
Setelah penembakan yang ada di area pembangunan, terlihat Andin benar-benar begitu kebingungan dia terus mencari tahu siapa sebenarnya suaminya itu. dia mencari tahu mengapa orang-orang itu berusaha untuk mencelakai dirinya.
"Siapa sebenarnya pria itu, lalu Mengapa orang-orang itu berusaha untuk mencelakainya." guman Andin dalam hati.
Dengan segera Arya membawa istrinya ke suatu tempat, Anggun benar-benar sangat kebingungan begitu banyak pertanyaan di pikirannya. begitu banyak pertanyaan mengenai siapa sebenarnya pria yang sudah dia nikahi itu. Ada seribu pertanyaan yang tidak akan mungkin dijawab oleh pria itu, Andin juga tidak mau menanyakan hal itu padanya. dia takut kalau Arya akan tersinggung atau bahkan pria itu akan melakukan sesuatu padanya.
Malam itu Arya tidur di kamarnya, Sedangkan Andin nampak berada di kamarnya dengan begitu banyak pertanyaan mengenai siapa sebenarnya Arya dan Tuan pengusaha. langkah kaki Andin keluar dari kamarnya wanita itu menatap di sekeliling ruang tamu apartemennya. Entah mengapa langkah kaki Andin tiba-tiba terhenti Di depan kamar Arya. wanita itu memegang pintu kamar Arya.
"Kenapa aku harus mencari tahu mengenai pria itu, dia mau melakukan apa atau dia ingin melakukan apa kan terserah padanya." ucap Andin yang kemudian pergi meninggalkan kamar Arya.
Di dapur terlihat Andin mengambil beberapa makanan di otaknya masih begitu banyak pertanyaan mengenai Arya. "Siapa sebenarnya pria itu?" guman Andin.
Sekitar 10 menit kemudian pintu kamar Arya terbuka. Hal itu membuat Andin langsung menoleh dan menatap Arya yang hanya memakai celana pendek tanpa atasan.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Arya kepada Andin. Andin yang melihat pemandangan seperti itu dia ingin tersedak, sesaat kemudian dia langsung membalikkan tubuhnya dan mengusap wajahnya akibat airnya tersembur dari mulutnya.
"Ini kan apartemenku, mau ke manapun kan terserah padaku." jawab Andin.
Arya duduk di kursi yang ada di sebelah Andin, tiba-tiba saja pria itu langsung memeluk Andin dengan begitu erat. "Pasti dalam pikiranmu begitu banyak pertanyaan mengenai diriku." ucap Arya.
Andin tidak menjawab, wanita itu hanya diam tanpa bergerak sama sekali.
"Kenapa tiba-tiba kau melakukan hal ini?" tanya Andin.
Setelah memeluk Andin dengan begitu erat tiba-tiba saja Arya langsung pergi meninggalkan Andin sendiri. Hal itu membuat Andin begitu terkejut, begitu kaget Bahkan dia merasa kalau dia benar-benar dipermainkan oleh Arya. tanpa mengatakan apapun Arya langsung masuk ke kamarnya. Andin yang tadi merasa dag dig dug dag dig dug seketika dia langsung marah, dia sangat kesal saat melihat apa yang selalu dilakukan oleh Arya.
"Dasar pria Kurang ajar, hampir saja aku tertipu." ucap Andin yang kemudian melanjutkan semua yang harus dia lakukan. setelah makan dan minum malam itu akhirnya Andin tidur dengan begitu pulasnya. dia benar-benar tidak ingin memikirkan Arya yang selalu membuatnya seperti wanita yang tidak berguna.
Satu jam kemudian Arya keluar dari kamarnya, dia memasuki kamar Andin dan menatap wanita itu. Arya duduk di samping Andin menatap wajah istrinya kemudian mengusap pipi Andin.
"Andai aku punya keberanian untuk mengatakan siapa diriku, andai aku punya keberanian untuk mengungkap siapa jati diriku ini. aku takut kehilanganmu aku takut dunia yang ku lalui sekarang ini akan membuatmu meninggalkanku." ucap Arya.
Sesaat kemudian Arya mencium pipi Andin, pria itu langsung keluar dari kamar Andin dan kembali tidur di kamarnya. ketika pagi sudah menjelang terlihat Arya sudah berada di dapur sedangkan Andin sendiri tentu saja wanita itu benar-benar terkejut saat melihat suami kontraknya itu sudah berada di dapur.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan sepagi ini?" tanya Andin kepada Arya.
"Aku lapar aku mau makan." jawab Arya.
Andin langsung menguncir rambutnya, menggulungnya kemudian mulai memasak. Andin melihat Arya sedikit berubah. wanita itu nampak terus menatap Arya dengan tatapan mata yang benar-benar penuh pertanyaan.
Entahlah, Andin tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Arya. sekitar satu jam kemudian mereka sudah selesai dengan ritual memasak, Andin nampak duduk di ruang makan sembari menatap Arya terus menerus.
"Apakah tadi malam kau mimpi sesuatu atau kau mengalami sesuatu?" tanya Andin yang membuat Arya menggelengkan kepalanya. pria itu melihat jam tangannya, sesaat kemudian suara pintu apartemen yang diketuk oleh seseorang.
TOK..
TOK..
"Siapa pagi-pagi begini udah bertamu, apa Mas George yang ke sini." ucap Andin yang kemudian berdiri dan membuka pintu.
saat berada di depan pintu nampak wanita itu menatap seorang wanita yang sudah berdiri di luar pintu apartemennya.
"Iya ada apa ya Mbak?" tanya Andin kepada wanita yang sudah berdiri di luar apartemennya.
Andin menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar, wanita itu menatap wanita yang ada di depannya kemudian meminta wanita itu untuk masuk.
"Halo doroti, kau sudah datang ya." Arya yang memanggil Doroti untuk duduk di sampingnya, Andin tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan dan apa yang harus dia katakan. pagi-pagi Arya malah mengundang seorang wanita untuk datang ke apartemennya.
"Apakah kau sudah membawa makanan yang aku pint?" tanya Arya.
Doroti menganggukkan kepalanya, wanita itu membawa beberapa kotak makanan. Andin tidak ingin lagi menjadi bahan tertawaan bagi Arya, seketika wanita itu keluar dari apartemennya.
"Kok mau ke mana?" tanya Arya.
"Itu bukan urusanmu." jawab Andin yang langsung keluar dari apartemen. tentu saja Andin sangat kesal, tidak pernah sekalipun berpikir kalau Arya akan mengundang kekasihnya untuk ke tempatnya.
"Dasar pria Kurang ajar, berani sekali dia mengundang kekasihnya ke tempatku. apa Dia tidak punya otak atau Dia tidak punya malu." gerutu Andin yang sudah keluar dari ruang apartemennya. sedangkan Arya yang melihat hal itu dia langsung menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar.
__ADS_1
"Sekarang Kau pergilah dari sini." Arya yang meminta Doroti untuk pergi dari tempat itu.
"Apa Saya tidak boleh duduk sebentar, Tuan?" tanya Doroti.
"Pergi dari sini secepatnya." pinta Arya yang kemudian menyuruh Diroti untuk segera meninggalkan apartemennya, pria itu tidak sengaja membuat Andin merasa kesal. sebenarnya Arya meminta do roti untuk ke tempatnya hanya karena pria itu ingin makan sesuatu, tapi karena Andin melihat hal itu seketika dia langsung pergi dan mengira kalau Arya dan wanita itu ada hubungan.
Siapa yang tidak kenal dengan Arya, seorang pria playboy yang selalu suka bergonta-ganti pasangan.
Di tempat lain tentu saja Andin pergi ke tempat George, wanita itu belum makan dia harus mengisi perutnya dengan sesuatu.
TOK...
TOK...
TOK...
pintu apartemen George oleh seseorang, pria itu langsung membuka pintu apartemennya. terlihat di sana dia sangat senang saat melihat Andin berkunjung ke apartemennya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan