceritakan Kenapa Raihan mengenai keberadaannya di tempat itu.
"Jadi pria itu hendak melakukan kejahatan padamu?" tanya Raihan sambil menatap wajah Diana.
"Tentu saja paman, aku tadi cuma ingin mengantar makanan.., eh tiba-tiba ternyata di ruangan itu ada bekas guruku dulu." jawab Diana yang terlihat begitu kesal.
"Lalu...,bagaimana nasibku yang telah kau nodai ini?" tanya Raihan yang menunjukkan raut wajah yang begitu tak berdaya.
Tentu saja Diana sangat terkejut dan syok, karena dia di tuduh Raihan telah menodainya.
"Siapa yang menodai paman?" tanya Diana.
"Barusan kan kau menodaiku, bahkan kau telah melecehkan aku." jawab Raihan sambil menutupi tubuhnya yang telanjang dengan kedua tangannya.
Sesaat kemudian, Fahmi dan mama Raihan tiba-tiba datang seperti malaikat pencabut nyawa. mereka langsung masuk ke ruang itu tanpa mengetok pintu terlebih dahulu.
"Raihan, apa yang kau lakukan dengan seorang gadis di hotel ini!" seru Mama Raihan yang tiba-tiba muncul.
Diana sangat terkejut dengan kedatangan seorang wanita dan pria yang dulu di rumah sakit, apalagi mereka dalam kondisi yang seperti itu. melihat sebuah adegan yang terlihat fulgar namun tidak.
"Mama?!" seru Raihan yang benar-benar sangat terkejut luar biasa.
Sama halnya dengan Diana, Raihan juga sangat terkejut saat mamanya tiba-tiba datang dan melihatnya dengan kondisi seperti itu. kondisi seperti di film luar biasa...,
"Beraninya kau main perempuan, Raihan!" seru Mama Raihan.
Diana langsung melotot kepada Raihan, kedua orang itu sama-sama terkejut luar biasa karena kedatangan dua orang itu.
"Paman, siapa dia?" tanya Diana sambil menunjuk wajah mama Raihan.
__ADS_1
"Kau ini main tunjuk saja, dia itu mamaku." jawab Raihan yang tidak terima.
Seketika Diana sangat terkejut karena ibu dari pria yang dia tolong sekarang berada di depannya. di depan mereka dengan adegan seperti film biru...,
"Maaf-Maaf Tante, ini salah faham." jawab Diana yang berusaha untuk menjelaskan kepada ibu dari pria yang ada di depannya.
"Tante, dia ini gadis yang menolong Putra Tante." bisik Fahmi di telinga Mama Raihan.
"Apa maksudmu?" tanya Mama Raihan.
"Dia gadis yang menolong Putra Tante waktu kecelakaan." jawab Fahmi.
Mama Raihan langsung melotot menatap wajah Diana dan langsung pingsan setelah mendengar hal itu.
BRUKK...
Mama Raihan itu lansung pingsan di tempat.
"Ma!!" seru Raihan yang langsung mendatangi tubuh mamanya. sedangkan Diana Gadis itu juga sangat terkejut langsung menolong wanita setengah baya yang ada di depannya.
"Kau harus bertanggung jawab ya!" seru Raihan kepada Diana.
"Tanggung jawab apa, Paman. Memangnya Apa yang aku lakukan?" tanya Diana yang kebingungan saat melihat ibu dari pria itu sudah pingsan.
"Cepatlah kau pakai pakaianmu itu, kita akan membawa Mamamu ini keluar dari hotel ini!" seru Fahmi yang kemudian menggendong Mama Raihan ke suatu tempat.
"Kau mau membawaku kemana, Paman!" seru Diana yang ditarik paksa oleh Raihan. pria itu terus memegang tangan Diana yang hendak pergi darinya
"Pokoknya kau harus bertanggung jawab jika ada sesuatu dengan Mamaku." jawab Raihan yang terlihat marah kepada Diana. sedangkan Fahmi yang melihat hal itu nampak pria itu sedikit tersenyum karena jelas-jelas Mama Raihan bukan orang yang selemah itu.
"Ya ampun.. baru terbebas dari serigala sekarang malah masuk ke kandang macan." gerutu Diana dalam hati saat melihat seorang wanita setengah baya sudah pingsan. bahkan putranya menyuruhnya untuk bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak dia lakukan.
Fahmi membawa Mama Raihan kembali pulang ke rumah mereka, bersama Fahmi dan Diana yang terus dipegangi oleh Raihan.
"Paman, paman..,Apa sih yang aku lakukan dan apa kesalahanku, Mengapa kau menyekapku disini!" seru Diana.
"Kau ini sudah melakukan kesalahan malah kau bertanya kepadaku." jawab Raihan.
"Memangnya Apa kesalahan ku?" tanya Diana.
"Kamu itu sudah melecehkan ku dan membuatku menjadi pria yang begitu menjijikkan." jawab Raihan yang seolah dirinya telah di perkosa oleh Diana.
"Ih Paman ini, pandai banget berakting. aku aja nggak ngapa-ngapain. Paman malah pakai berakting seperti itu!" seru Diana sambil menunjuk wajah Raihan.
__ADS_1
"Lah tadi, kau langsung menciumku dan menarikku hingga terjatuh ke sofa itu!" seru Raihan.
"Ya ampun paman, aku kan cuma ingin menyelamatkan diriku saja." Jawab Diana sambil meremas kedua tangannya.
Beberapa saat kemudian terlihat Mama Raihan sudah terbangun dan menatap Diana lalu menangis histeris.
"Kau telah membuat mamamu ini malu, Raihan! Mengapa kau melakukan hal itu bersama gadis ini di hotel, kalau kau menyukai seorang wanita seharusnya kau menikah terlebih dahulu. tapi tidak seperti itu Putraku!!" seru Mama Raihan yang terlihat menangis histeris.
"Tante..tante tidak seperti itu kejadiannya, dengarkan ceritaku dulu ya, Tante." ucap Diana yang berusaha untuk menjelaskan duduk permasalahan kepada Mama Raihan.
"Pokoknya Tante tidak ingin dipermalukan di muka umum, Aku ingin besok kalian segera menikah!" seru Mama Raihan.
"Menikah!" seru Diana.
"Jika kau tidak mau menikah dengan Putra tante, biarkan tante bunuh diri saja karena menanggung rasa malu seperti ini!" seru Mama Raihan yang kemudian menangis dengan histeris saat mendengar penolakan dari Diana.
"Aduh....," ucap Diana.
"Pokoknya mama gak mau menanggung malu." jawab mama Raihan sambil berakting begitu sedih. air matanya berlinang saat menatap wajah Diana.
"Huaaaaa!!!" tangis mama Raihan.
"Aduh Tante...," ucap Diana.
"Huaaaa!!!" tangis mama Raihan.
"Tenang Tante, bakal aku pikirin deh..," jawab Diana yang kebingungan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan
** bersambung **